Bear Market Ethereum Belum Usai, Analis Ungkap Sinyal Bahaya

Pasar Ethereum kembali menunjukkan tanda-tanda pelemahan serius. Analis on-chain PelinayPA menyebut bahwa sejumlah indikator utama mengonfirmasi berlanjutnya bear market Ethereum, seiring dominasi tekanan jual di pasar derivatif dan spot.

Data tersebut mengindikasikan bahwa tren penurunan belum menunjukkan tanda pembalikan dalam waktu dekat.

Dalam analisis terbarunya, PelinayPA menyoroti indikator Taker Buy/Sell Ratio di Binance yang berada di kisaran 0,94 atau di bawah angka netral 1.

taker buy sell ratio ethereum

IKLAN
Chat via WhatsApp

Kondisi ini mencerminkan bahwa aktivitas jual melalui market order masih lebih dominan dibandingkan aksi beli. Situasi tersebut memperkuat sinyal bahwa bear market Ethereum masih berlangsung secara struktural.

“Data ini menunjukkan bahwa tekanan jual masih mendominasi dan pembeli belum menunjukkan respons agresif di pasar,” ungkap PelinayPA.

Temuan ini menjadi sinyal penting bagi pelaku pasar, mengingat Binance merupakan pusat likuiditas terbesar untuk perdagangan aset kripto, termasuk Ethereum. Dengan likuiditas tinggi dan dominasi investor besar, pergerakan di platform tersebut dinilai mencerminkan kondisi pasar secara lebih akurat dibandingkan bursa lain.

BACA JUGA:  Vitalik Buterin Ingatkan Bahaya Web4 yang Didominasi AI

Tekanan Jual Masih Dominan di Tengah Lemahnya Minat Beli

PelinayPA menjelaskan bahwa indikator moving average jangka pendek dan menengah, yakni SMA 30 dan SMA 50, juga berada di bawah level 1 tanpa adanya sinyal breakout ke atas. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan jual tidak bersifat sementara, melainkan telah membentuk pola yang relatif stabil.

Dalam konteks ini, pembeli cenderung menempatkan pesanan pasif melalui limit order, sementara penjual aktif mengeksekusi transaksi. Pola tersebut menandakan rendahnya minat akumulasi dan memperkuat karakteristik bear market Ethereum.

Menurut PelinayPA, kondisi tersebut menyebabkan setiap kenaikan harga ETH berpotensi kembali tertahan oleh aksi jual. Reli yang terjadi lebih sering dimanfaatkan sebagai momentum distribusi, bukan sebagai awal tren naik baru. Dengan demikian, bias penurunan dinilai masih mendominasi pergerakan pasar.

Situasi ini dinilai relevan dengan kondisi global pasar kripto yang masih dibayangi ketidakpastian makroekonomi, pengetatan likuiditas, serta menurunnya selera risiko investor. Faktor-faktor tersebut turut memperpanjang fase bear market Ethereum dalam beberapa bulan terakhir.

BACA JUGA:  Analisis Kripto Hari Ini: XTZ, WLFI, LEO, LINK, SOL di Titik Penentu Tren

Ada Aktivitas Penjualan Vitalik Buterin

Selain indikator teknikal, tekanan di pasar Ethereum juga tercermin dari pergerakan dompet tokoh kunci ekosistem.

Berdasarkan data Lookonchain, Pendiri Ethereum Vitalik Buterin dilaporkan telah menjual 2.961,5 ETH dalam tiga hari terakhir dengan nilai sekitar US$6,6 juta, pada harga rata-rata US$2.228 per koin. Aktivitas penjualan tersebut disebut masih berlangsung.

Vitalik ETH

Data tersebut memperkuat persepsi bahwa tekanan pasokan di pasar belum mereda. Meskipun belum dapat disimpulkan sebagai faktor utama pelemahan harga, aksi jual dari figur sentral seperti Buterin dinilai berkontribusi terhadap sentimen negatif di tengah bear market Ethereum yang berkepanjangan.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia