Begini Cara AI Melacak Jejak Hacker Korut di Balik Peretasan Bitget

Peretasan Bitget senilai ratusan juta dolar kini memasuki babak baru. Fokusnya bukan hanya bagaimana sistem ditembus, tetapi bagaimana dana curian terus diburu ketika pelaku memecah jejak lintas blockchain.

Laporan yang dirilis Chainalysis pada Kamis (01/10/2026) memperlihatkan sisi menarik dari perburuan tersebut. Saat hacker menyamarkan transaksi, investigator kini memakai AI untuk membuat proses pelacakan menjadi lebih efektif.

Peretasan Bitget Buka Jejak yang Mengarah ke Hacker Korea Utara

Kasus peretasan ini bermula pada 24 September 2026, ketika Bitget mendeteksi transfer tidak sah dari sejumlah hot wallet dan warm wallet. Estimasi awal kerugian saat itu berada di US$351,6 juta.

Nilainya kemudian direvisi menjadi US$387,5 juta saat transaksi di jaringan Zcash dan TRON ikut dihitung. Bitget menegaskan kenaikan tersebut bukan berasal dari serangan lanjutan setelah insiden dikendalikan.

Penyelidikan kemudian mulai mengarah ke Korea Utara. CEO Bitget Gracy Chen mengatakan pola yang ditemukan cukup familier dengan teknik kelompok peretas yang terhubung dengan negara tersebut.

“Berdasarkan perilaku IP dan jejak on-chain, serangan ini konsisten dengan teknik kelompok peretas yang terhubung dengan Korea Utara. Kami telah memberi tahu otoritas terkait dan bekerja sama sepenuhnya dengan mereka,” tutur Chen.

Kenalan dengan Lazarus Group, Hacker yang Diduga Retas Bitget

Pada pembaruan berikutnya, Bitget menyebut private key tidak disusupi dan cold wallet tidak terdampak. Penyerang diduga mengeksploitasi kerentanan produk keamanan pihak ketiga untuk memperoleh kredensial.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan
BACA JUGA:  Bitcoin Jelang Uptober Setelah September Menghijau, Sejarah Bilang Apa?

Saat penyebab serangan dibedah, dana curian mulai bergerak ke berbagai jaringan. Pelacakan sebelumnya menemukan sebagian aset melewati THORChain, Chainflip, instant swap, hingga jalur yang akhirnya mengarah ke Bitcoin.

Pergerakan itulah yang membuat tantangan investigasi berubah. Investigator tidak hanya perlu menemukan alamat penyerang, tetapi juga menyambungkan transaksi yang terpisah ketika aset berpindah blockchain, protokol, dan bentuk.

AI Pangkas 20 Jam Pelacakan Jadi Kurang dari 10 Menit

Chainalysis kemudian ikut menelusuri dana bersama Bitget dan mitra penegak hukum. Timnya bekerja dalam ruang investigasi sepanjang waktu, mengikuti aliran dana peretasan Bitget sambil memperbarui temuan kepada pihak terkait.

Masalahnya, penelusuran lintas jaringan bisa sangat memakan waktu bila dikerjakan manual. Chainalysis lalu menggunakan AI internal untuk membangun otomasi khusus yang mampu merekonsiliasi aktivitas di berbagai blockchain lebih cepat.

BACA JUGA:  Blockchain dan Kripto di Mata Menkeu Baru, Ini Sikap Suahasil

Hasilnya cukup menarik. Salah satu proses pelacakan yang membutuhkan hampir seharian karena kompleksitasnya kini dapat diselesaikan hanya dalam hitungan menit dengan bantuan otomasi tersebut.

“Kami memperkirakan proses rekonsiliasi bridge secara manual yang biasanya membutuhkan lebih dari 20 jam berhasil dipangkas menjadi kurang dari 10 menit,” tegas mereka.

Meski begitu, AI tidak mengambil alih investigasi. Mereka menekankan bahwa manusia tetap menentukan logika pelacakan aset dalam peretasan Bitget, memeriksa hasil sistem, lalu memutuskan bagian mana yang perlu ditelusuri berikutnya.

XRP Jadi Jalur Pencucian Dana Menuju Bitcoin

Dalam tiga jam pertama setelah eksploitasi, laporan mencatat US$387 juta meninggalkan Bitget melalui 23 transfer. Dana tersebut mendarat di Ethereum, XRP, Zcash, dan Tron dengan porsi yang berbeda.

Ethereum menerima sekitar 49,7 persen, XRP 40,8 persen, Zcash 7,6 persen, dan Tron 1,8 persen. Dari titik itu, pelaku mulai memakai mekanisme pencucian yang berbeda untuk mengaburkan aliran.

BACA JUGA:  Polymarket Diguncang Dugaan Insider Trading, CFTC Buka Tiga Penyelidikan Baru

Bagian XRP menjadi salah satu jalur paling menarik. Alih-alih mengirim aset langsung ke crypto exchange, pelaku mendorong XRP melalui protokol likuiditas lintas blockchain, kemudian menerima Bitcoin pada sisi lainnya.

“Puluhan juta dolar bergerak melalui mekanisme ini selama sekitar satu setengah hari. Kami melacak dana tersebut hingga ke tujuan akhirnya dan terus mengikuti pergerakannya melalui transaksi-transaksi berikutnya,” pungkasnya.

Diagram memperlihatkan bagaimana XRP dari Bitget melewati bridge sebelum keluar sebagai BTC. Investigator mencocokkan deposit dengan payout terkait untuk menyambungkan kembali jejak yang tampak terputus antarjaringan.

Alur Pencucian Dana Peretasan Bitget dari XRP ke BTC - Chainalysis
Alur Pencucian Dana Peretasan Bitget dari XRP ke BTC – Chainalysis

Pelacakan tersebut masih berjalan. Chainalysis akan memantau address tujuan baru, memberi label pada wallet terkait, dan berbagi intelijen dengan bursa, penerbit aset, serta penegak hukum untuk menghambat pergerakan dana. 

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita Bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait