Buat kamu yang aktif di dunia kripto, nama Tether pasti sudah tidak asing lagi. Penerbit stablecoin USDT ini menjadi “jembatan” utama antara dolar AS dan ekosistem blockchain. Tapi pernah nggak kamu bertanya: bagaimana sebenarnya model bisnisnya? Dari mana perusahaan di baliknya mendapatkan miliaran dolar keuntungan setiap tahun?
Di artikel ini, kita akan membahas lengkap mulai dari apa itu Tether, cara Tether menghasilkan uang, model bisnisnya, keuntungan pada 2025, hingga ekspansi investasinya ke berbagai sektor.
BACA JUGA: Memahami Buyback Token: Ini Pengertian dan Cara Kerjanya!
Apa Itu Tether?

Tether Limited adalah perusahaan yang menerbitkan stablecoin USDT (Tether USD), yaitu aset kripto yang nilainya dipatok 1:1 terhadap dolar Amerika Serikat.
Artinya, secara teori, setiap 1 USDT yang beredar didukung oleh cadangan senilai 1 dolar AS atau setara aset lainnya. Tujuannya sederhana, yaitu untuk memberikan stabilitas harga di tengah volatilitas pasar kripto.
Karena stabil dan likuid, USDT menjadi stablecoin dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia dan digunakan luas untuk trading, lindung nilai (hedging), hingga transfer dana lintas negara.
Sederhananya USDT dapat dikatakan adalah dolar digital yang diterbitkan oleh perusahaan swasta, di mana format digitalnya ditransaksikan di teknologi blockchain.
Bagaimana Tether Bekerja?
Untuk memahami cara Tether menghasilkan uang, kamu harus paham dulu cara kerjanya. Ketika institusi atau pengguna besar ingin mendapatkan USDT, mereka menyetor dolar AS ke Tether. Sebagai gantinya, Tether menerbitkan atau mencetak (mint) USDT dalam jumlah yang sama secara digital.
Sebaliknya, jika mereka ingin menukar kembali USDT ke dolar, Tether akan membakar (burn) token tersebut dan mengirimkan dana fiat sesuai nilai tukarnya. Di sinilah inti model bisnis Tether, dana yang disetor tidak hanya “disimpan diam”, tetapi dikelola dalam berbagai instrumen keuangan yang menghasilkan imbal hasil.
Cara Tether Menghasilkan Uang

Cara Tether menghasilkan uang adalah dengan mengelola cadangan dana dalam jumlah sangat besar, terutama di surat utang pemerintah AS, lalu memperoleh bunga dan pendapatan investasi, ditambah biaya dari penerbitan serta penebusan USDT. Supaya lebih jelas, yuk kita bedah satu per satu bagaimana mesin uang ini bekerja di balik layar.
1. Bunga dari Cadangan (Sumber Utama)
Sumber keuntungan terbesar Tether berasal dari bunga atas dana cadangan yang menopang setiap USDT yang beredar. Ketika pengguna menyetor dolar untuk mendapatkan USDT, dana tersebut tidak hanya disimpan, tetapi diinvestasikan terutama ke surat utang pemerintah AS (U.S. Treasury) yang relatif aman dan menghasilkan imbal hasil.
Berdasarkan laporan transparansi resmi mereka, Tether menyimpan cadangannya dalam bentuk:
- S. Treasury Bills (surat utang pemerintah AS jangka pendek)
- Kas dan setara kas
- Reverse repo agreements
- Emas
- Investasi lainnya
Yang paling besar adalah eksposur ke U.S. Treasury. Pada 2025, eksposur Tether terhadap surat utang AS bahkan mencapai rekor baru di angka US$141 miliar.
Karena total cadan`gan mencapai ratusan miliar dolar, bahkan bunga beberapa persen saja bisa menghasilkan miliaran dolar per tahun. Inilah inti model bisnis Tether, yaitu memanfaatkan skala besar dana “mengendap” untuk menghasilkan pendapatan dari sistem keuangan tradisional.
2. Biaya Penerbitan dan Penebusan
Tether juga mengenakan biaya saat institusi besar melakukan mint (menerbitkan USDT baru) atau redeem (menukar USDT kembali ke dolar). Biaya ini biasanya kecil secara persentase, tetapi volumenya sangat besar karena transaksi USDT terjadi dalam jumlah miliaran dolar.
Meski bukan sumber utama, biaya ini tetap menjadi aliran pendapatan yang konsisten sekaligus membantu menutup biaya operasional perusahaan.
3. Investasi dan Diversifikasi Bisnis
Selain mengandalkan bunga dan biaya transaksi, Tether mengalokasikan sebagian kelebihan modalnya untuk investasi di berbagai sektor seperti penambangan Bitcoin, energi, hingga teknologi dan AI.
Portofolio investasi ini dilaporkan bernilai lebih dari US$20 miliar. Keuntungan dari investasi ini bisa berupa dividen, bunga, atau capital gain. Dengan strategi ini, Tether tidak hanya bergantung pada suku bunga, tetapi juga membangun sumber pendapatan jangka panjang dari ekspansi bisnisnya.
BACA JUGA: Mengenal Automated Market Maker (AMM) di Dunia Kripto
Keuntungan Tether pada 2025
Tether mencatat keuntungan lebih dari US$10 miliar pada 2025, menunjukkan performa luar biasa di industri kripto.
Berdasarkan laporan laba Tether 2025, angka ini berasal dari kombinasi pendapatan bunga atas cadangan besar yang dikelola perusahaan serta aliran pendapatan lain seperti biaya transaksi dan hasil investasi strategis.
Selain itu, Tether juga melaporkan memiliki US$6,3 miliar cadangan berlebih, artinya lebih dari jumlah yang diperlukan untuk mendukung USDT yang beredar, sehingga memberi ruang finansial lebih besar untuk ekspansi dan stabilitas.
Eksposur Tether terhadap surat utang pemerintah AS (U.S. Treasury) juga mencapai rekor besar sekitar US$141 miliar, yang membantu menghasilkan imbal hasil signifikan di tengah suku bunga yang relatif tinggi.
Kombinasi dari suku bunga ini, operasi bisnis yang efisien, dan strategi investasi membuat Tether menjadi salah satu perusahaan paling menguntungkan di antara penerbit aset kripto.
Meski begitu, isu transparansi sering menjadi sorotan dalam model bisnis Tether. Namun perusahaan secara berkala merilis laporan atestasi independen.

Ini penting karena fondasi stablecoin adalah kepercayaan. Tanpa kepercayaan, sistem tidak akan bertahan.
Ringkasan Model Bisnis Tether
Jika kita simpulkan, model bisnis Tether bekerja seperti ini:
- Pengguna menyetor dolar, lalu Tether menerbitkan USDT.
- Dana tersebut diinvestasikan dalam instrumen berbunga rendah risiko (terutama US Treasury).
- Tether memperoleh miliaran dolar dari bunga.
- Tambahan pendapatan berasal dari biaya transaksi dan investasi strategis.
Dengan kata lain, cara Tether menghasilkan uang adalah memanfaatkan skala besar cadangan stablecoin untuk menghasilkan imbal hasil dari sistem keuangan tradisional, lalu memperluasnya ke sektor investasi baru.
Sudah Tahu Bagaimana Cara Tether Menghasilkan Uang?
Sekarang kamu sudah memahami secara menyeluruh cara Tether menghasilkan uang, mulai dari mekanisme stablecoin, pendapatan bunga cadangan, biaya transaksi, hingga ekspansi investasi dan laporan laba 2025 yang fantastis.
Model bisnis Tether menunjukkan bagaimana blockchain dan sistem keuangan tradisional bisa saling terhubung dan menciptakan struktur bisnis baru yang sangat menguntungkan.
Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



