Begini Cerita Ferry Irwandi tentang 400 Bitcoin Miliknya

Nama Ferry Irwandi sempat ramai diperbincangkan setelah ia menyebut pernah memiliki 400 Bitcoin. Jika dihitung dengan harga BTC pada puncaknya, nilainya bisa mencapai ratusan miliar rupiah. Namun, Ferry menegaskan bahwa cerita sebenarnya tidak sesederhana angka tersebut.

Dalam podcast Daging Talk bersama Atta Halilintar pada Jumat (13/03/2026), ia menjelaskan bahwa ratusan BTC itu diperoleh sejak masa awal kripto. Menurutnya, koin tersebut tidak disimpan utuh hingga sekarang karena sebagian sudah digunakan atau hilang seiring waktu.

Awal Kenal Bitcoin dari Dunia Warnet

Ferry mengungkapkan bahwa awal mula ia mengenal Bitcoin bukan dari investasi, melainkan dari game online. Pada masa itu, ia bekerja sebagai operator warnet, lingkungan yang menjadi tempat banyak orang Indonesia pertama kali mengenal kripto.

Menurut Ferry, sekitar tahun 2011 hingga 2012 Bitcoin digunakan sebagai alat tukar di komunitas gamer. Salah satu contohnya adalah untuk transaksi item atau key Dota 2.

IKLAN
Chat via WhatsApp

“Jadi kalau mau nanya OG-nya Bitcoin di Indonesia itu jangan tanya financial investor, financial planner, or sejenisnya ya. Yang pertama kali pegang itu 2011 atau 2012 tuh orang-orang warnet,” jelasnya.

Beli Bitcoin Sejak 2012, Segini Nilai BTC Ferry Irwandi Saat Ini

Saat itu, transaksi Bitcoin dilakukan melalui forum. Belum ada dompet kripto modern, bahkan crypto exchange juga masih sangat terbatas. Banyak orang menyimpan private key secara manual atau menggunakan Bitcoin wallet versi awal.

BACA JUGA:  Riset Terbaru Ungkap 6 Juta Bitcoin Terancam Quantum Computing

Karena sifatnya sebagai alat tukar, BTC milik Ferry pun sering keluar masuk transaksi. Ia menjual sebagian koin untuk membeli item game, menukarnya dengan uang, atau melepasnya melalui forum.

400 BTC yang Tak Pernah Disimpan Utuh

Ferry menjelaskan bahwa klaim dirinya pernah memiliki 400 Bitcoin sering disalahartikan. Banyak orang mengira ia membeli ratusan BTC lalu menyimpannya hingga harga melonjak.

Namun, menurut Ferry, perjalanan Bitcoin miliknya penuh pasang surut.

Sebagian koin pernah tersimpan di platform exchange awal yang kemudian runtuh, seperti Mt. Gox pada 2014. Sebagian lainnya juga digunakan atau dijual dalam berbagai transaksi selama bertahun-tahun.

Seiring waktu, teknologi kripto berkembang dan harga Bitcoin terus meningkat. Namun, jumlah koin yang ia miliki juga terus berkurang karena berbagai transaksi tersebut hingga pada akhirnya hanya menyisakan sembilan koin.

BACA JUGA:  Bitcoin Keluar Massal dari Bursa, Smart Money Lagi Gerak?

“Waktu itu harganya US$68.000. ATH November. Ya lumayan tapi enggak 683 miliar juga tapi okelah okelah untuk bangun untuk bangun Malaka, untuk bangun beberapa bisnis dan usaha,” ujar Ferry.

Ferry Irwandi Masih Percaya Bitcoin

Meski tidak lagi memiliki ratusan Bitcoin, Ferry mengaku masih menyimpan BTC hingga sekarang. Ia menyebut dirinya tetap percaya pada BTC, tetapi dengan pendekatan investasi jangka panjang.

“Aku tipe yang sangat konservatif. Aku punya satu dua blue chip. Bitcoin sama obligasi,” jelasnya.

Menurut Ferry, di usia produktif seperti sekarang, fokus utamanya bukan sekadar trading atau berspekulasi di pasar. Ia lebih memilih membangun bisnis dan meningkatkan human capital.

Ia juga menyoroti fenomena anak muda yang tertarik menjadi trader kripto karena melihat potensi keuntungan besar.

“Berdasarkan riset, yang benar-benar berhasil itu cuma sekitar 2 persen. Untuk bisa punya Persona, McLaren, Ferrari, itu only 2 persen,” katanya.

Ferry Irwandi Soroti Tujuan Bitcoin, Benarkah Selama Ini Disalahpahami?

Karena itu, Ferry menilai saat ini bukan waktunya mengejar keuntungan cepat di pasar. Baginya, yang lebih penting adalah menjaga nilai aset dan membangun fondasi keuangan untuk jangka panjang.

BACA JUGA:  Bitcoin vs Geopolitik, Begini Kata Data On-Chain

Pada akhirnya, kisah Ferry Irwandi menunjukkan bahwa perjalanan di dunia kripto tidak selalu berjalan mulus seperti yang sering terlihat di media sosial. Ada fase naik turun, kehilangan aset, hingga keputusan menjual Bitcoin pada waktu tertentu.

Meski demikian, pengalaman tersebut membentuk cara pandangnya terhadap investasi. Bagi Ferry, BTC bukan sekadar alat untuk mencari keuntungan cepat, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga nilai aset.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait