Begini Pandangan IMF Terkait Stablecoin

Lembaga keuangan global dan pemerintah di dunia kini mulai secara serius mengkaji peran stablecoin, pasalnya, meski terlihat inovatif, beberapa dari mereka menilai bahwa aset digital ini membawa risiko besar.

Dana Moneter Internasional (IMF) menyatakan bahwa stablecoin memang mampu memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan, tetapi potensi manfaat tersebut datang dengan risiko besar bagi bank sentral.

IMF Soroti Risiko Pergeseran Kedaulatan Moneter

Dalam laporan yang dirilis pada Kamis (04/12/2025), IMF menyoroti bahaya “currency substitution”, yakni kondisi ketika mata uang lokal tergeser oleh penggunaan mata uang digital berdenominasi asing. 

“Berbeda dengan dolarialisasi tradisional yang membutuhkan uang tunai fisik atau rekening bank berdenominasi mata uang asing, stablecoin berdenominasi valuta asing dapat memasuki suatu ekonomi dengan cepat hanya melalui internet,” tulis IMF.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Lembaga tersebut memperingatkan bahwa jika aktivitas ekonomi beralih dari mata uang lokal ke stablecoin asing, bank sentral berisiko kehilangan kendali atas kebijakan moneter. Pergeseran ini dinilai dapat mengikis kedaulatan moneter dalam jangka panjang.

BACA JUGA:  Tak Sekadar Stablecoin, Tether Bangun Imperium Bisnis di Banyak Sektor

IMF juga menambahkan bahwa kehadiran stablecoin sebagai layanan pembayaran lintas negara berpotensi membuat mata uang digital bank sentral atau CBDC kesulitan bersaing secara sehat, terutama jika adopsi stablecoin meningkat tanpa regulasi yang memadai.

Mengenal Central Bank Digital Currency (CDBC) yang Sering Dikira Sama Seperti Kripto!

Berbeda dengan stablecoin yang diterbitkan pihak swasta, CBDC merupakan mata uang digital yang sepenuhnya dikelola oleh bank sentral. Karena itu, dominasi stablecoin asing dipandang mampu menciptakan ketimpangan besar dalam ekonomi suatu negara.

Adopsi Stablecoin Meningkat Tajam

IMF juga mencatat bahwa penggunaan stablecoin terus meningkat di kawasan Afrika, Timur Tengah, Amerika Latin, dan Karibia. Peningkatan ini terjadi seiring melemahnya kepercayaan terhadap mata uang lokal, terutama di negara-negara dengan inflasi tinggi

Namun, tren ini menimbulkan tantangan bagi negara berkembang. Meningkatnya adopsi stablecoin membatasi kendali bank sentral dan berpotensi membuat negara terlalu bergantung pada mata uang asing, sehingga stabilitas ekonomi domestik terancam.

BACA JUGA:  Jupiter Hadirkan Sistem Pembayaran QR, Fiat dan Kartu USDC

“Jika porsi signifikan dari aktivitas ekonomi beralih ke stablecoin berdenominasi mata uang asing, kendali bank sentral atas likuiditas domestik dan suku bunga dapat melemah, sehingga transmisi kebijakan moneter terganggu,” tegas IMF.

Pertumbuhan adopsi stablecoin juga tercermin dari data pasar. Menurut DeFiLlama, kapitalisasi pasar stablecoin meningkat drastis dibanding beberapa tahun terakhir, naik lebih dari 100 persen menjadi sekitar US$300 miliar. 

Kapitalisasi Pasar Stablecoin - DeFiLlama
Kapitalisasi Pasar Stablecoin – DeFiLlama

Meski inovatif, IMF menekankan bahwa pertumbuhan stablecoin yang cepat harus diimbangi dengan regulasi yang tepat. Tanpa kerangka aturan yang memadai, risiko terhadap stabilitas moneter dan kedaulatan ekonomi bisa meningkat.

Peran Stablecoin dalam Sistem Keuangan Modern

Di tengah sorotan IMF, sejumlah negara mulai mengambil langkah tegas. Pemerintah Tiongkok sebelumnya menggelar rapat besar untuk membahas risiko penyalahgunaan stablecoin yang belum memenuhi standar KYC dan AML. 

BACA JUGA:  OJK Percaya Konsumen Aset Digital Terus Tumbuh di 2026

Stablecoin yang tidak diawasi berpotensi digunakan untuk pencucian uang, penipuan, dan transfer dana ilegal lintas batas. Regulasi ketat dianggap penting untuk menjaga keamanan finansial dan kedaulatan moneter.

Sementara itu, Amerika Serikat mengambil pendekatan berbeda. AS semakin terbuka terhadap stablecoin setelah mengesahkan GENIUS Act, regulasi yang memberi kepastian bagi penerbit sekaligus membuka ruang inovasi tanpa mengabaikan pengawasan. 

Perbedaan pendekatan ini menunjukkan bagaimana stablecoin kini bukan sekadar inovasi teknologi, tetapi juga menjadi faktor penting dalam menentukan arah masa depan sistem keuangan modern.

Tiongkok Perketat Pengawasan Kripto, Stablecoin Jadi Sasaran

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia