Spekulasi soal identitas Satoshi Nakamoto kembali mencuat, terutama setelah munculnya berbagai dokumen yang mengaitkan nama Jeffrey Epstein dengan lingkaran awal Bitcoin.
Menanggapi hal tersebut, Oscar Darmawan memiliki pandangan yang berbeda. Ia menilai Epstein kemungkinan besar bukan sosok di balik Satoshi, namun bisa saja memiliki koneksi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam penciptaan Bitcoin.
Dalam video podcast yang diunggah di kanal YouTube Therese Learns pada Sabtu (21/03/2026), Oscar membahas spekulasi ini dari sudut pandang yang lebih rasional.
Jeffrey Epstein dan Lingkaran Awal Bitcoin
Oscar menegaskan bahwa dirinya tidak percaya bahwa Epstein adalah Satoshi Nakamoto. Namun, ia melihat adanya kemungkinan keterkaitan secara tidak langsung.
“Kalau ditanya apakah dia Satoshi Nakamoto, menurut saya bukan. Tapi apakah dia punya hubungan dengan lingkar awal? Kenapa tidak?” jelasnya.
Menurutnya, Bitcoin merupakan teknologi yang sangat teknis, sementara Jeffrey Epstein tidak dikenal sebagai sosok dengan latar belakang teknis yang mendalam.
Pandangan ini sejalan dengan berbagai temuan sebelumnya yang menunjukkan bahwa Epstein memiliki akses ke jaringan elit, termasuk institusi dan individu dalam perkembangan awal Bitcoin.
Dengan jaringan yang luas, Oscar menilai Jeffrey Epstein lebih mungkin berperan sebagai penghubung atau pelobi, bukan pencipta teknologi itu sendiri.
Antara Fakta dan Teori Konspirasi
Meski banyak teori liar bermunculan, Oscar menilai sebagian besar narasi tersebut sering kali terlalu dipaksakan dan tidak didukung bukti yang kuat
Ia menyoroti kecenderungan publik yang kerap menghubungkan berbagai peristiwa yang sebenarnya tidak memiliki keterkaitan langsung.
“Kadang-kadang itu cuma digatuk-gatukin saja, disambung-sambungin,” ujarnya.
Menurutnya, rumor seperti keterlibatan Epstein dalam Bitcoin hingga isu lain seperti COVID-19 lebih banyak dipengaruhi oleh narasi yang berkembang, bukan data konkret.
Identitas Satoshi Nakamoto Masih Menjadi Misteri
Di tengah berbagai spekulasi, Oscar justru melihat bahwa misteri Satoshi Nakamoto masih belum mendekati titik terang hingga saat ini.
Ia menilai bahwa pendekatan berbasis teori konspirasi tidak akan cukup untuk mengungkap identitas Satoshi Nakamoto yang sebenarnya secara objektif.
Sebaliknya, ia menekankan bahwa yang lebih penting adalah memahami bagaimana Bitcoin bekerja dan berkembang hingga saat ini secara menyeluruh.
Pandangan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik berbagai narasi tentang identitas dan konspirasi, kekuatan utama Bitcoin tetap terletak pada teknologi dan ekosistemnya, bukan pada siapa penciptanya.
Misteri Satoshi Nakamoto: Mengapa Kita Tak Perlu Tahu Siapa Dia Sebenarnya?
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



