Kabar pendirian bursa kripto baru di Indonesia kembali mencuat. Konglomerat Samsudin Andi Arsyad, alias Haji Isam, dikabarkan tengah bersiap memasuki pasar kripto. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa proses perizinan saat ini masih berlangsung.
OJK Tinjau Proses Perizinan Bursa Kripto Baru
Dikutip dari laporan CNBC pada Sabtu (08/11/2025), Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi, mengungkapkan bahwa pengajuan izin bursa kripto baru masih dalam tahap evaluasi.
“Masih dalam proses pemenuhan persyaratan. Kalau ada yang kurang, kami minta lengkapi dulu. Proses ini yang harus dijalani,” jelas Hasan Fawzi usai gelaran FEKDI x IFSE 2025 di Jakarta.
Tahapan perizinan, menurut Hasan, mencakup evaluasi modal, kesiapan kelembagaan, serta sistem dan konektivitas teknologi. Bursa kripto yang diajukan harus mampu terintegrasi dengan lembaga kliring, tempat penyimpanan (crypto custody), dan pedagang aset digital.
Selain itu, OJK menilai kemampuan dan kepatutan pengurus, komisaris, serta direksi calon bursa sebelum memberikan persetujuan. Proses ini dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan bursa memenuhi standar yang ditetapkan.
Saat ini, Indonesia hanya memiliki satu bursa kripto resmi berizin OJK, yakni PT Bursa Komoditi Nusantara atau Commodity Future Exchange (CFX), yang sudah secara resmi beroperasi sejak Juli 2023.
Nama Besar Mulai Lirik Pasar Aset Digital
Sejumlah tokoh ternama disebut tengah menyiapkan izin pendirian bursa baru ke OJK, termasuk Oscar Darmawan, pendiri Indodax, dan Hamdi Hassarbaini, CEO PT Sentra Bitwewe Indonesia.
Selain itu, Pahala Mansury, mantan Wakil Menteri BUMN, serta Pang Xue Kai, mantan CEO salah satu crypto exchange terbesar, Tokocrypto, juga masuk dalam daftar calon pengelola bursa baru.
Para tokoh ini didukung oleh investor besar, seperti Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam, dan Hapsoro Sukmonohadi, suami Ketua DPR RI Puan Maharani. Kehadiran investor ini dinilai akan memperkuat modal dan kredibilitas bursa yang tengah dipersiapkan.
“Proses perizinan memang panjang, tapi kami yakin bursa baru ini akan membawa inovasi dan pilihan lebih luas bagi investor di Indonesia,” ujar Hasan Fawzi.
Kinerja Bursa Kripto yang Ada Tetap Moncer
Sementara itu, berdasarkan laporan Kontan yang dipublikasikan pada akhir Oktober lalu, bursa yang sudah beroperasi, PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN), menunjukkan kinerja yang solid sepanjang sembilan bulan pertama 2025.
Emiten ini mencatat pendapatan Rp204,6 miliar atau naik hampir 19 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan laba bersih Rp41,1 miliar dan EBITDA Rp100,7 miliar.
Dengan persiapan bursa baru yang tengah berjalan dan kinerja solid bursa yang ada, pasar kripto Indonesia tampaknya siap memasuki babak baru, membuka peluang lebih luas bagi investor sekaligus mendorong inovasi di sektor aset digital dalam negeri.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



