Begini Prediksi Bitcoin dari Grayscale Setelah Ambles 50 Persen dari ATH

Penurunan harga Bitcoin lebih dari 50 persen dari rekor tertingginya memicu pertanyaan besar dari banyak pihak. Apakah ini tanda bahwa pasar bearish akan bertahan lebih lama atau justru peluang emas sebelum reli berikutnya dimulai?

Di tengah ketidakpastian tersebut, Grayscale merilis analisa yang memaparkan dua skenario bagi BTC. Laporan yang dipublikasikan pada Jumat (26/06/2026) itu mengulas berbagai faktor yang berpotensi menentukan arah harga Bitcoin dalam beberapa bulan ke depan.

Grayscale Nilai Penurunan Bitcoin Masih Wajar

Bitcoin baru saja mengalami koreksi terdalam dalam siklus kali ini. Setelah menyentuh sekitar US$125.000 pada Oktober 2025, harga BTC kini telah turun 50 persen dan bahkan sempat diperdagangkan di bawah level US$60.000.

Meski koreksinya tajam, Grayscale menilai kondisi tersebut masih tergolong wajar. Perusahaan itu menyebut pergerakan harga saat ini masih mengikuti pola koreksi siklus yang berulang di tengah tren kenaikan jangka panjang Bitcoin.

“Menurut kami, penurunan terbaru harga BTC merupakan bagian dari koreksi siklus yang masih berada dalam tren kenaikan jangka panjang Bitcoin,” tulis Grayscale dalam laporannya.

BACA JUGA:  Robert Kiyosaki: Cash is Trash! Saatnya Pindah ke Bitcoin
Grafik Harga Bitcoin dengan Siklus dengan Trend - Grayscale
Grafik Harga Bitcoin dengan Siklus dengan Trend – Grayscale

Grayscale juga menilai koreksi seperti ini merupakan bagian dari proses yang sehat dalam sebuah siklus pasar. Penurunan tajam dinilai tidak serta-merta menandakan berakhirnya tren bullish Bitcoin dalam jangka panjang.

Di balik pelemahan harga BTC, terdapat sejumlah faktor makro yang memberikan tekanan. Salah satu pemicu utamanya adalah berubahnya ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat, The Fed.

Sebelumnya, pasar memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga. Namun, inflasi yang masih tinggi membuat ekspektasi berbalik menjadi kenaikan suku bunga, sehingga aset berisiko seperti Bitcoin kehilangan daya tariknya.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan
Ekspetasi Suku Bunga The Fed - Grayscale
Ekspetasi Suku Bunga The Fed – Grayscale

Tiga Faktor yang Menentukan Nasib Bitcoin ke Depan

Grayscale menjelaskan bahwa perubahan kebijakan The Fed bukan satu-satunya tantangan yang dihadapi Bitcoin saat ini. Ada beberapa katalis lain yang ikut membentuk sentimen investor dalam jangka pendek.

Pertama, masih adanya ketidakpastian mengenai pengesahan CLARITY Act di AS. Regulasi tersebut dinilai dapat memberikan kepastian hukum bagi industri aset digital, sehingga perkembangannya terus menjadi perhatian pelaku pasar.

Kedua, perusahaan seperti Strategy yang selama ini dikenal agresif mengakumulasi Bitcoin mulai menghadapi tekanan. Jika tekanan tersebut berlanjut, aksi deleveraging dapat memberikan beban tambahan terhadap pasar.

BACA JUGA:  Robert Kiyosaki: Banyak Investor Bitcoin Rugi Karena Alasan Ini

Selain itu, meningkatnya perhatian terhadap risiko keamanan dari perkembangan komputasi kuantum juga ikut menciptakan kehati-hatian di kalangan investor. Meski masih bersifat jangka panjang, isu tersebut mulai masuk dalam pertimbangan pasar.

Namun, di sisi lain, Grayscale melihat fondasi industri kripto justru semakin kuat. Persetujuan produk perpetual futures, pertumbuhan stablecoin, tokenisasi aset, adopsi blockchain oleh institusi, hingga tren sosial dinilai terus mendorong perkembangan.

“Tren sosial dan politik yang menjadi fondasi kripto masih kuat. Pertumbuhan utang pemerintah yang tidak terkendali, menurunnya kepercayaan terhadap lembaga perantara, serta pesatnya perkembangan AI dapat mendorong kebutuhan akan sistem pembayaran alternatif,” tambah mereka.

Grayscale Beberkan Dua Skenario Besar untuk BTC

Dalam laporan tersebut, Grayscale memaparkan dua skenario yang dapat menentukan arah pergerakan Bitcoin setelah koreksi. Kedua skenario bergantung pada perkembangan ekonomi dan regulasi dalam beberapa bulan mendatang.

Prediksi Pergerakan Harga Bitcoin - Grayscale
Prediksi Pergerakan Harga Bitcoin – Grayscale

Pada skenario baseline, CLARITY Act berhasil lolos di Senat Amerika Serikat. Strategy juga mampu memperkuat neraca keuangannya, sementara The Fed memilih menahan kenaikan suku bunga.

BACA JUGA:  Ini 3 Jenis Ancaman Komputer Kuantum terhadap Aset Kripto Menurut Google Quantum AI!

Jika rangkaian sentimen positif tersebut dapat terwujud, Grayscale menilai bahwa harga Bitcoin kemungkinan sudah berada sangat dekat dengan titik terendah dalam siklus pasar saat ini.

Sebaliknya, skenario negatif muncul apabila regulasi CLARITY Act gagal disahkan tahun ini. Tekanan deleveraging semakin meluas, sementara inflasi memaksa The Fed kembali menaikkan suku bunga.

Dalam kondisi tersebut, Bitcoin dinilai masih berpotensi mengalami penurunan lebih lanjut. Meski begitu, mereka memperkirakan koreksi kali ini tidak akan sedalam siklus-siklus sebelumnya.

Menurut Grayscale, permintaan institusional yang kini jauh lebih kuat berpotensi membatasi besarnya penurunan. Karena itu, perusahaan tetap optimistis prospek Bitcoin dalam jangka menengah hingga panjang masih terjaga.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait