Belanda Pesta Gol, Jerman Comeback, Trader Polymarket Rugi Rp47 Miliar

Dua pertandingan besar Piala Dunia 2026 menghadirkan drama yang tidak hanya terjadi di atas lapangan. Di balik kemenangan Belanda dan Jerman, sejumlah trader di platform pasar prediksi Polymarket justru harus menelan kerugian setelah taruhan mereka berakhir meleset.

Kombinasi hasil laga Belanda kontra Swedia dan Jerman melawan Pantai Gading pada Minggu (21/06/2026) membuat sejumlah posisi taruhan bernilai jutaan dolar hangus. Secara kumulatif, trader yang bertaruh pada skenario sebaliknya menanggung kerugian hingga US$2,62 juta

Belanda Bikin Kejutan, Posisi Trader Bernilai Jutaan Dolar Ludes

Pertandingan Grup F antara Belanda dan Swedia menjadi salah satu pasar prediksi paling ramai di Piala Dunia 2026. Volume taruhan pada laga ini mencapai US$34 juta, mencerminkan tingginya minat trader terhadap duel dua kekuatan Eropa tersebut.

Menjelang pertandingan, banyak trader mengambil posisi “No” atau bertaruh bahwa Belanda tidak akan memenangkan laga. Pilihan itu dianggap cukup masuk akal setelah De Oranje hanya bermain imbang 2-2 melawan Jepang pada pertandingan sebelumnya.

Di sisi lain, Swedia datang dengan kepercayaan diri tinggi usai menggilas Tunisia 5-1 pada laga pembuka. Hasil tersebut membuat tim asuhan Graham Potter dipandang memiliki momentum kuat untuk semakin dekat ke babak gugur.

BACA JUGA:  Pionex World Cup 2026 Bagi-Bagi Emas Rp1,8 Miliar, Begini Cara Ikutnya!

Namun yang terjadi di Houston berbeda. Tim asuhan Ronald Koeman tampil dominan dan berhasil menghancurkan Swedia dengan skor 5-1. Kemenangan ini sekaligus menegaskan status Belanda sebagai salah satu kandidat kuat di Piala Dunia 2026.

Hasil tersebut membuat sejumlah trader menelan kerugian. Akun ramadamaramadam tercatat kehilangan US$378.000, disusul 0x4be1 sebesar US$354.585. Sementara itu, Grenderen merugi US$249.368, wr0ngw4yb3tt0r kehilangan US$243.453, dan Gourmet1 merugi US$193.497.

Trader yang Merugi pada Laga Belanda vs Swedia di Piala Dunia 2026 - Polymarket
Trader yang Merugi pada Laga Belanda vs Swedia di Piala Dunia 2026 – Polymarket

Secara keseluruhan, lima trader terbesar di pasar ini membukukan kerugian lebih dari US$1,41 juta. Angka tersebut menjadi salah satu kerugian terbesar yang tercatat pada pasar prediksi pertandingan Belanda sepanjang turnamen sejauh ini.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Jerman Bangkit, Pantai Gading Gagal Curi Poin

Drama serupa terjadi pada laga Grup E antara Jerman dan Pantai Gading. Prediciton market ini bahkan mencatat volume taruhan yang lebih besar, yakni mencapai angka US$53 juta.

Banyak trader mengambil posisi bahwa Jerman tidak akan menang. Keputusan tersebut sempat terlihat tepat ketika Pantai Gading berhasil unggul lebih dulu melalui gol Franck Kessié pada menit ke-29.

BACA JUGA:  Kost Mewah di Medan Ternyata Pabrik Vape Narkoba, Bitcoin Jadi Alat Transaksi

Meski mendominasi penguasaan bola, Jerman kesulitan menembus pertahanan lawan. Penampilan gemilang kiper Yahia Fofana membuat sejumlah peluang dari Kai Havertz dan Jamal Musiala gagal berbuah gol.

Situasi berubah setelah Julian Nagelsmann melakukan sejumlah pergantian pemain. Masuknya Deniz Undav, Nadiem Amiri, dan Jamie Leweling memberikan energi baru bagi lini serang Der Panzer yang sebelumnya terlihat buntu.

Undav kemudian menjadi pahlawan. Striker tersebut mencetak gol penyeimbang pada menit ke-68 sebelum kembali mencetak gol kemenangan dramatis pada menit 90+4. Jerman pun membalikkan keadaan dan menang 2-1 atas Pantai Gading.

Kemenangan tersebut sekaligus menghancurkan harapan banyak trader. Sassy-Bucket merugi US$282.726, disusul 0x8139 dengan kerugian US$272.000. Sbsigner kehilangan US$254.641, sementara 0xc41d merugi US$226.231 dan Grenderen kehilangan US$171.563.

Trader yang Merugi pada Laga Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026 - Polymarket
Trader yang Merugi pada Laga Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026 – Polymarket

Hampir Rp47 Miliar Hilang dalam Dua Laga Piala Dunia 2026

Jika digabungkan, lima trader terbesar pada pasar Belanda vs Swedia kehilangan sekitar US$1,42 juta. Sementara itu, lima trader terbesar pada pasar Jerman vs Pantai Gading mencatat kerugian sekitar US$1,21 juta.

BACA JUGA:  Fan Token Skotlandia Jadi Buah Bibir Usai Pecah Kutukan 36 Tahun di Piala Dunia

Artinya, total kerugian dari kedua pasar tersebut mencapai US$2,62 juta atau setara Rp46,74 miliar. Angka fantastis ini menunjukkan bagaimana satu hasil pertandingan dapat mengubah nasib posisi taruhan bernilai jutaan dolar hanya dalam waktu 90 menit.

Di sisi lain, hasil ini kembali menunjukkan betapa sulitnya memprediksi sepak bola. Saat mayoritas trader Polymarket merasa yakin pada satu skenario, pertandingan justru bisa berjalan ke arah yang sama sekali berbeda.

Bagi para trader Polymarket, kemenangan telak Belanda dan comeback dramatis Jerman menjadi pengingat bahwa kejutan selalu menjadi bagian dari Piala Dunia. Dalam hitungan menit, prediksi yang terlihat meyakinkan bisa berubah.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait