Seorang trader di platform pasar prediksi Polymarket menjadi sorotan setelah meraih keuntungan besar dari hasil pertandingan Belgia melawan Iran di Piala Dunia 2026.
Trader tersebut diketahui memasang posisi senilai sekitar US$340.000 pada kontrak “Belgium NOT to win” atau Belgia tidak menang, dan berhasil memperoleh pembayaran lebih dari US$1,1 juta setelah pertandingan berakhir imbang tanpa gol.
Posisi tersebut menawarkan pembayaran sekitar US$1.106.636,66 apabila Belgia gagal meraih kemenangan. Dengan hasil akhir 0-0 pada laga tersebut, taruhan itu berhasil diselesaikan sesuai prediksi sehingga menghasilkan keuntungan sekitar US$766.000, setara Rp13,65 miliar.

Belgia Difavoritkan Menang, Satu Trader Justru Cuan dari Skenario Sebaliknya
Keputusan trader tersebut menarik perhatian karena diambil saat mayoritas pasar masih mengunggulkan Belgia untuk menang.
Menjelang pertandingan Piala Dunia 2026 itu, probabilitas kemenangan Belgia di Polymarket berada di kisaran 69 hingga 70 persen. Sementara peluang hasil imbang diperdagangkan di sekitar 20 persen dan kemenangan Iran hanya sekitar 12 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa trader tersebut mengambil posisi yang bertentangan dengan konsensus pasar. Alih-alih mengikuti mayoritas pengguna yang mendukung kemenangan Belgia, ia memilih skenario bahwa tim berjuluk De Rode Duivels itu gagal meraih tiga poin.
Hasil akhir pertandingan kemudian membuktikan prediksi tersebut. Belgia dan Iran bermain imbang 0-0 dalam laga Grup G Piala Dunia 2026, membuat kontrak “Belgium NOT to win” berakhir sebagai posisi yang menang.
Meski skor akhir tidak menghasilkan gol, jalannya pertandingan berlangsung cukup dramatis. Belgia tampil lebih dominan dalam penguasaan bola dan beberapa kali menciptakan peluang berbahaya. Namun upaya mereka untuk membobol gawang Iran terus menemui hambatan.
Salah satu faktor utama yang menggagalkan kemenangan Belgia adalah performa kiper Iran, Alireza Beiranvand. Penjaga gawang tersebut melakukan sejumlah penyelamatan penting, termasuk menggagalkan peluang emas Belgia dari jarak dekat. Penampilannya membantu Iran mempertahankan skor imbang hingga peluit akhir dibunyikan.
Diwarnai Kartu Merah dan Gol yang Dianulir
Pertandingan juga diwarnai sejumlah momen krusial yang berpengaruh terhadap hasil akhir. Pada menit ke-66, Belgia harus bermain dengan 10 orang setelah bek Nathan Ngoy menerima kartu merah langsung akibat pelanggaran terhadap Mehdi Taremi yang sedang bergerak menuju gawang.
Keunggulan jumlah pemain memberi Iran kesempatan lebih besar untuk menekan lawan pada sisa pertandingan. Meski demikian, tim asal Timur Tengah tersebut juga gagal memanfaatkan situasi itu untuk mencetak gol kemenangan.
Iran sebenarnya sempat menggetarkan gawang Belgia pada babak pertama melalui Mehdi Taremi. Namun setelah dilakukan pemeriksaan melalui Video Assistant Referee (VAR), gol tersebut dianulir karena offside. Keputusan itu membuat kedudukan tetap 0-0 dan menjaga ketegangan pertandingan hingga menit-menit terakhir.
Hasil imbang tersebut turut membuat persaingan Grup G Piala Dunia 2026 semakin terbuka. Sebelumnya Belgia juga hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Mesir, sementara Iran membuka turnamen dengan hasil seri 2-2 saat menghadapi Selandia Baru.
Dengan demikian, baik Belgia maupun Iran masih belum mencatat kemenangan setelah dua pertandingan pertama mereka di Piala Dunia 2026. Di sisi lain, hasil tersebut justru menjadi kabar terbaik bagi trader Polymarket yang berani mengambil posisi berlawanan dengan mayoritas pasar.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


