Harga Bitcoin kembali menunjukkan penguatan dalam perdagangan terbaru di tengah meningkatnya perhatian pelaku pasar terhadap potensi pergerakan besar berikutnya.
Pada saat artikel ini disusun, Bitcoin (BTC) diperdagangkan di kisaran US$62.834, setara Rp1,12 miliar, mencatat kenaikan 2,37 persen dalam 24 jam dan menguat 5,31 persen selama sepekan.
Di sisi lain, volume perdagangan harian tercatat mencapai US$25,92 miliar, turun sekitar 35,06 persen dibandingkan sehari sebelumnya.
Pergerakan tersebut muncul ketika pasar masih berupaya menentukan arah tren berikutnya setelah beberapa pekan mengalami volatilitas. Sejumlah analis teknikal dan data on-chain mulai melihat adanya sinyal penting yang dapat menjadi penentu apakah harga Bitcoin akan melanjutkan pemulihan atau justru kembali menghadapi tekanan jual dalam waktu dekat.
Bitcoin Lepas dari Tekanan Bearish, Reli Besar Mulai Terbentuk
Di tengah penguatan tersebut, analis Clifton menilai harga Bitcoin telah memberikan sinyal teknikal yang selama ini dinantikan investor. Berdasarkan grafik 4 jam yang dibagikannya, BTC berhasil mengonfirmasi breakout ke atas dari major trend line yang sebelumnya membatasi pergerakan harga selama beberapa pekan.

Menurutnya, keberhasilan menembus resistance dinamis tersebut menjadi indikasi bahwa tekanan bearish mulai melemah dan peluang terbentuknya fase bullish baru semakin terbuka. Area sekitar US$60.900 hingga US$61.500 kini dipandang sebagai support penting yang perlu dipertahankan agar struktur kenaikan tetap valid.
Jika mampu bertahan di atas zona tersebut, momentum beli dinilai berpotensi mendorong harga Bitcoin melanjutkan kenaikan menuju kisaran US$74.700. Proyeksi tersebut menjadikan garis tren yang telah ditembus sebagai level kunci untuk mengonfirmasi keberlanjutan tren naik.
Kenaikan Harga Bitcoin Dinilai Belum Akhiri Tren Turun
Meski demikian, tidak semua analis melihat reli terbaru sebagai awal dari pembalikan tren. Menurut analis Kaz, Bitcoin masih bergerak sesuai skenario yang sebelumnya ia proyeksikan.

Berdasarkan grafiknya, Kaz mengamati area US$62.400–US$63.200 sebagai resistance pertama yang telah disentuh pasar. Selanjutnya, ia menunggu harga Bitcoin naik menuju kisaran US$63.800–US$64.300 sebagai extended retest.
Zona tersebut dinilai lebih ideal untuk mulai membangun posisi swing short karena berpotensi membentuk pola lower high sebelum tren turun berlanjut.
Ia juga berpendapat bahwa kenaikan yang terjadi saat ini lebih mencerminkan relief pump setelah liquidity sweep penyapuan likuiditas di sekitar US$58.000, bukan awal tren bullish baru.
Menurutnya, dasar harga atau bottom belum terbentuk sehingga setelah fase kenaikan ini selesai, Bitcoin masih berpotensi turun kembali menuju sekitar US$60.000 sebelum melanjutkan pelemahan ke kisaran US$50.000.
Aktivitas Whale Meningkat, Pergerakan Besar Bitcoin Kian Dekat
Sementara itu, analisis on-chain terbaru XWIN Japan di CryptoQuant menunjukkan Bitcoin berpotensi memasuki periode volatilitas yang lebih tinggi. Hal tersebut terlihat dari lonjakan arus masuk ke bursa yang mencapai hampir 50.000 BTC pada 30 Juni, menjadi salah satu peningkatan terbesar sepanjang tahun ini.

Laporan tersebut juga mencatat rata-rata ukuran deposit ke bursa meningkat dari sekitar 1 BTC menjadi 2 BTC, mengindikasikan aktivitas investor besar atau institusi semakin intensif.
Di saat yang sama, arus masuk Ethereum ke bursa turut meningkat, sementara transaksi deposit altcoin juga melonjak ke level yang terakhir terlihat sebelum koreksi besar Bitcoin sebelumnya.
Meski demikian, XWIN Japan menilai lonjakan dana ke bursa tidak otomatis berarti investor sedang bersiap melakukan aksi jual. Pergerakan tersebut juga dapat mencerminkan perpindahan aset sebagai jaminan (collateral) atau persiapan untuk aktivitas perdagangan derivatif.
Menurut mereka, data on-chain lebih tepat dipandang sebagai sinyal bahwa pelaku pasar sedang menata ulang posisi menjelang pergerakan besar berikutnya.
“Data saat ini menunjukkan bahwa pergerakan yang menentukan kemungkinan segera terjadi, sehingga investor perlu meningkatkan kewaspadaan, bukan memperkuat keyakinan pada satu arah pasar,” ujar XWIN Japan.
XWIN Japan juga menekankan bahwa investor sebaiknya tidak hanya memantau arus masuk ke bursa, tetapi turut memperhatikan indikator lain seperti arus dana ETF, Coinbase Premium, Apparent Demand dan likuiditas stablecoin. Menurut mereka, arah harga Bitcoin selanjutnya pada akhirnya akan ditentukan oleh masuk atau tidaknya modal baru ke pasar kripto.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


