Berapa banyak XRP yang sebenarnya masih dimiliki Ripple? Informasi tersebut tidak harus diketahui hanya melalui unggahan media sosial atau perkiraan pihak lain. Data XRP Ripple dapat diperiksa melalui informasi resmi perusahaan dan kemudian dibandingkan dengan catatan publik pada XRP Ledger (XRPL).
Berdasarkan data resmi Ripple, perusahaan mencatat 37.656.053.914 XRP sebagai total XRP yang masih dipegang per 30 Juni 2026. Dari jumlah tersebut, 32,6 miliar XRP ditempatkan dalam escrow, sedangkan sekitar 62,33 miliar XRP telah didistribusikan.
Namun, angka tersebut tidak berarti puluhan miliar XRP berada di satu dompet yang dapat digunakan Ripple kapan saja. Sebagian besar kepemilikan XRP Ripple berada dalam mekanisme escrow di XRP Ledger.
Karena blockchain tersebut bersifat publik, pengguna juga dapat melakukan pengecekan sendiri untuk memahami bagaimana XRP tersebut tersimpan.
Mulai dari Data Resmi Kepemilikan XRP Ripple
Cara paling sederhana adalah membuka halaman XRP resmi milik Ripple dan mencari bagian “Facts about XRP.” Di sana Ripple menampilkan total XRP yang dipegang perusahaan, jumlah yang telah didistribusikan, serta XRP yang ditempatkan dalam escrow.

Ripple menjelaskan bahwa informasi kepemilikannya diperbarui berdasarkan posisi pada hari terakhir setiap kuartal. Per 30 Juni 2026, perusahaan mencatat total kepemilikan sekitar 37,65 miliar XRP, dengan 32,6 miliar XRP berada dalam escrow.
Ada satu hal penting ketika membaca data tersebut. Jumlah 32,6 miliar XRP dalam escrow tidak perlu ditambahkan lagi ke angka 37,65 miliar XRP. Dalam penjelasan Ripple, kepemilikan perusahaan dibagi menjadi XRP yang tersedia di wallet dan XRP yang masih terkena penguncian escrow secara on-chain.
Artinya, pembaca tidak seharusnya menyimpulkan bahwa Ripple memiliki 37,65 miliar XRP ditambah 32,6 miliar XRP. Angka escrow merupakan bagian dari struktur kepemilikan yang dilaporkan perusahaan.
Cara Mengeceknya Melalui XRP Ledger Explorer
Setelah melihat data dari Ripple, langkah selanjutnya adalah membandingkannya dengan catatan blockchain. Salah satu pilihan yang relatif mudah adalah menggunakan XRP Ledger Explorer di Bithomp.
Bithomp menyediakan halaman “XRP Allocation” yang mengelompokkan pasokan XRP berdasarkan kategori. Berdasarkan data terbaru, sekitar 32 miliar XRP dikategorikan sebagai Ripple Escrow, sementara sekitar 3,54 miliar XRP berada dalam kategori Ripple.

Cara mengeceknya cukup sederhana. Pengguna dapat membuka pilihan “blockchain,” lalu pilih halaman “XRP Allocation,” kemudian melihat bagian “Distribution by Category.” Pada bagian tersebut tersedia kategori Ripple Escrow, Ripple, Active Wallets, Known Services, AMM Pools hingga XRP yang telah di-burn.
Pengguna juga dapat membuka explorer Bithomp dan memasukkan alamat XRP tertentu pada kolom pencarian. Explorer kemudian akan menampilkan informasi seperti saldo akun, transaksi yang dilakukan, aset yang tersimpan serta aktivitas wallet di XRP Ledger.
Perlu diperhatikan bahwa data explorer pihak ketiga tidak selalu harus identik dengan laporan Ripple. Bithomp mengelompokkan XRP berdasarkan wallet atau akun yang telah berhasil diidentifikasi dan diberi label. Karena itu, data explorer lebih tepat digunakan sebagai alat verifikasi dan pembanding terhadap angka resmi perusahaan.
Mengapa Banyak XRP Ripple yang Masih Terkunci?
Untuk memahami mengapa kepemilikan Ripple begitu besar, pengguna perlu melihat bagaimana XRP awalnya didistribusikan. Berdasarkan dokumentasi resmi XRP Ledger, sebanyak 100 miliar XRP telah dibuat sejak awal, sehingga XRP tidak ditambang seperti Bitcoin.
Dokumentasi tersebut juga menjelaskan bahwa para Pendiri XRP Ledger memberikan 80 miliar XRP kepada Ripple, yang pada saat itu masih bernama OpenCoin, agar perusahaan membantu mengembangkan penggunaan dan ekosistem XRP Ledger.
Kemudian pada 2017, Ripple menempatkan 55 miliar XRP ke dalam escrow untuk membuat jumlah XRP yang memasuki supply lebih dapat diprediksi. Riwayat dan mekanisme ini juga dijelaskan dalam dokumentasi XRP Ledger.
Escrow tersebut bukan sekadar catatan internal perusahaan. XRP benar-benar dikunci menggunakan fitur yang berjalan di XRP Ledger. Aaset yang berada di dalam escrow tidak dapat digunakan sampai syarat pelepasannya terpenuhi.
Dengan demikian, melihat jumlah XRP Ripple tanpa membedakan XRP yang tersedia dan yang masih terkunci dapat memberikan gambaran yang kurang tepat mengenai kemampuan Ripple menggunakan kepemilikannya.
Jangan Hanya Mengecek Satu Wallet Ripple
Kesalahan lain yang perlu dihindari adalah mencari satu alamat milik Ripple, melihat saldonya, lalu menganggap saldo tersebut mewakili seluruh kepemilikan perusahaan.
XRP yang berkaitan dengan Ripple tidak harus berada dalam satu alamat. Sebagian kepemilikan juga berada dalam escrow. Hal tersebut terlihat dari data distribusi Bithomp, yang memisahkan kategori Ripple dan Ripple Escrow.
Karena itu, cara yang lebih tepat untuk mengecek kepemilikan XRP Ripple adalah memulai dari angka resmi perusahaan, kemudian melihat berapa banyak XRP yang berada dalam escrow dan membandingkannya dengan distribusi yang tercatat pada XRP Ledger explorer.
Metode ini sekaligus memperlihatkan salah satu karakteristik blockchain publik. Saldo, transaksi dan mekanisme escrow dapat diperiksa secara terbuka sehingga pengguna tidak sepenuhnya bergantung pada klaim yang beredar di media sosial.
Dengan cara tersebut, pengguna bukan hanya mengetahui berapa banyak XRP Ripple yang masih dimiliki perusahaan, tetapi juga memahami perbedaan antara XRP yang tersedia dan XRP yang masih terkunci dalam escrow. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


