Otoritas keamanan dari Tiongkok, AS dan Uni Emirat Arab (UEA) berhasil membongkar jaringan scam kripto internasional yang beroperasi di Dubai setelah menjalankan operasi gabungan lintas negara untuk kali pertama.
Dalam operasi tersebut, aparat menutup sembilan pusat operasi penipuan digital dan menangkap 276 tersangka yang diduga terlibat dalam berbagai aksi penipuan investasi berbasis aset kripto.
Laporan Xinhua News Agency pada Minggu (17/5/2026) menyebut jaringan tersebut menjalankan modus “pig-butchering scam,” yakni penipuan yang diawali dengan pendekatan romantis kepada korban melalui media sosial dan aplikasi percakapan.
Setelah membangun hubungan emosional selama beberapa waktu, pelaku kemudian mengarahkan korban untuk menanamkan dana ke platform investasi kripto palsu dengan iming-iming keuntungan tinggi.
Kasus ini menjadi perhatian internasional karena melibatkan kerja sama aparat keamanan dari tiga negara besar dalam memburu jaringan scam kripto lintas negara yang disebut telah menargetkan korban dari berbagai wilayah.
Operasi tersebut dilaporkan melibatkan Kepolisian Dubai, FBI dari AS dan Kementerian Keamanan Publik Tiongkok.
“Kepolisian Tiongkok akan terus memperdalam kerja sama pragmatis dengan lebih banyak negara, melakukan penindakan bersama, membongkar secara menyeluruh jaringan penipuan telekomunikasi, dan melakukan segala upaya untuk menangkap tersangka yang terlibat dalam kejahatan tersebut guna secara efektif melindungi hak dan kepentingan sah masyarakat di semua negara,” ujar seorang Pejabat Kementerian.
Modus Chat Romantis hingga Investasi Kripto Palsu
Dalam praktiknya, jaringan scam kripto tersebut menggunakan pendekatan psikologis untuk memanipulasi korban. Pelaku biasanya memulai percakapan santai melalui platform media sosial, lalu membangun hubungan personal secara intens selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.
Setelah korban mulai percaya, pelaku memperkenalkan peluang investasi aset digital yang diklaim mampu memberikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Korban kemudian diarahkan masuk ke platform investasi palsu yang dibuat menyerupai bursa atau aplikasi trading profesional.
Dalam sejumlah kasus, korban sempat diberikan keuntungan kecil pada tahap awal agar semakin yakin terhadap sistem investasi tersebut. Namun ketika dana yang disetor mulai membesar, akses platform mendadak hilang dan dana korban tidak dapat ditarik kembali.
Aparat menyebut jaringan tersebut tidak hanya menjalankan scam kripto berbasis hubungan romantis, tetapi juga diduga terlibat dalam penipuan imbal hasil tinggi, pencucian uang lintas negara, serta aktivitas keuangan ilegal berbasis aset digital lainnya.
Sebagian tersangka disebut berasal dari beberapa negara Asia dan menjalankan operasinya secara terorganisir dari kompleks khusus di Dubai.
Dubai Jadi Target Operasi Internasional
Operasi penindakan ini disebut menjadi salah satu aksi terbesar terhadap jaringan scam kripto internasional dalam beberapa tahun terakhir. Media internasional melaporkan bahwa kompleks yang digunakan para pelaku dirancang menyerupai pusat operasional profesional dengan sistem komunikasi dan target korban yang telah dipetakan sebelumnya.
Fenomena scam kripto dengan modus hubungan romantis sendiri terus meningkat secara global dalam beberapa tahun terakhir. Pelaku memanfaatkan tingginya penggunaan media sosial dan aplikasi percakapan untuk mencari korban baru dari berbagai negara.
Selain itu, penggunaan aset kripto dinilai memudahkan pelaku memindahkan dana lintas negara secara cepat sehingga memperumit proses pelacakan. Dana hasil penipuan biasanya dipindahkan melalui berbagai wallet digital atau platform transaksi untuk mengaburkan jejak transaksi.
Sebelum kasus di Dubai mencuat, pola operasi serupa juga banyak ditemukan di kawasan Asia Tenggara seperti Kamboja, Myanmar dan Laos. Namun pembongkaran terbaru ini menunjukkan bahwa jaringan scam kripto kini semakin luas dan mampu membangun operasi berskala besar di pusat bisnis internasional seperti Dubai.
Otoritas keamanan dari ketiga negara menyatakan investigasi terhadap jaringan tersebut masih terus berlangsung, termasuk penelusuran kemungkinan adanya korban tambahan dan aliran dana lain yang terkait dengan aktivitas penipuan digital internasional tersebut.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


