Berita Kripto Minggu Ini: Jejak Epstein, Crash Maut, hingga Sosok Misterius di Podcast!

Dunia kripto melewati salah satu pekan paling gaduh di awal tahun 2026. Dari terbongkarnya dokumen Jeffrey Epstein yang menyeret sejarah awal Bitcoin, spekulasi baru soal identitas Satoshi Nakamoto, crash pasar yang melumat miliaran dolar, hingga kemunculan figur anonim Skyholic di ruang publik. Berikut rangkuman isu-isu kripto paling panas dalam sepekan terakhir.

BACA JUGA: Viral! Ada Upaya Pemerasan Crazy Rich Sampai Wallet Timothy Ronald Terungkap

Email Epstein Buka Luka Lama

Nama Jeffrey Epstein kembali menghantui dunia kripto. Sejumlah email lama yang muncul dalam dokumen DOJ mengungkap klaim Epstein mengaku pernah berbicara dengan para pendiri Bitcoin. Pemilihan kata founders, bukan founder, langsung mengguncang narasi lama tentang Satoshi Nakamoto sebagai sosok tunggal dan anonim.

Email Jeffrey Epstein Tentang Pencipta Bitcoin - Minus Wells
Email Jeffrey Epstein Tentang Pencipta Bitcoin – Minus Wells

Klaim itu terasa janggal mengingat pada periode tersebut Bitcoin masih berada jauh dari arus utama. Namun, email-email ini menempatkan Epstein seolah memiliki akses langsung ke lingkaran awal pencipta Bitcoin, memunculkan pertanyaan besar tentang sejauh mana jejaring elit berperan dalam sejarah awal aset digital terbesar dunia.

IKLAN
Chat via WhatsApp

MIT, Dana Tersembunyi, dan Fase Paling Rapuh Bitcoin

Benang merah Epstein tak berhenti di email. Skandal donasi tersembunyi ke MIT Media Lab kembali disorot, terutama kaitannya dengan MIT Digital Currency Initiative (DCI). Pada periode krisis pendanaan Bitcoin Core, MIT DCI menjadi penopang utama pengembang inti seperti Gavin Andresen dan Wladimir van der Laan.

BACA JUGA:  Waspada Potensi PHK Massal di Crypto Exchange Indonesia
Email Joichi Ito dengan Jeffrey Epstein Bitcoin - DOJ
Email Joichi Ito dengan Jeffrey Epstein – DOJ

Fakta bahwa sebagian dana tersebut berasal dari Epstein mengubah cara publik memandang fase krusial Bitcoin. Meski tak ada bukti bahwa Epstein mengendalikan jaringan, kedekatannya dengan infrastruktur vital Bitcoin menambah dimensi baru soal sejarah Bitcoin yang tak sepenuhnya steril dari kekuasaan dan uang elit.

BACA JUGA: Epstein Files, MIT, dan Bayang-Bayang di Balik Bitcoin

Satoshi Bukan Satu Orang? Misteri Lama Kian Gelap

Klaim Epstein kembali menghidupkan teori lama bahwa Satoshi Nakamoto mungkin bukan satu individu. Jika Bitcoin memang diciptakan oleh sebuah kelompok, banyak anomali lama menjadi masuk akal, mulai dari gaya bahasa berbeda, aktivitas lintas zona waktu, hingga kompleksitas kode awal Bitcoin.

Spekulasi identitas Satoshi selama ini sudah menyasar banyak nama, dari Hal Finney hingga Nick Szabo. Kini, lapisan baru muncul bukan dari bukti teknis, melainkan dari akses sosial dan relasi elit yang sebelumnya jarang disentuh dalam diskusi publik.

BACA JUGA:  Tragis! Anak Purbaya Rungkad Rp4,9 Miliar Akibat Crypto Crash Hari Ini

BACA JUGA: Epstein Files Picu Spekulasi, Satoshi Nakamoto Diduga Bukan Satu Orang

Crash Brutal: Likuidasi US$2,4 Miliar, Anak Purbaya Rugi Rp4,9 Miliar

Di tengah isu dokumen Epstein, pasar kripto justru dihantam crash mendadak. Bitcoin anjlok hingga menyentuh US$77.000, sementara Ethereum dan altcoin lain ikut terpuruk. Data menunjukkan total likuidasi menembus US$2,4 miliar hanya dalam hitungan jam.

Salah satu korban yang mencuri perhatian publik adalah Yudo Sadewa, putra kedua Purbaya Yudhi Sadewa, yang mengaku terkena margin call hingga Rp4,9 miliar. Kasus ini mencerminkan dampak brutal leverage tinggi di tengah volatilitas ekstrem pasar kripto.

Margin Call yang Dialami Anak Purbaya
Margin Call yang Dialami Anak Purbaya

Tak hanya figur publik, banyak trader Indonesia dilaporkan mengalami nasib serupa. Pengakuan kerugian ratusan juta rupiah membanjiri media sosial dan grup komunitas kripto. Crash ini menjadi pengingat keras bahwa leverage, meski menjanjikan keuntungan cepat, bisa berubah menjadi jebakan mematikan saat pasar berbalik arah secara tiba-tiba.

BACA JUGA: Tragis! Anak Purbaya Rungkad Rp4,9 Miliar Akibat Crypto Crash Hari Ini

Skyholic Muncul di Podcast? Publik Terpecah antara Fakta dan Spekulasi

Adam Deni dan Sosok yang Didaug Skyholic dalam Podcast Deddy Corbuzier
Adam Deni dan Sosok yang Didudag Skyholic dalam Podcast Deddy Corbuzier

Di sisi lain, jagat kripto Indonesia diramaikan spekulasi soal identitas Skyholic888, akun anonim yang dikenal vokal membantu korban dugaan penipuan Timothy Ronald. Sebuah unggahan yang mengaitkan Skyholic dengan podcast Deddy Corbuzier memicu kehebohan, apalagi setelah beredar foto seorang perempuan yang diduga berada di balik akun tersebut.

BACA JUGA:  Kenapa Timothy Ronald Belum Dipanggil Polisi? Ini Penjelasan Skyholic

Nama Agnes Stefani pun ikut terseret dalam spekulasi. Namun, pernyataan Skyholic yang mengklaim tidak berada di Indonesia kembali mengaburkan identitasnya. Hingga kini, publik masih menunggu klarifikasi yang bisa memisahkan fakta dari asumsi liar.

BACA JUGA: Benarkah Wanita di Podcast Deddy Corbuzier adalah Skyholic?

Kripto, Kekuasaan, dan Risiko Nyata

Pekan ini menunjukkan bahwa dunia kripto bukan hanya soal grafik harga dan teknologi. Ia bersinggungan dengan jejaring kekuasaan, dana tersembunyi, risiko leverage ekstrem, hingga figur anonim yang bergerak di balik layar. Dari Epstein Files hingga crash pasar dan drama lokal, misteri kripto justru semakin dalam ketika fakta mulai terkuak.

Itulah rangkuman kabar kripto minggu ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [msn]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia