Berita Kripto Minggu Ini, Reli Bitcoin hingga Ledakan Aktivitas Robinhood Chain

Pasar kripto kembali diwarnai berbagai perkembangan menarik sepanjang 30 Agustus hingga 6 September 2026. Mulai dari reli Bitcoin yang sempat menembus US$80.000, ledakan aktivitas Robinhood Chain, token unlock bernilai ratusan juta dolar, hingga stablecoin yang semakin mendapat perhatian.

Rangkuman Berita Kripto Terbaru Minggu Ini

Bitcoin Masih Berjuang di US$80.000

Berita kripto terbaru minggu ini kembali dibuka dengan Bitcoin. Setelah reli kuat yang dimulai pada pertengahan Agustus, BTC memasuki pekan baru dengan pergerakan yang belum sepenuhnya stabil.

Pada 30 Agustus, harga Bitcoin bergerak di sekitar US$77.500 setelah sebelumnya mendekati US$81.000. Momentum kemudian muncul dan membuka peluang menuju area US$84.000 jika breakout mampu bertahan.

Namun, jalannya tidak mudah. Glassnode menempatkan US$83.000 hingga US$86.000 sebagai area suplai penting yang berpotensi menahan kenaikan.

Harga Bitcoin Dekati Zona Panas, Bull Trap Siap Telan Pembeli yang Telat?

Bitcoin sempat kembali menembus US$81.000 sebelum turun ke sekitar US$79.600. Area US$82.000 hingga US$84.000 kini menjadi ujian penting untuk menentukan apakah reli dapat berlanjut.

Di tengah pergerakan tersebut, Bitcoin Spot ETF AS mencatat inflow sekitar US$730,9 juta pada 3 September. Fidelity juga menilai November 2026 menarik untuk diperhatikan karena berdekatan dengan siklus empat tahun sejak bottom November 2022.

Altcoin dan Meme Coin Ikut Panas

Pergerakan Bitcoin membuat perhatian trader kembali bergeser menuju altcoin. Sepanjang pekan, XMR, LIT, MNT, DASH, RENDER, JASMY, ARB, FLR, UNI hingga ETHFI masuk radar setelah mulai mendekati resistance ataupun keluar dari fase konsolidasi.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Menjelang akhir pekan, sejumlah kripto seperti DASH, PEPE, ZEC, ENA dan FLOKI ikut menunjukkan pergerakan agresif, menandakan rotasi pasar yang masih terus berlangsung.

BACA JUGA:  Harga SOL Jalan di Tempat, Momentum ke US$75 Mulai Dibidik

Meme coin juga kembali ramai. PENGU memimpin dibanding PEPE dan SHIB setelah naik lebih dari 35 persen dalam sebulan. PEPE melejit 23 persen sejak pertengahan Agustus, sedangkan SHIB menguat lebih dari 20 persen.

Lomba Reli Meme Coin: SHIB, PEPE, dan PENGU, Siapa Paling Kencang?

Di tengah pergerakan tersebut, kripto PONS di Robinhood Chain turut mencuri perhatian setelah mencatat reli impresif dan menjadi salah satu token yang ramai diperbincangkan sepanjang pekan.

Namun, tambahan suplai tetap menjadi risiko yang perlu diperhatikan. Token unlock sekitar US$820 juta dijadwalkan berlangsung pada awal September, mencakup HYPE, SUI, EIGEN dan ENA.

Kripto HYPE menjadi yang terbesar dengan sekitar 9,92 juta token senilai kurang lebih US$797 juta dijadwalkan terbuka pada 6 September.

Robinhood Chain Meledak, Meme Coin Terbang 17.000 Persen

Salah satu cerita terbesar pekan ini datang dari Robinhood Chain. Pada 30 Agustus, volume DEX jaringan tersebut mencetak rekor sekitar US$875 juta, dengan Uniswap v4 dan v3 menjadi penyumbang terbesar.

Aktivitas jaringan ikut meningkat hingga sekitar 5,52 juta transaksi harian. Pons bahkan digunakan untuk meluncurkan sekitar 22.600 token baru dalam sehari.

Pertumbuhan juga terlihat pada perdagangan meme coin dan token saham. Data Dune menunjukkan volume pasangan meme coin-stock sempat mencapai sekitar US$240 juta dalam sehari.

Meme Coin x Saham Makin Panas, Robinhood Chain Cetak Rekor Baru

Robinhood Stock Tokens kemudian menyalip Binance bStocks dari jumlah holder. Robinhood mencatat sekitar 862.800 holder, sedangkan Binance berada di kisaran 827.200.

BACA JUGA:  Berita Kripto Terbaru Minggu Ini, Bitcoin Bangkit hingga Kasus Address Poisoning

Sisi spekulatifnya juga terlihat dalam drama Robinhood dan CEO AMC Entertainment. Perseteruan terkait token saham AMC memicu munculnya kripto MEME yang sempat melonjak sekitar 17.000 persen dalam 24 jam.

Kapitalisasinya bahkan sempat menembus US$150 juta sebelum terkoreksi, memperlihatkan betapa cepat sentimen, meme dan token saham dapat berubah menjadi spekulasi besar.

OJK Perketat Pengawasan Kripto Indonesia

Berita kripto dari Indonesia juga kembali ramai. Satgas PASTI menghentikan kegiatan YWWSDC dan RTHAE setelah keduanya diketahui belum memiliki izin sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital.

Di sisi lain, OJK memperluas edukasi mengenai kripto, RWA dan stablecoin melalui Digital Financial Literacy di Politeknik Negeri Batam yang melibatkan lebih dari 500 mahasiswa.

Aktivitas perdagangan domestik juga memberikan temuan menarik. Data CFX menunjukkan USDT mencatat transaksi sekitar Rp279,43 miliar, lebih dari tiga kali transaksi Bitcoin yang berada di sekitar Rp83,70 miliar.

Bukan Bitcoin, Kripto Ini Justru Jadi Raja Transaksi di Indonesia

Ethereum menyusul dengan Rp25,72 miliar, XRP Rp22,28 miliar dan Solana Rp15,77 miliar. Besarnya aktivitas USDT menunjukkan peran stablecoin yang semakin penting sebagai jalur likuiditas pasar.

Stablecoin Masuk Radar G20, Polymarket Diburu Institusi

Perkembangan stablecoin juga menjadi sorotan global. Dalam pertemuan G20 pada 31 Agustus hingga 1 September, negara anggota membahas implikasi lintas batas dari perkembangan stablecoin.

IMF memperkirakan kapitalisasi stablecoin global telah mencapai sekitar US$300 miliar pada Agustus, dengan hampir 99 persen berdenominasi dolar AS.

BACA JUGA:  Harga ETH Sentuh Level Langganan Rebound, US$9.000 Jadi Target Reli

Perkembangan lain datang dari Rusia. Aturan baru yang mulai berlaku pada 1 September membuka jalur bagi investor berkualifikasi untuk mengakses aset digital asing, termasuk USDC.

USDC Dapat Jalur Baru di Rusia, Potensi Pasar Tembus US$46 Miliar

Sementara itu, Polymarket kembali menarik perhatian setelah muncul kabar putaran pendanaan sekitar US$1 miliar yang dipimpin 1789 Capital.

Jika transaksi tersebut terealisasi, valuasi Polymarket berpotensi naik dari sekitar US$15 miliar menjadi US$21 miliar. Platform tersebut sebelumnya juga mendapat investasi besar dari Intercontinental Exchange.

Pasar Kripto Panas, tapi Risiko Belum Hilang

Secara keseluruhan, pasar kripto sepanjang 30 Agustus hingga 6 September 2026 masih mempertahankan momentum pemulihan. BTC mencoba bertahan di US$80.000, sementara altcoin, meme coin dan aktivitas on-chain mulai semakin ramai.

Dari sisi industri, Robinhood Chain mencetak sejumlah rekor, OJK memperkuat pengawasan aset digital, stablecoin masuk dalam pembahasan G20, sementara Polymarket terus menarik perhatian investor institusional.

Meski begitu, risiko belum sepenuhnya mereda. Bitcoin resistance, token unlock dalam jumlah besar, hingga spekulasi ekstrem pada koin meme masih menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan.

Memasuki pekan berikutnya, area US$82.000 hingga US$84.000 berpotensi menjadi zona penting untuk menentukan apakah reli Bitcoin mampu berlanjut atau kembali kehilangan momentum.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait