Kerajaan Bhutan berencana menjalankan node validator di jaringan blockchain Sei Network pada kuartal pertama (Q1) 2026 sebagai bagian dari strategi nasional untuk memperkuat infrastruktur digital dan mempercepat transformasi teknologi negara tersebut.
Inisiatif ini dilakukan melalui kolaborasi antara Sei Development Foundation dan Druk Holding and Investments Ltd (DHI), perusahaan induk investasi milik pemerintah Bhutan.
Peluncuran validator tersebut akan menempatkan Bhutan sebagai salah satu aktor negara yang berperan langsung dalam mengamankan dan mengoperasikan jaringan blockchain publik berbasis proof-of-stake (PoS).
Dengan menjadi validator, Bhutan akan terlibat dalam proses verifikasi transaksi, menjaga stabilitas jaringan, serta berpartisipasi dalam tata kelola ekosistem Sei.
“Kerajaan Bhutan adalah negara yang cepat mengadopsi teknologi canggih untuk mendukung inisiatif ekonomi dan sosial nasional, dan kami bangga telah dipilih oleh DHI InnoTech untuk menerapkan infrastruktur Sei dalam mendukung prioritas nasional,” ujar Kepala Sains dan Inovasi di Sei Development Foundation, Eleanor Davies, dalam siaran pers pada Selasa (20/1/2026).
Kerja sama ini mencakup pengembangan infrastruktur teknis, pelatihan sumber daya manusia, serta integrasi teknologi blockchain ke dalam berbagai sektor strategis Bhutan. DHI melalui unit teknologinya, DHI InnoTech, akan memimpin implementasi proyek tersebut di tingkat nasional.
Langkah ini juga sejalan dengan komitmen Bhutan untuk memanfaatkan teknologi digital guna meningkatkan layanan publik, efisiensi ekonomi dan daya saing negara di tingkat global.
Sebelumnya, Bhutan telah terlibat dalam berbagai proyek teknologi, termasuk inisiatif identitas digital dan eksplorasi penggunaan aset kripto.
Peran Validator dan Dampaknya bagi Ekosistem Sei
Sebagai validator di Sei Network, Bhutan akan berkontribusi langsung dalam proses konsensus blockchain yang memastikan keamanan dan keabsahan transaksi. Validator bertugas memverifikasi blok, menjaga ketersediaan jaringan, serta membantu mempertahankan integritas sistem.
Sei Network sendiri dikenal sebagai blockchain berperforma tinggi yang dirancang untuk aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan perdagangan aset digital. Dengan fokus pada kecepatan transaksi dan efisiensi biaya, jaringan ini menarik minat institusi yang ingin mengembangkan solusi berbasis blockchain dalam skala besar.
Kolaborasi dengan Bhutan dinilai sebagai langkah strategis untuk memperluas adopsi institusional Sei di kawasan Asia Selatan.
Selain menjalankan validator, kedua pihak juga membuka peluang kerja sama lanjutan dalam bidang tokenisasi aset, pembayaran digital, serta pengembangan layanan publik berbasis blockchain.
“DHI berharap dapat membangun momentum ini dan terus mengeksplorasi peluang yang berdampak dengan Sei Development Foundation sejalan dengan tujuan transformasi digital Bhutan,” ujar Kepala Departemen Inovasi dan Teknologi DHI, Phuntsho Namgay.
Menurut DHI, pengoperasian validator bukan hanya berfungsi sebagai proyek teknis, tetapi juga sebagai fondasi bagi inovasi digital yang lebih luas. Infrastruktur blockchain dinilai dapat mendukung transparansi, efisiensi dan keamanan dalam berbagai layanan pemerintahan maupun sektor swasta.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



