Transaksi jual-beli aset kripto di exchange Indonesia tidak hanya soal memilih koin yang tepat, tapi juga soal menghitung biaya transaksi secara cermat. Tiap platform memiliki struktur biaya yang berbeda, mulai dari fee untuk maker dan taker, hingga pajak kripto dan biaya tambahan lainnya. Yuk, cari tahu biaya transaksi di crypto exchange lokal terbaru 2026 berikut ini!
BACA JUGA: 10 Crypto Exchange Indonesia Terbaik 2026 yang Diawasi OJK
Biaya Transaksi di Crypto Exchange Indonesia 2026
Pada tahun 2026 ini, sejumlah exchange dalam negeri melakukan pembaruan biaya transaksi di dalam platformnya. Kehadiran fitur trading futures juga menambah jenis biaya baru bagi para investor aset kripto. Berikut ini adalah update terbarunya:
Update Biaya Transaksi Crypto Exchange
Mulai Agustus 2025, kripto tidak lagi dianggap komoditas, tapi aset keuangan seperti surat berharga sehingga tidak kena PPN. Pajaknya juga berubah, saat ini transaksi aset kripto hanya dikenakan PPh final (0,21 persen lewat platform resmi atau 1 persen lewat luar negeri), sementara jasa terkait seperti platform dan mining punya aturan pajak tersendiri, dan kepemilikan kripto wajib dilaporkan di SPT tahunan sebagai aset.
BACA JUGA: Cek Dulu! Ini Minimum Deposit Rupiah di Crypto Exchange Indonesia!
Komponen Biaya Crypto Exchange
Ketika kamu membeli atau menjual aset kripto di platform exchange lokal, kamu akan dikenakan beberapa jenis biaya. Biaya-biaya ini bisa memengaruhi nilai investasi kamu, terutama jika kamu aktif melakukan trading.
Untuk itu, penting untuk memahami biaya transaksi di crypto exchange Indonesia, agar kamu bisa mengambil keputusan yang lebih bijak saat bertransaksi. Berikut ini penjelasan komponen biaya yang umum dikenakan:
1. Maker Fee
Maker adalah pengguna yang membuat order baru dan belum langsung tereksekusi. Order ini menunggu di order book hingga ada pengguna lain yang cocok. Karena membantu menciptakan likuiditas di pasar, biaya maker fee biasanya lebih rendah dibanding taker. Namun, besaran fee ini bisa berbeda-beda tergantung kebijakan platform.
2. Taker Fee
Taker adalah pengguna yang mengambil order yang sudah ada di order book. Karena langsung mengeksekusi transaksi dan “mengambil” likuiditas dari pasar, taker fee umumnya lebih tinggi dari maker. Ini adalah biaya yang paling sering dikenakan bagi pengguna yang ingin transaksi instan.
3. PPh (Pajak Penghasilan)
Setelah aturan PMK 50/2025 berlaku, setiap transaksi kripto hanya dikenakan pajak PPh final yang langsung dipotong oleh platform tempat kamu jual beli. Kalau kamu pakai platform resmi dalam negeri (PAKD), pajaknya 0,21 persen, sedangkan kalau lewat platform luar negeri, pajaknya lebih tinggi yaitu 1 persen jadi kamu tidak perlu repot menghitung atau membayar manual karena semuanya sudah otomatis dipotong saat transaksi.
BACA JUGA: 30 Crypto Exchange Legal yang Terdaftar di Bursa CFX 2026!
5. CFX Fee
CFX Fee adalah biaya yang dikenakan kepada Anggota Bursa Berjangka Aset Kripto dan Anggota Kliring Berjangka Aset Kripto, sesuai Perba No. 9/2024. Biaya ini diatur dalam Surat Edaran CFX & KKI No. 003/SEB/CFX-KKI/X/2024 dan No. 004/SEB/CFX-KKI/X/2024. Biaya CFX ini:
- Sudah termasuk PPN
- Dihitung berdasarkan nilai total transaksi
- Disetorkan langsung ke CFX, bukan ke platform exchange
Karena sifatnya diatur regulasi, besaran PPN, PPH, dan CFX Fee di semua platform sama. Namun, biaya maker dan taker bisa berbeda, sehingga penting membandingkan antar exchange sebelum memilih platform trading kripto
Daftar Biaya Transaksi di Crypto Exchange Indonesia 2026
Setiap exchange kripto di Indonesia memiliki struktur biaya yang sedikit berbeda. Selain maker dan taker fee, pengguna juga dikenakan PPh dan CFX Fee yang berlaku sesuai regulasi. Namun, total biaya transaksi bisa berbeda tergantung strategi trading dan pilihan market (IDR atau USDT). Berikut adalah perbandingan biaya transaksi di crypto exchange Indonesia terbaru 2026:
| Exchange | Market | Total Maker Fee | Total Taker Fee |
|---|---|---|---|
| Pintu | IDR | 0,1311 persen (beli) / 0,3411 persen (jual) | 0,1811 persen (beli) / 0,3911 persen (jual) |
| Reku | Pro Mode | 0,1111 persen (beli) / 0,3211 persen (jual) | 0,1111 persen (beli) / 0,3211 persen (jual) |
| Pluang | IDR | 0,1111 persen (beli) / 0,3211 persen (jual) | 0,1611 persen (beli) / 0,3711 persen (jual) |
| Indodax | IDR | 0,1111 persen (beli) / 0,3211 persen (jual) | 0,2111 persen (beli) / 0,4211 persen (jual) |
| Indodax | USDT | 0,2622 persen | 0,2922 persen |
| Tokocrypto | IDR | 0,1111 persen (beli) / 0,3211 persen (jual) | 0,2111 persen (beli) / 0,422 persen (jual) |
| Tokocrypto | USDT | 0,3822 persen | 0,3822 persen |
Catatan: Baik maker maupun taker akan dikenakan PPh jika berada pada posisi jual, semua posisi beli tidak dikenakan PPN maupun PPh. Biaya di atas bisa berubah sewaktu-waktu, periksa halaman resmi setiap exchange untuk mengetahui update terbaru.
Kalau kamu mau tahu rincian biaya transaksi dari setiap crypto exchange di atas, berikut ini adalah penjelasannya:
1. Biaya Transaksi Pintu
Pintu dikenal dengan antarmuka yang simpel, cocok buat pemula. Platform ini menetapkan maker dan taker fee cukup kompetitif, tapi tetap menerapkan biaya pajak dan CFX sesuai regulasi.
| Komponen | Maker | Taker |
|---|---|---|
| Trading Fees | 0,12 persen | 0,17 persen |
| PPh | 0,21 persen | 0,21 persen |
| CFX Fee | 0,0111 persen | 0,0111 persen |
| Total | 0,1311 persen (beli) / 0,3411 persen (jual) | 0,1811 persen (beli) / 0,3911 persen (jual) |
Biaya Transaksi Pintu Futures
Pintu saat ini juga menawarkan fasiiltas trading futures dengan leverage hingga hingga 25x. Berbeda dengan trading spot atau pro, fasilitas Pintu Futures sudah termasuk PPN dan tidak dikenakan PPH, berikut ini adalah rincian biaya terbarunya:
BACA JUGA: 5 Crypto Exchange Tempat Trading Futures di Indonesia
| Komponen | Maker | Taker |
|---|---|---|
| Trading Fees | 0,12 persen | 0,12 persen |
| CFX Fee | 0,0555 persen | 0,1655 persen |
| Total | 0,1755 persen | 0,2865 persen |
2. Biaya Transaksi Reku
Reku punya dua mode yaitu Lightning Mode dan Pro Mode. Buat yang mau hemat, Lightning Mode jadi opsi paling murah karena hanya dikenakan pajak dan CFX Fee.
| Komponen | Maker | Taker |
|---|---|---|
| Trading Fees | 0,10 persen | 0,10 persen |
| PPh | 0,21 persen | 0,21 persen |
| CFX Fee | 0,0111 persen | 0,0111 persen |
| Total | 0,1111 persen (beli) / 0,3211 persen (jual) | 0,1111 persen (beli) / 0,3211 persen (jual) |
Catatan: Di Lightning Mode, Reku hanya mengenakan pajak dan CFX Fee (tanpa maker–taker fee), jadi total biaya lebih rendah.
Biaya Transaksi Reku Futures
Reku Futures menawarkan trading menggunakan leverage tinggi dengan bantuan berbagai fitur profesional dan pilihan lebih dari 90 aset kripto di dalamnya. Layanan ini beroperasi 24 jam dan sudah terilisensi oleh OJK. Berikut adalah rincian biayanya:
| Komponen | Maker | Taker |
|---|---|---|
| Trading Fees | 0,1 persen | 0,1 persen |
| PPN | 0,011 persen | 0,011 persen |
| CFX Fee | 0,0555 persen | 0,1655 persen |
| Total | 0,1655 persen | 0,1655 persen |
3. Biaya Transaksi Pluang
Pluang menawarkan biaya yang cukup efisien di kelasnya dengan struktur fee yang simpel dan transparan. Platform ini cocok buat pengguna yang ingin diversifikasi ke berbagai aset dengan biaya relatif rendah.
| Komponen | Maker | Taker |
|---|---|---|
| Trading Fees | 0,10 persen | 0,15 persen |
| PPh | 0,21 persen | 0,21 persen |
| CFX Fee | 0,0111 persen | 0,0111 persen |
| Total | 0,1111 persen (beli) / 0,3211 persen (jual) | 0,1611 persen (beli) / 0,3711 persen (jual) |
Biaya Transaksi Pluang Crypto Futures
Produk Crypto Futures di Pluang memungkinkan kamu trading aset kripto dengan sistem kontrak berjangka, jadi kamu bisa tetap berpotensi cuan baik saat harga naik maupun turun (long & short). Dengan fitur leverage, modal kecil bisa membuka posisi lebih besar, tapi risikonya juga lebih tinggi. Berikut adalah rincian biayanya
| Komponen | Maker | Taker |
|---|---|---|
| Trading Fees | 0,1 persen | 0,1 persen |
| CFX Fee | 0,05 persen | 0,15 persen |
| PPN | 0,0165 persen | 0,0275 persen |
| Total | 0,1665 persen | 0,2775 persen |
4. Biaya Transaksi Indodax
Indodax adalah salah satu exchange tertua di Indonesia. Biaya transaksi Indodax berbeda tergantung market-nya, di IDR market lebih rendah, tapi di USDT market CFX fee yang dikenakan lebih tinggi.
IDR Market
| Komponen | Maker | Taker |
|---|---|---|
| Trading Fees | 0,10 persen | 0,20 persen |
| PPh | 0 persen / 0,21 persen | 0 persen / 0,21 persen |
| CFX Fee | 0,022 persen | 0,022 persen |
| Total | 0,1111 persen (beli) / 0,3211 persen (jual) | 0,2111 persen (beli) / 0,4211 persen (jual) |
USDT Market
| Komponen | Maker | Taker |
|---|---|---|
| Trading Fees | 0,03 persen | 0,06 persen |
| PPh | 0,21 persen | 0,21 persen |
| CFX Fee | 0,0222 persen | 0,0222 persen |
| Total | 0,2622 persen | 0,2922 persen |
5. Biaya Transaksi Tokocrypto
Tokocrypto cocok buat yang ingin akses ke Binance liquidity via market USDT. Tapi, perlu dicatat, biaya transaksi di USDT market lebih tinggi dibanding IDR market karena perbedaan pajak dan CFX Fee.
IDR Market
| Komponen | Maker | Taker |
|---|---|---|
| Trading Fees | 0,10 persen | 0,20 persen |
| PPh | 0 persen / 0,21 persen | 0 persen / 0,21 persen |
| CFX Fee | 0,0111 persen | 0,0111 persen |
| Total | 0,1111 persen (beli) / 0,3211 persen (jual) | 0,2111 persen (beli) / 0,422 persen (jual) |
USDT Market
| Komponen | Maker | Taker |
|---|---|---|
| Trading Fees | 0,15 persen | 0,15 persen |
| PPh | 0,21 persen | 0,21 persen |
| CFX Fee | 0,0222 persen | 0,0222 persen |
| Total | 0,3822 persen | 0,3822 persen |
Exchange Crypto Indonesia dengan Fee Termurah
Dari hasil perbandingan biaya transaksi di crypto exchange Indonesia terpopuler, terlihat bahwa setiap platform memiliki struktur biaya yang berbeda tergantung pada kebijakan internal serta jenis market (IDR atau USDT) yang digunakan. Secara umum, biaya untuk transaksi dibagi menjadi dua jenis:
- Biaya maker, yang mencakup komponen maker fee, CFX Fee, dan PPh jika merupakan transaksi jual.
- Biaya taker, yang terdiri dari taker fee, PPh jika transaksi jual, dan CFX Fee
PPh dan CFX Fee memiliki besaran tetap yang mengikuti ketentuan regulator. Namun, variabel utama yang membedakan total biaya antar platform adalah besaran maker dan taker fee itu sendiri.
Berdasarkan total biayanya, exchange crypto Indonesia dengan fee termurah adalah Reku, khususnya melalui Lightning Mode karena tidak mengenakan maker dan taker fee sehingga pengguna hanya membayar pajak dan CFX Fee. Saat menggunakan Pro Mode, Reku tetap menjadi yang paling kompetitif, dengan total biaya maker dan taker hanya 0,1111 – 0,3211 persen.
Sementara itu, platform dengan biaya transaksi tertinggi adalah Tokocrypto USDT Market, baik untuk maker maupun taker, dengan total biaya sebesar 0,3822 persen. Hal ini disebabkan oleh kombinasi trading fee yang relatif tinggi dan CFX Fee yang lebih besar di pasar USDT.
Apa Saja Biaya Lain yang Perlu Diperhatikan?
Selain biaya maker dan taker yang dibebankan saat jual beli kripto, ada beberapa biaya lain yang juga perlu kamu perhatikan. Pertama adalah spread, yaitu selisih antara harga beli dan harga jual. Spread bisa berbeda-beda di tiap platform, dan semakin besar selisihnya, semakin besar pula potensi kerugian tersembunyi, terutama saat kamu ingin segera menjual kembali asetmu.
Kedua, ada biaya deposit rupiah. Beberapa exchange memang menawarkan deposit gratis lewat transfer bank, tapi untuk metode lain seperti virtual account atau e-wallet, bisa saja dikenakan biaya tambahan. Ini penting diperhatikan agar dana yang masuk sesuai dengan rencana awal.
Terakhir, ada biaya penarikan dana ke rekening bank. Biaya ini biasanya berbentuk flat, tapi tetap bisa berdampak terutama jika kamu sering melakukan withdrawal dalam jumlah kecil.
Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


