Michael Burry kembali menjadi pusat perhatian pasar global setelah mencabut pendaftaran resmi hedge fund yang telah ia jalankan selama bertahun-tahun, Scion Asset Management.
Berdasarkan laporan MarketWatch, Burry menyampaikan bahwa dirinya kini “beralih ke hal yang jauh lebih baik.” Langkah ini langsung memicu pertanyaan mengenai strategi investasi barunya dan bagaimana perubahan tersebut dapat memengaruhi posisinya di pasar keuangan.
Keputusan pencabutan registrasi tersebut terjadi pada saat yang bersamaan dengan peringatan keras Burry terhadap sektor teknologi, khususnya perusahaan raksasa di industri kecerdasan buatan (AI).
Investor yang dikenal publik melalui film The Big Short ini kembali melayangkan kritik langsung ke sejumlah hyperscalers, termasuk Meta dan Oracle.
Michael Burry menuding bahwa perusahaan-perusahaan tersebut diduga mempercantik kinerja keuangan dengan cara memperpanjang masa manfaat aset sehingga depresiasi terlihat jauh lebih kecil dari kondisi riil.
Ia memproyeksikan potensi penggelembungan laba mencapai lebih dari US$176 miliar dalam periode 2026–2028.
Peringatan ini seketika menimbulkan kekhawatiran baru di kalangan investor, terutama mereka yang tengah mengikuti arus kenaikan saham-saham teknologi dan AI.
Ketegangan makin meningkat ketika beberapa laporan juga menyebut Burry mengambil posisi short terhadap sejumlah perusahaan teknologi tersebut, termasuk Nvidia dan Palantir.
Peringatan Keras untuk Sektor Teknologi dan AI
Di balik semua itu, Burry menyoroti kekhawatiran mendasar tentang bagaimana valuasi perusahaan teknologi tumbuh jauh lebih cepat dibandingkan kemampuan mereka menghasilkan keuntungan riil.
Ia menyebut praktik akuntansi terkait aset AI dan infrastruktur cloud sebagai celah yang dapat menyesatkan investor. Perpanjangan umur aset secara agresif, menurutnya, berpotensi menciptakan ilusi profitabilitas yang berkelanjutan.
Walaupun tidak ada dugaan pelanggaran hukum, Burry menilai praktik tersebut dapat mengarahkan investor menuju keputusan yang tidak akurat.
Selain mengkritik laporan keuangan, Burry juga terlibat perseteruan terbuka dengan CEO Palantir Technologies, Alex Karp.
Ketegangan muncul setelah Burry secara terbuka menyebut valuasi perusahaan tersebut terlalu tinggi dan berbasis pada proyeksi yang tidak realistis.
Karp membalas dengan menyebut bahwa pasar akan menilai sendiri nilai Palantir berdasarkan kontrak dan kinerja operasional. Perdebatan ini menunjukkan adanya jurang besar antara pandangan Burry yang cenderung kontrarian dan narasi pertumbuhan yang didorong oleh perusahaan-perusahaan AI.
Burry juga memperingatkan bahwa penggunaan estimasi depresiasi yang terlalu optimistis dapat menimbulkan risiko sistemik baru, terutama ketika industri AI tengah mengalami ekspansi besar-besaran.
Infrastruktur AI memerlukan investasi masif dalam perangkat keras, pusat data dan energi. Ketika beban tersebut tidak tercermin secara penuh dalam laporan keuangan, pasar bisa saja menilai perusahaan jauh lebih sehat daripada kenyataan.
Pertanyaan Baru soal Strategi Investasi Michael Burry
Hingga saat ini belum ada penjelasan detail dari Burry mengenai alasan pasti di balik pencabutan pendaftaran Scion Asset Management. Namun, langkah tersebut sering kali terkait perubahan struktur menjadi family office, yang memberikan fleksibilitas lebih besar dalam mengelola aset pribadi tanpa pengawasan administratif yang ketat.
Jika itu terjadi, Burry kemungkinan akan mengambil pendekatan yang lebih bebas dalam melihat peluang di pasar, termasuk memperbesar taruhannya terhadap perusahaan yang ia anggap berada dalam risiko valuasi berlebihan.
Perkembangan ini menarik karena Michael Burry memiliki rekam jejak memprediksi anomali pasar sebelum krisis terjadi. Peringatannya terhadap gelembung subprime mortgage pada 2007 terbukti akurat dan membuat namanya dikenal luas.
Kini, pernyataan kerasnya mengenai sektor AI berpotensi memicu peninjauan ulang terhadap optimisme pasar yang selama ini mendorong valuasi hyperscalers ke level tertinggi.
Meski belum ada tanda-tanda koreksi besar, peringatan Burry menjadi sinyal bahwa investor perlu memperhatikan kesehatan fundamental perusahaan teknologi yang sedang mendominasi perekonomian digital.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



