Nama Timothy Ronald kembali mencuri perhatian lewat WealthClub, program baru seharga Rp18 juta per tahun yang hadir saat polemik Akademi Crypto sebelumnya masih menyisakan tanda tanya.
Timothy Ronald Buka WealthClub, Harganya Rp18 Juta Setahun
Berdasarkan penelusuran tim redaksi Blockchainmedia.id pada Sabtu (08/08/2026), laman resmi WealthClub memperkenalkan program tersebut sebagai membership untuk membantu peserta membangun sistem pengelolaan penghasilan dan kekayaan.
WealthClub menyebut program itu mencakup pengelolaan cashflow, pengambilan keputusan bisnis, investasi, serta pembangunan aset yang ditujukan untuk bertumbuh dalam jangka panjang dan didasarkan pada pengalaman Timothy dalam berbisnis.
“Berdasarkan pengalaman nyata berbisnis dan berinvestasi sejak usia 15 tahun, membangun beberapa perusahaan bernilai jutaan dolar, dan investasi yang signifikan, dirangkum menjadi konsultasi yang bisa diterapkan langsung,” sebagaimana tercantum pada situs resminya.

Pengalaman ini kemudian dikemas menjadi sistem konsultasi yang dapat diterapkan peserta. WealthClub juga menyoroti keputusan berbasis feeling, pencatatan net worth, lingkungan bisnis, serta akses konsultasi dengan mentor.
Untuk mengakses seluruh fasilitas kelas tersebut, calon peserta kelas Timothy dikenakan biaya Rp18 juta per tahun. Harga itu mencakup membership selama 12 bulan dengan sejumlah fitur, riset, konsultasi, dan komunitas.
Bukan Cuma Kelas, Ada Konsultasi hingga Peluang Investasi
Salah satu fasilitas utamanya adalah laporan bisnis dan investasi mingguan. Peserta dijanjikan memperoleh riset mengenai peluang bisnis, pengelolaan aset, serta materi untuk membantu mengambil keputusan finansial secara lebih terukur.
Selain itu, 100 founding client pertama disebut bakal memperoleh konsultasi offline langsung dengan founder. Sesi tersebut diarahkan untuk membedah bisnis peserta secara lebih detail, termasuk persoalan scaling dan pengembangan usaha.
WealthClub juga menyediakan Wealth Tracker untuk memantau perkembangan net worth setiap bulan. Fitur ini menjadi bagian dari sistem yang ditawarkan agar peserta dapat mengukur perjalanan menuju kebebasan finansial secara konsisten.
Tidak berhenti di situ, member kelas Timothy Ronald mendapatkan komunitas daring 24 jam dan kesempatan mengajukan bisnis kepada founder. Artinya, WealthClub juga mencoba bermain di wilayah networking, relasi, hingga peluang pendanaan.
Kelas Baru Timothy Hadir Saat Polemik Akademi Crypto Belum Usai
Kemunculan WealthClub menarik karena Timothy Ronald sebelumnya sempat berada di tengah polemik Akademi Crypto bersama Kalimasada. Sejumlah mantan member melaporkan dugaan penipuan terkait investasi kripto kepada kepolisian pada Januari 2026.
Kasus tersebut kemudian berkembang cukup panjang. Skyholic menjadi salah satu pihak paling vokal mengawal keluhan mantan member, termasuk menginisiasi komunitas korban serta menawarkan jalur pengajuan refund bagi peserta.
Perkembangannya mencapai babak penting pada Mei 2026. Polda Metro Jaya mengonfirmasi Timothy Ronald dan Kalimasada telah dimintai keterangan penyidik pada 6 Mei 2026 terkait perkara tersebut.
Meski begitu, pemberitaan mengenai kasus tersebut kemudian semakin sepi. Skyholic yang sebelumnya aktif menyuarakan perkembangan perkara juga tak lagi mendominasi percakapan publik seperti pada awal tahun.
Di tengah situasi tersebut, Timothy tetap aktif membangun personal brand dan membagikan berbagai konten edukasi finansial melalui media sosial, termasuk YouTube. Kini, WealthClub menjadi produk terbaru dalam ekosistem edukasinya.

Harga Rp18 juta membuat WealthClub sedikit lebih mahal dibandingkan Akademi Crypto yang sebelumnya dibanderol Rp17 juta per tahun. Bedanya, fokus WealthClub kini dibuat jauh lebih luas.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


