Binance akan meningkatkan rasio jaminan Shiba Inu (SHIB) dari 50 persen menjadi 60 persen pada Jumat (23/10/2026).
Kebijakan ini mengubah perhitungan nilai SHIB yang dapat digunakan sebagai agunan dalam fasilitas margin tertentu, sehingga berpotensi memengaruhi kapasitas pinjaman dan pengelolaan aset pengguna.
Perubahan tersebut dijadwalkan mulai berlaku pukul 13.00 WIB, dengan proses penyesuaian diperkirakan berlangsung sekitar 30 menit. Langkah ini menjadi bagian dari pembaruan parameter jaminan terhadap tujuh aset kripto yang tersedia dalam layanan Cross Margin dan Portfolio Margin Binance.
Berdasarkan pengumuman resmi Binance yang diterbitkan pada Selasa (20/10/2026), SHIB termasuk dalam kelompok aset yang memperoleh kenaikan rasio sebesar 10 poin persentase. Secara relatif, perubahan dari 50 persen menjadi 60 persen mencerminkan peningkatan nilai pengakuan jaminan sebesar 20 persen.
Meski demikian, penyesuaian tersebut bukan berarti harga SHIB mengalami kenaikan atau seluruh pengguna secara otomatis memperoleh tambahan batas pinjaman. Dampaknya bergantung pada jenis akun, nilai aset, kewajiban yang masih berjalan, serta ketentuan risiko yang diberlakukan Binance.
Nilai Jaminan SHIB Naik, Kapasitas Pinjaman Bisa Berubah
Rasio jaminan atau collateral ratio merupakan persentase nilai aset yang diakui oleh platform ketika digunakan untuk mendukung aktivitas peminjaman dan perdagangan dengan margin.
Dalam panduan resmi mengenai collateral haircut, Binance menjelaskan bahwa nilai jaminan dihitung dengan memperhitungkan nilai aset setelah penyesuaian risiko. Setiap aset dapat memiliki rasio berbeda, sehingga tidak seluruh nilai pasar kepemilikan otomatis diakui sebagai agunan.
Sebagai ilustrasi sederhana, pengguna yang memiliki SHIB senilai US$10.000 sebelumnya hanya memperoleh pengakuan nilai jaminan sebesar US$5.000 apabila rasio 50 persen diterapkan secara langsung.
Setelah rasio dinaikkan menjadi 60 persen, nilai jaminan yang diakui dalam ilustrasi tersebut meningkat menjadi US$6.000. Artinya, terdapat tambahan nilai pengakuan sebesar US$1.000 tanpa mengharuskan pengguna menambah jumlah SHIB yang dimiliki, dengan asumsi harga aset tidak berubah.
Namun, tambahan nilai jaminan tersebut tidak sama dengan peningkatan batas pinjaman sebesar US$1.000. Jumlah yang dapat dipinjam tetap dipengaruhi oleh kewajiban pengguna, batas pinjaman yang tersedia, tingkat margin, serta parameter risiko lainnya.
Binance secara khusus menyatakan bahwa perubahan rasio pada Cross Margin akan memengaruhi jumlah aset yang dapat dipinjam maupun ditransfer keluar dari akun margin.
Dalam mekanisme Cross Margin, sejumlah aset dalam satu akun digunakan bersama untuk mendukung posisi perdagangan. Berbeda dengan Isolated Margin, risiko tidak dibatasi pada satu pasangan perdagangan tertentu.
Karena itu, peningkatan rasio jaminan SHIB dapat memberikan fleksibilitas tambahan bagi pengguna Cross Margin yang memenuhi persyaratan, terutama ketika aset tersebut menjadi bagian dari jaminan yang mendukung aktivitas perdagangan.
Penyesuaian serupa juga berlaku untuk Polygon (POL) dan Stellar (XLM), yang masing-masing mengalami peningkatan rasio dari 50 persen menjadi 60 persen.
Sementara itu, empat aset lainnya, yakni CoW Protocol (COW), Nexo (NEXO), Ravencoin (RVN) dan The Sandbox (SAND), memperoleh kenaikan lebih besar dari 10 persen menjadi 30 persen.
Binance turut mengumumkan penyesuaian struktur jaminan bertingkat pada Portfolio Margin Pro untuk COW, NEXO, RVN dan SAND. Namun, SHIB tidak termasuk dalam daftar aset yang mengalami perubahan tingkatan khusus pada fasilitas tersebut.
Risiko Margin Tetap Ada, SHIB Juga Ekspansi ke Solana
Meskipun peningkatan rasio jaminan dapat memperbesar nilai aset yang diakui dalam perhitungan tertentu, perubahan ini tidak menghilangkan risiko likuidasi bagi pengguna perdagangan margin.
Dalam layanan Portfolio Margin, Binance menggunakan indikator Unified Maintenance Margin Ratio (uniMMR) untuk mengukur kesehatan keseluruhan portofolio berdasarkan nilai ekuitas yang telah disesuaikan dan kebutuhan margin pemeliharaan.
Menurut dokumentasi perhitungan uniMMR Binance, pengguna dapat memperdagangkan aset secara normal ketika rasio tersebut berada di atas 150 persen. Ketika turun ke kisaran di atas 120 persen hingga 150 persen, sistem dapat memberikan peringatan untuk mengurangi risiko.
Jika uniMMR turun hingga 120 persen atau lebih rendah, tetapi masih di atas 105 persen, pembukaan pesanan baru mulai dibatasi. Penurunan hingga 105 persen atau lebih rendah dapat memicu likuidasi sesuai ketentuan sistem.
Dengan demikian, pemegang SHIB yang menggunakan Portfolio Margin tetap perlu memantau kondisi seluruh posisi dan kewajiban mereka. Kenaikan nilai pengakuan jaminan tidak menjamin posisi terlindungi dari likuidasi ketika pasar bergerak berlawanan.
Perubahan ini juga tidak secara langsung memengaruhi pengguna yang sekadar menyimpan SHIB melalui layanan Spot tanpa memanfaatkan fasilitas margin.
Di luar kebijakan Binance, ekosistem SHIB juga mencatat perkembangan pada Oktober 2026. Melalui pengumuman akun resmi Shiba Inu pada 4 Oktober, proyek tersebut mengonfirmasi kehadiran SHIB di jaringan Solana melalui Sunrise.
Kehadiran tersebut memperluas akses perdagangan SHIB ke ekosistem Solana, tanpa berarti token SHIB yang berasal dari Ethereum sepenuhnya berpindah jaringan. Perkembangan ini berbeda dari penyesuaian fasilitas margin Binance karena berhubungan dengan ketersediaan aset di jaringan blockchain lainnya.
Kedua perkembangan tersebut memperlihatkan perubahan pada infrastruktur akses dan penggunaan SHIB sepanjang Oktober. Namun, belum ada dasar untuk menyimpulkan bahwa peningkatan rasio jaminan Binance maupun ekspansi ke Solana akan secara langsung mendorong permintaan atau harga token tersebut.
Untuk sementara, perhatian pengguna margin tertuju pada penerapan aturan Binance yang dijadwalkan dimulai pukul 13.00 WIB pada 23 Oktober, termasuk pengaruhnya terhadap kapasitas pinjaman, batas transfer aset dan pengelolaan risiko portofolio.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


