Binance dan Polymarket Usulkan Hard Fork Polygon, Dana Hacker US$6,8 Juta Jadi Target

Binance dan Polymarket mengambil langkah tak biasa untuk menyelamatkan aset kripto yang dicuri hacker. Keduanya mengusulkan hard fork jaringan Polygon demi mengembalikan dana senilai US$6,8 juta.

Menariknya, aset tersebut sudah dibekukan. Namun, pemulihannya membutuhkan perubahan pada jaringan blockchain, langkah yang bisa memunculkan perdebatan baru mengenai desentralisasi.

Binance dan Polymarket Dorong Hard Fork Polygon

Berdasarkan proposal resmi yang dipublikasikan pada Rabu (04/11/2026), Binance dan Polymarket meminta komunitas Polygon menyetujui perubahan jaringan untuk memulihkan sekitar 70,49 juta token POL.

Dari jumlah ini, sekitar 46,63 juta POL senilai US$4,51 juta berasal dari peretasan Binance. Sementara itu, 23,86 juta POL lainnya senilai US$2,31 juta berkaitan dengan insiden Polymarket.

Seluruh aset tersebar di lima alamat yang dikendalikan penyerang. Empat alamat berkaitan dengan Polymarket, sedangkan satu alamat lainnya menampung dana yang dicuri dari hot wallet Binance.

Sebenarnya, produsen blok Polygon telah memasukkan alamat tersebut ke daftar pemblokiran transaksi. Langkah ini berhasil mencegah perpindahan dana, tetapi belum memungkinkan aset dikembalikan kepada pemiliknya.

BACA JUGA:  Ini Jadwal Withdraw Binance Kembali Dibuka Setelah Di-hack!

“Dana tersebut tidak dapat dipindahkan, tetapi mekanisme saat ini belum memungkinkan aset dikembalikan kepada pemiliknya,” demikian penjelasan dalam proposal tersebut.

Karena itulah, hard fork dipertimbangkan. Jika disetujui, saldo POL pada kelima address crypto hacker akan dipindahkan menuju dompet pemulihan yang diverifikasi tanpa mengubah total suplai token.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Mengapa Polygon Perlu Hard Fork untuk Mengembalikan Dana?

Usulan ini muncul setelah dua insiden keamanan yang terjadi pada 29 dan 30 Oktober 2026. Keduanya melibatkan pencurian kripto, meskipun metode serangan terhadap Binance dan Polymarket berbeda.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, bursa kripto tersebut kehilangan aset sekitar US$6,3 miliar setelah penyerang mengeksploitasi sejumlah infrastruktur dompet di berbagai jaringan blockchain.

Dalam kasus peretasan Binance, peretas memindahkan sekitar 46,63 juta POL beserta 6,18 juta USDT dari salah satu dompet perusahaan. Dana USDT tersebut kemudian dibekukan oleh Tether.

Sementara itu, Polymarket menghadapi insiden keamanan terpisah yang melibatkan penyedia layanan pihak ketiga. Sebagian aset yang dicuri berhasil dilacak menuju sejumlah alamat pada jaringan Polygon.

Kronologi Lengkap Peretasan Binance 2026: Lebih dari Rp100 Triliun Raib dalam 4 Jam!

Meski saldo POL diblokir, mekanisme tersebut hanya menjadi solusi sementara. Proposal Polygon bahkan mengungkap bahwa penyerang sempat menawarkan pembayaran tunai kepada validator agar transaksi diizinkan.

BACA JUGA:  Di Balik Peretasan Binance, Ada 57 Ancaman Siber Korut yang Sempat Digagalkan

“Membiarkan 70 juta POL terkunci tanpa batas waktu bukanlah solusi yang berkelanjutan, sekaligus tidak menyelesaikan persoalan pengembalian dana kepada pemiliknya,” tulis pengusul.

Berbeda dengan pembekuan biasa, hard fork memungkinkan saldo dipindahkan tanpa membutuhkan private key penyerang. Namun, langkah tersebut harus disetujui melalui tata kelola jaringan sebelum dapat dijalankan.

Rencana Hard Fork Polygon Tuai Kekhawatiran, Apa Risikonya?

Meski menawarkan jalan keluar, proposalnya belum mendapat persetujuan final. Rencananya, pembahasan dilakukan melalui Polygon Protocol Governance Call pada Kamis (05/11/2026), sebelum memasuki tahapan pengembangan.

Jika memperoleh persetujuan, perubahan akan lebih dahulu diuji pada jaringan Amoy. Proposal memperkirakan proses persiapan membutuhkan sekitar dua minggu, sementara jadwal aktivasi mainnet belum ditetapkan.

Namun, rencana ini memunculkan pertanyaan mengenai batas intervensi blockchain. Pasalnya, kemampuan memindahkan aset tanpa persetujuan pemegang dompet dapat menjadi preseden sensitif bagi jaringan terdesentralisasi.

BACA JUGA:  Grayscale Ungkap Dampak Tak Terduga Peretasan Binance bagi Kripto

Kekhawatiran tersebut turut disampaikan anggota komunitas Polygon bernama S1W. Ia mempertanyakan bagaimana jaringan dapat membedakan permintaan pemulihan yang sah dengan potensi penyitaan aset bermotif politik.

Di sisi lain, pengusul menegaskan bahwa langkah ini merupakan tindakan luar biasa yang tidak seharusnya dilakukan secara rutin. Pemulihan hanya ditujukan kepada alamat tertentu yang berkaitan dengan kedua insiden.

Dengan demikian, nasib dana US$6,8 juta kini bergantung pada keputusan tata kelola Polygon. Jika terealisasi, hard fork ini bukan hanya berpotensi menyelamatkan aset, tetapi juga menguji batas desentralisasi blockchain.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita Bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait