Binance resmi memperluas operasinya ke Filipina dengan menggandeng mitra lokal. Langkah tersebut kembali menegaskan strategi perusahaan dalam memperluas jangkauan di berbagai negara, termasuk Indonesia yang lebih dulu menjadi bagian dari ekspansinya lewat Tokocrypto.
Restu Regulator Filipina Buka Jalan Binance Masuk
Binance resmi memperluas operasinya ke Filipina. Kabar tersebut diumumkan Co-CEO Binance, Yi He, pada Kamis (02/07/2026). Ia mengungkapkan bahwa Binance kini memasuki pasar Filipina melalui skema yang telah mendapat persetujuan regulator.
Langkah itu dimulai setelah Securities and Exchange Commission (SEC) Filipina memberikan persetujuan final kepada BlockShoals Technologies Inc. untuk menguji layanan keuangan melalui program Strategic Sandbox.

Dalam dokumen resmi SEC, BlockShoals akan mengintegrasikan sistemnya dengan Binance sebagai mitra global Crypto-Asset Service Provider (CASP) selama 90 hari sebelum layanan dijalankan secara bertahap.
“Setelah integrasi berhasil, BlockShoals akan melanjutkan pengujian yang telah disetujui, termasuk proses pendaftaran (onboarding) pengguna melalui mitra global penyedia layanan aset kripto (CASP), Binance,” demikian isi dokumen yang dibagikan Yi He.
Langkah tersebut menunjukkan pendekatan Binance yang semakin mengedepankan jalur regulasi dengan menggandeng entitas lokal. Pola ini menjadi salah satu strategi perusahaan untuk memperluas jangkauannya di berbagai negara.
Binance Lebih Dulu Hadir Melalui Tokocrypto di Indonesia
Pendekatan melalui entitas lokal sebenarnya bukan hal baru bagi Binance. Di Indonesia, perusahaan telah lebih dulu membangun kehadirannya melalui investasi di Tokocrypto, jauh sebelum ekspansi ke Filipina.
Binance diketahui menjadi pemegang saham mayoritas Tokocrypto pada 2020 sebelum akhirnya mengakuisisi penuh platform crypto exchange lokal tersebut pada 2022.
Hubungan keduanya pun terlihat sangat erat. Selama beberapa tahun, pengguna Tokocrypto dapat mengakses akun menggunakan login Binance sehingga kedua ekosistem berjalan saling terhubung.
Namun, situasi berubah pada Februari 2026. Tokocrypto menghentikan login menggunakan akun Binance dan meminta pengguna beralih menggunakan email, Google, atau Apple ID sebagai metode autentikasi baru.
Secara resmi, perubahan itu disebut sebagai peningkatan keamanan. Namun, waktunya juga bertepatan dengan perpindahan pengawasan industri aset kripto dari Bappebti ke OJK serta semakin ketatnya regulasi bagi pelaku industri.
Entitas Lokal Jadi Kunci Ekspansi
Indonesia tetap menjadi salah satu pasar aset kripto terbesar di Asia Tenggara. Selain memiliki jutaan investor, kepastian regulasi juga terus berkembang setelah pengawasan industri beralih ke OJK.
Potensi tersebut turut menarik perhatian pelaku industri global. Salah satunya adalah Bybit yang memasuki Indonesia melalui akuisisi platform lokal NOBI, yang kemudian bertransformasi menjadi Bybit Indonesia setelah memperoleh persetujuan OJK.
Investor Harus Tahu, Ini Jadwal Migrasi NOBI Menjadi Bybit Indonesia!
Masuknya Binance ke Filipina menambah daftar negara di Asia Tenggara yang menjadi fokus ekspansi. Sementara itu, Indonesia tetap menjadi pasar penting melalui Tokocrypto, meski belum ada sinyal mengenai pengembangan strategi baru dari Binance.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


