Binance: Saham Masuk Mode 24/7, Volume RWA Tembus US$7,25 Miliar

Pasar saham punya jam buka yang terbatas, tetapi kabar besar tidak pernah menunggu bel berbunyi. Laporan Binance yang dirilis pada Selasa (22/09/2026) menunjukkan RWA-linked perpetuals mulai mengisi celah ini, membawa eksposur saham menuju perdagangan nyaris tanpa jeda.

RWA Mulai Isi Jam Kosong Wall Street

Secara tradisional, sesi reguler saham AS hanya berlangsung 32,5 jam per minggu, setara 19,3 persen dari satu pekan. Meski singkat, periode tersebut masih menyerap sekitar 87,2 persen volume perdagangan saham.

Jam Transaksi Pasar Saham AS - Binance Research
Jam Transaksi Pasar Saham AS – Binance Research

Masalahnya, berita soal suku bunga, regulasi, hingga aksi korporasi bisa muncul kapan saja. Saat bursa tutup, investor tetap membutuhkan ruang untuk merespons perubahan sentimen dan menyesuaikan eksposur mereka.

Di sinilah RWA-linked perpetuals  punya peran penting. Konsep RWA memungkinkan berbagai aset tradisional tetap memiliki referensi harga yang terus bergerak, bahkan ketika sesi perdagangan reguler sudah berakhir.

“Berita dan kebutuhan untuk menyesuaikan posisi terus muncul pada malam hari maupun akhir pekan. RWA-linked perpetuals memungkinkan investor tetap berdagang pada periode tersebut, sekaligus memperoleh eksposur berkelanjutan ke saham, ETF, dan perusahaan pre-IPO,” jelas Binance Research.

BACA JUGA:  Polymarket Diterpa Upaya Fraud US$10 Juta, Sistem Keamanan Jadi Sorotan

Contoh paling jelas muncul setelah rapat FOMC pada 16 September lalu. The Fed menaikkan target suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75 hingga 4,00 persen melalui keputusan bulat 12-0.

Ketika pasar tunai AS tutup, proses penyesuaian harga justru terus berjalan. Binance mencatat US$1,02 miliar diperdagangkan pada 16 instrumen tokenisasi RWA, dengan arah pergerakan yang sesuai dengan pembukaan berikutnya pada seluruh sampel.

Lebih menarik lagi, median perpetual berbasis ekuitas menangkap sekitar 97 persen opening gap berikutnya. SPY mencapai 91 persen, QQQ 97 persen, IWM 99 persen, sedangkan TMF bahkan menyentuh 104 persen.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan
Volatilitas Pasar RWA Pasca Pengumuman FOMC - Binance Research
Volatilitas Pasar RWA Pasca Pengumuman FOMC – Binance Research

Dari SEC sampai Akhir Pekan, RWA Tetap Aktif

Pergerakan 24 jam itu kembali terlihat sehari kemudian. Setelah CLARITY Act gagal maju di Senat, SEC pada 17 September menerbitkan Innovation Exemption yang membuka jalur bagi venue saham tokenisasi tertentu.

Respons pasar langsung terlihat ketika bursa AS tutup. HOOD naik 4,67 persen, CRCL 4,43 persen, BMNR 4,18 persen, MSTR 4,04 persen, sedangkan COIN menguat sekitar 3,24 persen.

Perpetual memang bergerak lebih jauh dibandingkan opening gap aktual, dengan median priced-in ratio mencapai 140 persen. Namun, arah pergerakan berlanjut ketika perdagangan reguler kembali dibuka keesokan harinya.

BACA JUGA:  Token ZETA Terbang 46 Persen, ZetaChain Tinggalkan L1 demi Solana

Fenomena itu tidak berhenti pada sesi malam. Ketika pasar tutup menjelang rebalancing S&P DJI, ratusan perpetual TradFi tetap aktif diperdagangkan dan mencatat volume gabungan yang cukup besar.

“Aktivitas perdagangan juga berlanjut melampaui sesi malam pada hari kerja. Saat pasar tutup menjelang rebalancing S&P DJI pada 21 September, sebanyak 198 perpetual TradFi mencatat volume perdagangan US$7,25 miliar,” tutur Binance Research.

Saham yang masuk indeks rata-rata menguat sekitar 1,01 persen, dibandingkan kenaikan SPY sebesar 0,39 persen. Namun, performa setiap saham tetap berbeda, sehingga status sebagai penghuni baru indeks tidak otomatis menghasilkan kenaikan tertinggi.

Pergerakan Pasar Saham pada Akhir Pekan - Binance Research
Pergerakan Pasar Saham pada Akhir Pekan – Binance Research

SNDK menjadi contoh yang cukup kontras. Meski mencatat nilai transaksi terbesar sekitar US$744 juta, saham tersebut hanya naik 0,30 persen, bahkan tertinggal dari SPY pada periode perdagangan yang sama.

Pasar 24/7 Kini Merambah Saham Pre-IPO

Eksperimen perdagangan 24/7 token saham bahkan mulai merambah perusahaan yang belum melantai di bursa. Anthropic menjadi salah satu contoh ketika kabar penundaan rencana IPO muncul saat pasar tradisional sedang libur akhir pekan.

BACA JUGA:  Sawah Masuk Blockchain? HARA dan IDRX Buka Jalan RWA Pertanian Indonesia

Alih-alih bergerak ekstrem, kontrak ANTHROPICUSDT di Binance hanya turun 0,89 persen, dari US$2.103 menjadi US$2.084. Pada saat yang sama, perpetual OpenAI justru naik sekitar 3,00 persen.

Aktivitasnya juga terus membesar. Volume perpetual Anthropic mencapai US$643 juta sepanjang September hingga laporan dirilis, sudah melampaui total Agustus sebesar US$590 juta di seluruh dua belas venue.

Binance menyumbang sekitar 32 persen volume September dan 39 persen open interest industri. Di platform tersebut, open interest Anthropic melonjak 88 persen dalam 30 hari, dari US$16,6 juta menjadi US$31,2 juta.

Volume Pre-IPO Perpetual Anthropic - Binance Research
Volume Pre-IPO Perpetual Anthropic – Binance Research

Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa jam perdagangan tradisional mulai mendapat alternatif baru. Perpetual RWA memang belum menggantikan pasar saham, tetapi membuat price discovery dan respons terhadap berita berlangsung jauh lebih panjang.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait