Narasi real-world assets atau RWA mulai masuk ke fase yang lebih serius. Fokusnya kini bukan cuma membawa aset dunia nyata ke blockchain, tetapi memastikan aset tersebut benar-benar hidup dan digunakan secara on-chain.
RWA Tak Lagi Cuma Tumbuh, Kini Masuk Fase Aktivasi
Dikutip dari laporan Binance Research yang dirilis pada Jumat (18/09/2026), pasar RWA dinilai mulai memasuki fase baru yang mereka sebut sebagai “RWA Activation Era”.
“Fase berikutnya bergantung pada apa yang bisa dilakukan pemegang setelah membelinya. Pergeseran ini disebut sebagai RWA Activation Era, ketika semakin banyak aset tokenisasi digunakan untuk pinjaman, perdagangan, dan pasar kolateral,” jelas mereka.
Pergeseran tersebut muncul setelah total AUM RWA yang dilacak mencapai US$34,18 miliar hingga 15 September 2026, melonjak sekitar 95,2 persen sejak awal tahun dan memperbesar skala pasar tokenisasi.

Obligasi dan juga money market fund masih menjadi tulang punggung dengan nilai sekitar US$18,29 miliar, sekaligus menyumbang 54,7 persen dari pertumbuhan AUM RWA sepanjang tahun ini.
Namun, ekuitas mulai mencuri perhatian. Kategori ini tumbuh sekitar 390,4 persen secara year-to-date dan menyumbang 22,4 persen kenaikan AUM, menjadikannya salah satu segmen dengan ekspansi paling agresif.
Pertumbuhan juga meluas ke kategori lain. Emas dan komoditas naik 46,6 persen, private credit 43,6 persen, sedangkan real estat bertambah 17,9 persen, menunjukkan ekspansi RWA semakin merata.
PAR dan CAR Jadi Ukuran Baru Perkembangan RWA
Untuk membaca pergeseran itu, Binance menggunakan Programmable Asset Ratio (PAR). Indikator ini membandingkan nilai aset tokenisasi dengan ukuran pasar aset dasarnya, sehingga penetrasi tokenisasi terlihat lebih jelas.
Secara gabungan, kategori aset utama yang dapat ditokenisasi memiliki pasar referensi lebih dari US$300 triliun. Sementara itu, nilai yang telah berpindah on-chain baru sekitar US$34 miliar.

Artinya, penetrasi RWA masih sangat tipis, dengan PAR keseluruhan sekitar 0,01 persen. Jarak tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan besar tahun ini masih menyentuh sebagian kecil pasar keuangan tradisional.
Di sisi lain, Capital Activation Rate (CAR) mengukur berapa banyak aset tokenisasi yang benar-benar digunakan dalam liquidity pool, lending, pasar kolateral, dan berbagai aplikasi finansial on-chain.
CAR keseluruhan berada di kisaran 12 persen. Sederhananya, dari setiap US$100 nilai aset tokenisasi yang dilacak, sekitar US$12 telah digunakan secara aktif dalam aplikasi keuangan on-chain.
Private credit mencatat CAR tertinggi sekitar 49,67 persen. Namun, ekuitas mencuri perhatian karena tingkat aktivasinya naik dari 1,95 persen menjadi 7,54 persen sepanjang tahun, salah satu peningkatan terbesar.
“Sinyal yang kuat bagi industri bukan hanya pertumbuhan AUM, tetapi ketika PAR dan CAR meningkat secara bersamaan. Kondisi tersebut menunjukkan tokenisasi mulai bergeser dari sekadar penerbitan aset menuju penggunaan finansial yang berulang,” tutur mereka.

Tokenisasi Ekuitas Jadi Kunci Babak Berikutnya
Ekuitas memang menjadi studi kasus paling menarik karena pertumbuhannya yang pesat, tetapi penetrasinya masih kecil. Nilai on-chain token saham saat ini tercatat US$4,43 miliar pada pertengahan September.
Angka ini masih sangat kecil dibandingkan dengan pasar referensi saham global yang mencapai angka US$151,9 triliun. PAR ekuitas baru sekitar 0,0029 persen, meski porsi RWA meningkat menjadi 13 persen.
Pemanfaatannya juga masih terkonsentrasi pada infrastruktur pasar. Sekitar 65,4 persen nilai DeFi ekuitas berada di liquidity pool, sedangkan 28,1 persen lainnya masuk ke aktivitas lending.
Meski begitu, skenario jangka panjangnya cukup besar. Binance memperkirakan tokenisasi ekuitas dapat mencapai US$61 miliar dalam skenario konservatif, US$349 miliar pada skenario dasar, dan US$987 miliar secara bullish.

Pada skenario dasar dengan PAR 0,23 persen, peningkatan CAR dari 10 menjadi 20 persen dapat menggandakan modal aktif dari US$34,94 miliar menjadi US$69,87 miliar tanpa tambahan pasokan tokenisasi.
Distribusi juga menjadi faktor penting. Binance mencatat 58,5 persen pengguna awal bStocks turut menggunakan perpetual atau ekuitas langsung, menunjukkan produk tokenisasi dapat bertumbuh dari hubungan pengguna yang sudah terbentuk.
Pada akhirnya, perkembangan RWA akan ditentukan bukan hanya oleh seberapa besar aset yang berhasil ditokenisasi, tetapi seberapa jauh aset tersebut mampu membangun likuiditas, utilitas, dan penggunaan yang berkelanjutan.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita Bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


