Harga Bitcoin kehilangan pijakan setelah beberapa kali mencoba menembus angka US$87.000 sepekan terakhir. Upaya ini berulang kali gagal, membuat BTC berkonsolidasi sebelum tekanan jual akhirnya datang lebih agresif.
Retest kali ini membawa cerita berbeda. Area US$85.000 yang sempat menjadi penyangga justru jebol, menyeret Bitcoin ke kisaran US$83.000 hingga US$84.000 dan mulai menguji optimisme terhadap narasi Uptober.
US$85.000 Jebol, Long Bitcoin Mulai Berguguran
Pergerakan tajam terjadi setelah BTC kehilangan area US$85.000. Pada grafik 15 menit, harga sempat meluncur ke sekitar US$83.800 sebelum memantul tipis dan kembali bergerak di kisaran US$84.200.
Penurunan tersebut langsung memicu gelombang likuidasi besar. Posisi long yang dibuka ketika Bitcoin masih bertahan di atas US$85.000 menjadi salah satu yang paling terdampak saat harga bergerak turun.
“Level US$85.000 telah jebol dan posisi long yang terlambat masuk tersapu. Sekitar US$500 juta posisi long terlikuidasi, tetapi banyak yang langsung masuk kembali,” ujar analis Daan Crypto Trades, Rabu (07/10/2026).

Menariknya, gelombang likuidasi itu belum membersihkan leverage dari pasar. Data yang dibagikan Daan menunjukkan aggregated open interest berada di sekitar 264.908 BTC, level tertinggi selama harga bergerak dalam rentang tersebut.
Kondisi ini muncul bersamaan dengan Coinbase Premium yang berada di sekitar minus 0,0434 persen. Angka negatif mengindikasikan tekanan jual spot di Coinbase ikut berperan dalam mendorong penurunan Bitcoin.
Daan menilai kombinasi itu berpotensi menjaga volatilitas tetap tinggi. Selama nilai OI tetap besar, pihak bull perlu merebut kembali US$85.000 agar momentum jangka pendek tidak semakin bergeser ke arah bearish.
Likuidasi Membesar, tetapi Struktur Bullish BTC Belum Patah
Efek penurunan Bitcoin merembet ke pasar derivatif. Data CoinGlass per Kamis (10/08/2026) mencatat 122.860 trader terlikuidasi dalam 24 jam, dengan total posisi yang tersapu mencapai sekitar US$688,45 juta.
ETH menjadi penyumbang likuidasi terbesar sekitar US$235,32 juta, disusul Bitcoin US$182,80 juta. Solana menyumbang sekitar US$19,88 juta, sementara satu likuidasi ETHUSDC di Binance mencapai US$26,64 juta.

Meski tekanan jangka pendek masih kuat, analis Quinten Francois menyoroti satu pola menarik pada tren jangka panjang BTC. Menurutnya, sinyal ini sebelumnya juga terlihat menjelang berakhirnya dua fase bear market terakhir.
“Bitcoin menghabiskan 310 hari berturut-turut di bawah moving average 365 harinya. Kini level tersebut berhasil direbut kembali, seperti yang terjadi pada akhir dua bear market sebelumnya,” tulis Quinten di X, Rabu (07/10/2026).
Grafik tersebut menempatkan 365-day moving average di sekitar US$79.300, masih cukup jauh di bawah harga saat ini. Reclaim serupa sebelumnya terlihat pada 2019 dan 2023 setelah fase bear market panjang.

Artinya, koreksi harga BTC menuju US$83.000 belum membatalkan sinyal tersebut. Namun, selama US$85.000 belum direbut kembali, tekanan jangka pendek tetap dominan dan volatilitas berpotensi bertahan lebih lama.
Bayang-bayang Flash Crash Oktober 2025 Kembali Muncul?
Kejatuhan cepat ini mulai menghidupkan kembali memori pasar terhadap Oktober 2025. Saat itu, pasar kripto mengalami gelombang likuidasi ekstrem ketika Bitcoin jatuh tajam dan leverage terhapus dalam waktu sangat singkat.
Laporan sebelumnya mencatat total likuidasi kala itu menembus US$19,13 miliar dalam 24 jam, dengan posisi long sekitar US$16,84 miliar. Harga Bitcoin bahkan sempat jatuh hingga sekitar US$101.516 sebelum akhirnya pulih.
Pemicu utamanya kala itu datang dari lonjakan ketegangan perdagangan AS dan Tiongkok setelah Trump mengumumkan tarif tambahan 100 persen. Tekanan kemudian membesar karena leverage pasar ikut terhapus secara serentak.
Namun, menyamakan kondisi sekarang dengan flash crash 2025 masih terlalu dini. Skala likuidasi saat ini jauh lebih kecil, sementara belum terlihat katalis eksternal sekuat kejutan geopolitik yang memicu kepanikan tahun lalu.
Dalang di Balik Crash Pasar Kripto 10 Oktober Akhirnya Terungkap
Yang layak diperhatikan saat ini justru datang dari struktur leverage. OI yang tinggi, Coinbase Premium negatif, dan kegagalan merebut US$87.000 membuat pasar lebih sensitif terhadap pergerakan tajam berikutnya dari kedua arah.
Jadi, mimpi Uptober belum sepenuhnya pupus, tetapi jalannya kini jauh lebih licin. Reclaim US$85.000 menjadi ujian terdekat sebelum pasar kembali berbicara soal US$87.000 dan kelanjutan reli Oktober.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita Bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


