Meski BTC mulai stabil di kisaran US$60.000, belum semua yakin pasar telah mencapai titik terendah. Peter Brandt justru memperkirakan masih ada penurunan sebelum harga Bitcoin benar-benar membentuk dasar siklus baru.
Peter Brandt Sebut Bottom Bitcoin Baru Terjadi Oktober 2026
Laporan Cointelegraph yang dipublikasikan pada Senin (20/07/2026) mengungkap pandangan Peter Brandt mengenai arah Bitcoin. Trader veteran itu bahkan berani menyebut tanggal yang diyakininya sebagai titik terendah siklus pasar.
“Saya akan berani mengatakan bahwa kita akan mencapai titik terendah pada 4 Oktober. Kita lihat saja nanti,” ujar Brandt kepada Cointelegraph dalam wawancara untuk program Trade Secrets.
Prediksi tersebut berbeda dengan pandangan banyak pelaku pasar yang meyakini Bitcoin sudah membentuk dasar. Menurutnya, sentimen investor masih terlalu optimistis sehingga fase bearish belum benar-benar berakhir.
Karena itu, ia menilai Bitcoin masih berpeluang turun di bawah US$50.000. Bahkan, harga BTC dinilai bisa terkoreksi hingga kisaran US$40.000-an sebelum akhirnya membentuk titik terendah pada siklus kali ini.
Sebagai dasar argumennya, Brandt mengingatkan bahwa setiap bear market besar selalu diwarnai koreksi tajam. Menurutnya, penurunan lebih dari 80 persen sudah beberapa kali terjadi sejak aset kripto itu pertama kali diperdagangkan.
Harga Bitcoin Siap Uji US$67.000? Reclaim Teknikal Didukung Akumulasi Whale
Sentimen Pasar Dinilai Belum Cukup Buruk
Di tengah banyaknya prediksi bahwa area US$60.000 merupakan titik balik sebelum Bitcoin memulai reli, Brandt justru melihat kondisi psikologis pasar masih belum memenuhi karakteristik sebuah bottom besar.
Menurutnya, sentimen investor masih berada di fase netral. Padahal, dalam pandangannya, pasar biasanya baru benar-benar mencapai dasar ketika kepanikan mendominasi dan volume perdagangan melonjak drastis.
“Saat ini sentimen pasar masih netral. Padahal, pasar tidak pernah mencapai titik terendah ketika sentimennya netral. Pasar biasanya menyentuh dasar saat kepanikan melanda dan volume perdagangan melonjak,” ujar Brandt menjelaskan alasan di balik proyeksinya.
Ia bahkan memperkirakan banyak investor yang saat ini masih optimistis suatu saat akan menyerah apabila harga kembali terkoreksi. Fase kapitulasi seperti itulah yang menurutnya sering menjadi penanda akhir bear market.
“Orang-orang yang saat ini mengatakan Bitcoin sudah mencapai titik terendah, pada akhirnya akan menyerah, melempar handuk, dan berkata bahwa mereka sudah selesai dengan Bitcoin,” ujar Brandt, menggambarkan bagaimana psikologi investor dapat berubah.
Pandangan ini mengingatkan bahwa pergerakan harga tidak hanya dipengaruhi faktor teknikal. Emosi investor juga memainkan peran besar dalam menentukan kapan sebuah siklus bearish benar-benar berakhir.
Bitcoin Dinilai Lebih Menarik daripada Saham AI
Selain membahas arah pergerakan harga Bitcoin, Brandt juga menyinggung tren investasi pada sektor kecerdasan buatan (AI) yang belakangan menjadi magnet baru bagi investor global.
Menurutnya, anggapan bahwa saham AI akan terus memberikan keuntungan besar belum tentu terbukti dalam beberapa tahun ke depan. Ia justru melihat prospek Bitcoin lebih menarik untuk investasi jangka panjang.
“Saya tidak percaya bahwa orang yang menginvestasikan seluruh dananya ke saham AI saat ini akan merasa puas dengan hasil investasinya dalam dua hingga tiga tahun ke depan,” ujar Brandt.
Sebagai gambaran, Brandt mengatakan apabila memiliki dana sebesar US$10.000 saat ini, ia akan membaginya secara seimbang. Sebanyak 50 persen dialokasikan ke Bitcoin, sedangkan sisanya ditempatkan pada logam mulia sebagai aset lindung nilai.
Menurutnya, logam mulia lebih dekat ke dasar harga, sementara Bitcoin lebih dekat ke dasar waktu. Setelah fase tersebut selesai, Brandt memperkirakan harga BTC baru akan mencapai puncak siklus berikutnya pada 2029.
Harga Bitcoin Meniru Pola Emas? Diramal Melejit ke US$800.000
Dalam skenario tersebut, harga Bitcoin diproyeksikan berpeluang diperdagangkan di kisaran US$250.000 hingga US$300.000, seiring berakhirnya siklus bearish dan dimulainya fase kenaikan berikutnya.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


