Bitcoin Bersiap Meledak? Data Ini Soroti Kapitulasi Ritel dan Lonjakan Leverage

Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah sejumlah indikator on-chain menunjukkan kondisi yang kerap muncul menjelang fase pembalikan arah pasar.

Analis on-chain GugaOnChain di CryptoQuant menilai investor ritel mulai memasuki fase kapitulasi, sementara pasar derivatif justru memperlihatkan peningkatan penggunaan leverage. Kombinasi ini dapat membentuk dasar bagi pergerakan harga yang lebih besar jika didukung oleh arus dana institusional.

Dalam analisis terbarunya, GugaOnChain menyoroti indikator MVRV-STH yang berada di level 0,816 saat Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$60.133.

Angka tersebut menunjukkan bahwa pemegang jangka pendek (STH) rata-rata masih menanggung kerugian yang belum terealisasi sekitar 19 persen, sebuah kondisi yang secara historis sering muncul ketika pasar mendekati titik terendah siklus.

BTC STH 30 jn

Kapitulasi Ritel dan Lonjakan Leverage Jadi Perhatian

Menurut GugaOnChain, penurunan MVRV-STH hingga di bawah level 0,85 selama ini kerap menjadi sinyal kapitulasi besar-besaran di kalangan investor ritel. Pada fase tersebut, tekanan psikologis biasanya mencapai titik tertinggi sehingga banyak pelaku pasar memilih menjual aset mereka dalam kondisi merugi, sementara investor bermodal besar mulai melakukan akumulasi untuk jangka panjang.

Pandangan itu diperkuat oleh indikator SOPR-STH yang berada di level 0,99. Nilai di bawah 1,0 mengindikasikan bahwa investor jangka pendek benar-benar merealisasikan kerugian dengan menjual koin di bawah harga perolehannya.

BACA JUGA:  Tunggu Harga XRP Meledak? Grafik 13 Tahun Ini Katakan Hal yang Berbeda

Kondisi tersebut menunjukkan proses perpindahan kepemilikan aset dari investor yang menyerah kepada pihak yang bersedia membeli pada harga yang lebih rendah, termasuk melalui transaksi over-the-counter (OTC).

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Di sisi lain, pasar derivatif mulai memperlihatkan dinamika berbeda. Data menunjukkan Open Interest (OI) meningkat sekitar US$169,35 juta atau 0,83 persen dalam 24 jam terakhir. Kenaikan tersebut mencerminkan masuknya kontrak-kontrak ber-leverage baru ke pasar.

Menurut GugaOnChain, peningkatan Open Interest bukan sekadar mencerminkan optimisme pelaku pasar, tetapi juga memperbesar potensi terjadinya pergerakan harga yang tajam akibat likuidasi posisi leverage.

Semakin banyak kontrak yang terbuka, semakin besar pula peluang terjadinya pergerakan eksplosif ketika salah satu sisi pasar, baik long maupun short, mulai terlikuidasi.

“Kapitulasi ritel telah dimulai di area dasar, sementara pasar derivatif sedang membangun jebakan likuiditas baru yang berpotensi menjadi fondasi bagi pergerakan swing trade yang kuat ketika arus dana institusional mulai masuk,” ujar GugaOnChain.

BACA JUGA:  Whale XRP Pilih Menunggu? Data Ini Ungkap Perubahan Besar di Balik Layar

Level US$63.000 Jadi Penentu Arah Bitcoin Selanjutnya

Sejalan dengan temuan tersebut, analis Klondike menilai Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi setelah berhasil menyapu likuiditas di area bawah atau sweep lows. Menurutnya, kondisi itu dapat menjadi fondasi sebelum pasar menentukan arah berikutnya, meski konfirmasi bullish belum sepenuhnya terbentuk.

BTC analisis 30 jun

Klondike menjelaskan bahwa level US$63.000 menjadi area paling penting yang harus ditembus agar peluang kenaikan semakin kuat. Selama Bitcoin masih bergerak di bawah zona tersebut, struktur harga dinilai masih berada dalam tahap pembentukan sehingga belum memberikan sinyal bullish yang benar-benar valid.

Apabila breakout berhasil terjadi di atas US$63.000, ia memperkirakan momentum beli dapat membawa Bitcoin melanjutkan reli menuju kisaran US$67.000 hingga US$70.000. Karena itu, area tersebut dipandang sebagai batas krusial yang akan menentukan apakah skenario kenaikan dapat berlanjut atau pasar kembali memasuki fase konsolidasi.

Siklus Historis Mulai Mengarah ke Fase Bullish

Sementara itu, analis CryptoZ melihat Bitcoin mulai memasuki fase yang dalam beberapa siklus sebelumnya sering berdekatan dengan periode terbentuknya bear market bottom.

Berdasarkan perbandingan data historis, ia memperkirakan aset kripto terbesar tersebut berpotensi mencetak rekor harga tertinggi sepanjang masa (ATH) baru dalam sekitar 800 hari.

BACA JUGA:  5 Kripto Top Gainers Hari Ini, Salah Satunya Meroket 60 Persen!

Bitcoin 30 jun

CryptoZ juga menilai harga saat ini telah terkoreksi sekitar 50 persen dari ATH sebelumnya. Meski masih terbuka kemungkinan penurunan tambahan sekitar 10 hingga 15 persen, ia menilai rasio risiko dan potensi keuntungan kini mulai lebih menarik dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.

Atas dasar itu, CryptoZ mengaku tetap melakukan akumulasi secara agresif. Menurutnya, sekitar 80 persen portofolio spot miliknya kini dialokasikan ke Bitcoin, sementara posisi swing long yang dibuka pada kisaran US$59.400 hingga US$55.000 masih dipertahankan.

Ia menilai volatilitas jangka pendek masih mungkin terjadi, tetapi peluang kenaikan dalam jangka menengah hingga panjang mulai lebih dominan apabila struktur pasar terus membaik.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait