Bitcoin Bidik US$67.300, Data Makro dan Grafik Kompak Bullish

Bitcoin kembali menarik perhatian setelah sinyal makroekonomi dan teknikal sama-sama menunjukkan arah positif. Di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi AS, BTC justru menunjukkan ketahanan yang membuat analis tetap optimistis.

Menariknya, optimisme ini tidak hanya berasal dari pergerakan harga. Indikator ekonomi, pola teknikal, dan pandangan jangka panjang sejumlah analis mulai membentuk narasi bullish yang saling mendukung. Apakah Bitcoin sedang bersiap menuju US$67.300?

Perlambatan Ekonomi AS Jadi Angin Segar bagi BTC

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap kondisi ekonomi AS, analis makro André Dragosch menilai Bitcoin kembali memberikan sinyal terkait perlambatan aktivitas ekonomi. Menurutnya, aset ini kembali mendahului pergerakan indikator ekonomi tradisional.

“Menurut saya, Bitcoin memberikan sinyal awal perlambatan pada ISM. Tanda terlihat pada sejumlah indikator yang bersifat forward-looking, seperti pertumbuhan likuiditas dan kurva imbal hasil (yield curve),” tulisnya di X, Selasa (23/06/2026)

Dragosch menyoroti pertumbuhan likuiditas dan yield curve yang menunjukkan perlambatan. Kedua indikator tersebut sering dianggap sebagai petunjuk awal sebelum perubahan ekonomi tercermin dalam data resmi.

BACA JUGA:  Sinyal Langka Muncul di Bitcoin, Pergerakan Whale Bikin Was-was

Jika skenario itu terjadi, pasar berpotensi kembali berspekulasi terhadap kebijakan moneter yang lebih longgar. Kondisi tersebut secara historis sering menjadi katalis positif bagi aset berisiko, termasuk Bitcoin.

Menariknya, grafik yang dibagikan The Rational Root memperlihatkan hubungan yang cukup erat antara pergerakan RSI Bitcoin, RSI S&P 500, dan indeks ISM sepanjang beberapa dekade terakhir. Saat ISM mulai melemah, Bitcoin kerap menunjukkan respons sebaliknya.

RSI Bitcoin, S&P 500 dan ISM - Root
RSI Bitcoin, S&P 500 dan ISM – Root

Bear Flag Gagal, Bitcoin Kembali Mengincar US$67.300

Dari sisi teknikal, sentimen positif juga datang setelah pola bearish yang sebelumnya sempat mengkhawatirkan pasar gagal terkonfirmasi. Analis Washigorira menyoroti bahwa skenario penurunan kini mulai kehilangan pijakan.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

“Pola bear flag Bitcoin pada timeframe 4 jam gagal terkonfirmasi. Penembusan ke bawah yang sempat terjadi ternyata hanya fakeout. Kini BTC kembali bergerak menuju batas atas area perdagangannya,” tuturnya di X, Senin (22/06/2026).

Pergerakan tersebut sering dianggap sebagai jebakan bagi pelaku pasar yang terlalu cepat membuka posisi bearish. Ketika BTC kembali masuk ke dalam area range, tekanan jual biasanya mulai berkurang dan momentum beralih ke pihak pembeli.

BACA JUGA:  Bukan Bull Run, Bitcoin Justru Masuki Fase yang Paling Ditakuti Investor

Saat ini harga Bitcoin terlihat bergerak menuju batas atas range yang berada di sekitar US$67.300. Level tersebut menjadi area penting yang dipantau banyak trader dalam jangka pendek.

Bitcoin Bear Flag - Washigorira
Bitcoin Bear Flag – Washigorira

Apabila level itu ditembus, pasar kemungkinan akan mulai membicarakan target yang lebih tinggi. Sebaliknya, kegagalan menembus area tersebut dapat memicu konsolidasi sebelum arah berikutnya terbentuk.

Puncak Siklus Bitcoin Belum Tiba?

Di tengah kombinasi sinyal makro dan teknikal yang menguat, analis kripto Michaël van de Poppe tetap mempertahankan pandangan bullish jangka panjangnya terhadap Bitcoin lewat analisis yang diunggah pada Selasa (23/06/2026).

Ia berpendapat bahwa kerentanan sistem keuangan saat ini akan semakin terlihat ketika tekanan ekonomi meningkat. Dalam skenario tersebut, semakin banyak orang diperkirakan mencari alternatif di luar sistem keuangan konvensional.

“Puncak Bitcoin berikutnya akan menjadi akhir dari sistem keuangan saat ini. Reli berikutnya akan mendorong banyak orang menuju dunia yang terdesentralisasi, sementara rapuhnya sistem keuangan yang ada akan semakin terlihat,” ujar Poppe.

BACA JUGA:  Riset Google Quantum AI: 2,3 Juta Bitcoin Terancam Dibobol di Masa Depan!

Pandangan tersebut memang terkesan agresif dan tidak semua pihak sepakat. Namun, narasi itu menjadi menarik ketika disandingkan dengan sinyal perlambatan ekonomi serta ketahanan harga Bitcoin dalam beberapa pekan terakhir.

Bitcoin Bertahan di Support Kunci, Jalan Menuju US$72.000 Terbuka?

Untuk saat ini, fokus pasar masih tertuju pada satu level penting, yakni US$67.300. Jika Bitcoin mampu menembus area tersebut, kombinasi data makro yang mendukung dan struktur teknikal yang membaik bisa menjadi bahan bakar tambahan bagi reli BTC berikutnya.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait