Bitcoin Bidik US$80.000, Sinyal Golden Cross Ini Indikasikan Rezim Baru

Harga Bitcoin kembali mendekati level psikologis penting setelah reli tajam sepanjang pekan lalu. BTC kini bergerak di kisaran US$78.800 hingga US$79.000, membuat level US$80.000 kembali berada dalam jangkauan.

Reli tersebut datang bersamaan dengan perubahan struktur teknikal yang menarik perhatian. Golden Cross antara MA 50 hari dan MA 200 hari semakin dekat, sementara kedua garis kini mulai sama-sama menanjak.

Golden Cross Bitcoin Terbentuk, Rezim Baru Mengintai

Berdasarkan grafik yang dibagikan analis James Van Straten pada Minggu (23/08/2026), MA 50 hari Bitcoin mulai berbalik naik setelah bergerak mendatar di sekitar US$64.000. Sementara itu, MA 200 hari masih berada di kisaran US$69.000.

Lonjakan harga BTC menuju US$78.000 membuat posisinya semakin jauh di atas kedua rata-rata tersebut. Pada saat bersamaan, MA 50 hari perlahan mengejar MA 200 hari dari bawah dan membuka peluang terbentuknya Golden Cross.

“Bitcoin cenderung melonjak beberapa pekan sebelum Golden Cross terbentuk. Saat ini, MA 50 hari dan MA 200 hari sama-sama mulai menanjak, membuka peluang terjadinya Golden Cross,” ungkapnya.

Bitcoin Golden Cross - James Van Straten
Bitcoin Golden Cross – James Van Straten

Menariknya, Van Straten menilai kondisi ini juga bisa menandai perubahan karakter pasar. Ia menyoroti bahwa sepanjang 2022, Bitcoin tidak pernah mampu bergerak kembali di atas MA 200 hari seperti yang terlihat pada kondisi saat ini.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Bisa Uji US$57.800? Pola Bear Market 2022 Kembali Terlihat

Artinya, Golden Cross memang belum benar-benar terbentuk. Namun, perubahan arah kedua moving average menjadi sinyal bullish yang patut diperhatikan, terutama jika MA 50 hari terus naik dan akhirnya menembus MA 200 hari.

Dari US$62.700 ke US$79.000, Reli BTC Dimulai dari Sapuan Likuiditas

Sinyal tersebut menjadi semakin relevan jika melihat bagaimana reli terbentuk. Data yang dibagikan analis Maartun pada Senin (24/08/2026) menunjukkan BTC sempat bergerak relatif datar di sekitar US$63.000 sebelum volatilitas meningkat dan memicu indikasi liquidity sweep.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

“Pekan lalu, BTC sempat menyapu level terendah sekitar US$62.700, kemudian kembali merebut US$64.000 dan membangun fondasi untuk kenaikan berikutnya,” tuturnya.

Pergerakan berikutnya berlangsung agresif. Dari US$64.000, BTC menembus US$65.000, lalu melesat melewati US$69.000 dan US$70.000 sebelum reli berlanjut hingga mendekati US$79.000.

Bitcoin Price Action - Maartunn
Bitcoin Price Action – Maartunn

Grafik juga menunjukkan ekspansi kuat terjadi sejak Rabu hingga Jumat. Setelah mencetak puncak lokal mendekati US$79.000, Bitcoin mulai berkonsolidasi di kisaran US$76.000 hingga US$78.000 sepanjang akhir pekan.

BACA JUGA:  Bitcoin Dapat Angin Segar, Inflow ETF Jaga Peluang ke US$70.000

Maartun menilai pergerakan awal pekan tidak selalu harus digunakan untuk menebak arah. Menurutnya, sapuan likuiditas dan respons harga setelah pergerakan tersebut justru bisa memberikan petunjuk yang lebih penting.

“Pergerakan awal bisa saja hanya berupa sapuan likuiditas. Justru, reaksi harga Bitcoin setelahnya yang memberikan lebih banyak petunjuk,” tambahnya.

Dengan konteks tersebut, pergerakan Bitcoin pada awal pekan ini kembali menjadi perhatian. Kemampuan BTC mempertahankan area yang baru direbut menjadi salah satu kunci untuk melihat apakah momentum bullish masih berlanjut.

US$80.000 Jadi Tembok Terakhir, Relief Rally atau Awal Tren Baru?

Meski Golden Cross mulai membangun narasi bullish, Bitcoin belum sepenuhnya keluar dari zona krusial. Grafik mingguan menunjukkan harga kini memasuki area resistensi besar di kisaran US$77.000 hingga US$84.500.

Level US$80.000 menjadi penting karena bertepatan dengan sejumlah moving average pada timeframe mingguan. Analis Jelle menyoroti EMA 50 minggu dan EMA 100 minggu yang kini berkumpul di sekitar area tersebut.

“Bitcoin mencatat pergerakan besar pekan lalu dan langsung melesat menuju level resistensi penting di sekitar US$80.000. EMA 50 minggu dan EMA 100 minggu juga berkumpul di area tersebut,” jelasnya di X, Senin (24/08/2026).

BACA JUGA:  Bitcoin Bull Score Tembus 60, Mungkinkah BTC Naik ke US$82.000?
Bitcoin 50 and 100 Week EMA - Jelle
Bitcoin 50 and 100 Week EMA – Jelle

Pada grafik yang dibagikan Jelle, harga BTC berada di sekitar US$77.286, sedangkan salah satu EMA terlihat di kisaran US$78.395. Kondisi ini menunjukkan Bitcoin sedang berhadapan langsung dengan kumpulan resistance teknikal setelah reli tajam dari area US$60.000-an.

Menurut Jelle, skenario baru akan terlihat menarik jika Bitcoin menembus zona tersebut dan mengubahnya menjadi support. Selama itu belum terjadi, reli terbaru masih berpotensi sekadar menjadi relief rally.

Di sinilah dua sinyal teknikal mulai beradu. Golden Cross mengindikasikan potensi perubahan rezim, sedangkan resistensi US$80.000 masih menjadi ujian utama sebelum struktur bullish memperoleh konfirmasi yang lebih kuat.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait