Bitcoin Bisa Bangkit dari US$64.000? Divergensi Ini Tandai Potensi Bottom

Bitcoin mulai menunjukkan pergerakan yang menarik setelah bertahan di area US$64.000 hingga US$64.800. Di balik pergerakan harga yang relatif tenang, sejumlah indikator mulai menangkap tanda-tanda awal pemulihan pasar.

Divergensi Bullish BTC Kembali, Pola Lama Terulang?

Analis kripto ternama, Ali Martinez, melalui analisis yang diunggah pada Kamis (06/08/2026), menyoroti kemunculan bullish divergence antara harga Bitcoin dan Net Capital Flows. Pola serupa sebelumnya muncul ketika BTC membentuk dasar siklus di US$15.000.

Setelah sinyal tersebut terbentuk, Bitcoin memasuki reli besar hingga mencetak ATH baru pada Oktober 2025. Kenaikannya mencapai sekitar 740 persen, sehingga kemunculan pola serupa kini kembali menarik perhatian.

“Divergensi bullish terakhir antara harga Bitcoin (BTC) dan Net Capital Flows menandai titik terendah siklus. Setelah itu, Bitcoin memulai reli besar dari US$15.000 hingga US$126.000. Kini, sinyal yang sama kembali muncul,” jelasnya.

BACA JUGA:  Jepang Siapkan Jalan untuk Bitcoin ETF, Gelombang Besar Segera Datang?
Bitcoin Net Capital Flow Divergence - Ali Martinez
Bitcoin Net Capital Flow Divergence – Ali Martinez

Meski demikian, pola historis tidak menjamin hasil yang sama akan terulang. Sinyal tersebut lebih tepat dibaca sebagai indikasi perubahan tekanan pasar, bukan kepastian bahwa Bitcoin siap mengulangi reli besar sebelumnya.

Bitcoin Naik ke US$64.600, tetapi Demand Masih Lemah

Optimisme dari Net Capital Flows mendapat penyeimbang dari indikator lain. Axel Adler Jr mencatat Bitcoin telah naik menuju US$64.600, tetapi apparent demand masih bertahan di wilayah negatif.

Menurut Adler, kondisi tersebut telah berlangsung selama lima bulan berturut-turut. Artinya, pemulihan harga terbaru belum diikuti peningkatan permintaan yang cukup kuat untuk menjadi bahan bakar bagi reli lebih besar.

“Bitcoin telah naik ke US$64.600, tetapi indikator permintaan berada di zona negatif selama lima bulan berturut-turut. Artinya, rebound yang terjadi masih belum memiliki dorongan permintaan yang cukup kuat,” tuturnya di X, Kamis (06/08/2026).

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan
BACA JUGA:  Hore! Harga Bitcoin Bentuk Sinyal Bullish, Analis Sebut Targetkan 73 Ribu Dolar
Bitcoin Apparent Demand-to-Issuance Ratio - Axel Adler Jr
Bitcoin Apparent Demand-to-Issuance Ratio – Axel Adler Jr

Grafik Bitcoin Apparent Demand-to-Issuance Ratio juga memperlihatkan indikatornya masih berada di bawah garis nol. Kondisi ini menunjukkan permintaan baru belum cukup kuat untuk mengimbangi pasokan Bitcoin yang masuk ke pasar.

Perbedaan antara harga yang mulai pulih dan demand yang lemah membuat kondisi saat ini cukup menarik. Bitcoin menunjukkan tanda stabilisasi, tetapi pasar masih membutuhkan arus permintaan lebih kuat sebagai konfirmasi pemulihan.

Higher Low Beri Harapan Rebound Jangka Pendek

Di sisi teknikal, Jelle melihat perkembangan yang lebih konstruktif. Menurutnya, Bitcoin berhasil membentuk higher low selama sepekan terakhir, berbeda dari beberapa upaya pembentukan dasar yang terjadi sebelumnya.

Grafik yang dibagikannya pada Kamis (06/08/2026) menunjukkan area US$57.500 hingga US$60.000 kembali berfungsi sebagai zona pertahanan. Setelah sempat turun ke bawah area tersebut, Bitcoin mampu bangkit dan kembali bergerak menuju US$64.000.

BACA JUGA:  Harga XRP Siap Mengulang Ledakan 2024 dan Kalahkan Bitcoin

Higher low biasanya menunjukkan tekanan jual mulai berkurang karena pembeli masuk pada level yang lebih tinggi dibandingkan titik terendah sebelumnya. Jelle menilai struktur tersebut membuka peluang setidaknya untuk relief rally.

“Pergerakan kali ini menunjukkan perbedaan menarik dibandingkan pola sebelumnya. Dalam sepekan terakhir, Bitcoin membentuk higher low, yang mengindikasikan pasar mulai siap untuk setidaknya mengalami pemulihan sementara,” tulis Jelle.

Bitcoin Higher Low - Jelle
Bitcoin Higher Low – Jelle

Kini, ketiga indikator tersebut memberikan gambaran yang saling melengkapi. Divergensi Net Capital Flows dan higher low menawarkan harapan, sedangkan demand negatif mengingatkan bahwa pemulihan Bitcoin masih membutuhkan konfirmasi tambahan.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait