Bitcoin kembali mendekati zona krusial setelah bergerak di kisaran US$78.500 hingga US$79.200. Peluang mencetak high baru mulai terbuka, tetapi sinyal dari Strategy dan pasar derivatif masih menunjukkan arah yang berbeda.
US$79.400 Jadi Gerbang Bitcoin Menuju High Baru
Pergerakan Bitcoin masih tertahan dalam rentang sempit pada awal September 2026. Grafik yang dibagikan analis Michaël van de Poppe pada Senin (31/08/2026) menunjukkan BTC sempat menyapu likuiditas di bawah, lalu memantul dan resistance penting di US$79.400.
Menurut Van de Poppe, level tersebut menjadi batas penting yang perlu ditembus untuk memperkuat struktur bullish dalam jangka pendek. Breakout yang meyakinkan berpotensi membawa Bitcoin kembali menguji puncak tahunan.
“Saya menyebutkan tadi malam bahwa US$79.400 merupakan resistance level krusial yang perlu ditembus. Jika level itu berhasil dilewati, Bitcoin berpeluang mencetak level tertinggi baru tahun ini,” tuturnya.

Pada grafik satu jam, area resistance membentang di sekitar US$79.350 hingga US$79.600. Di atas zona tersebut, BTC memiliki ruang untuk kembali mengejar area US$80.000 hingga sekitar US$81.000.
Skenario sebaliknya tetap terbuka jika momentum pembeli melemah. Ia menempatkan level US$76.200 sebagai area bid berikutnya, berdekatan dengan zona support US$75.779 hingga US$76.200 yang terlihat pada grafik.
Artinya, harga Bitcoin sedang berada di titik keputusan. Bertahan di dekat US$79.000 menjaga peluang breakout tetap hidup, tetapi penolakan berulang di US$79.400 dapat membuka jalan menuju pengujian support yang lebih rendah.
Strategy Kembali Beli BTC Setelah Absen 2,5 Bulan
Di tengah tarik-menarik teknikal tersebut, muncul sinyal lain dari sisi institusional. Maartunn menyoroti Strategy yang kembali melakukan pembelian BTC setelah sekitar 2,5 bulan tidak menambah kepemilikannya.
Grafik memperlihatkan pembelian baru muncul pada akhir Agustus, setelah transaksi pembelian terakhir terlihat sekitar pertengahan Juni. Jeda tersebut cukup kontras dengan aktivitas agresif Strategy sepanjang Januari hingga Mei.
Sepanjang awal 2026, beberapa pembelian bahkan tercatat sangat besar. Grafik menunjukkan transaksi sekitar 22.305 BTC pada Januari, 22.337 BTC pada Maret, 34.164 BTC pada April, dan 24.869 BTC pada Mei.

Menariknya, Strategy kembali membeli Bitcoin sudah berada dekat US$80.000, bukan saat harga turun ke area US$60.000 pada Juni dan Juli. Timing tersebut membuat langkah terbaru ini semakin mencuri perhatian.
Long Squeeze Jadi Risiko di Balik Skenario Bullish
Masalahnya, pasar derivatif belum memberikan lampu hijau sepenuhnya. Axel Adler Jr menilai posisi short sebelumnya sudah banyak tersapu, sementara posisi long kini justru mulai berada dalam bidikan jika leverage kembali menumpuk.
“Setelah short squeeze, leverage di pasar derivatif BTC masih terus menyusut. Namun, di tengah pasar yang mengecil itu, posisi trader justru semakin condong ke long, sementara biaya mempertahankan posisi tersebut ikut meningkat,” tuturnya di X, Senin (31/08/2026).
Grafik perubahan open interest memperlihatkan kontraksi besar pada 21 Agustus, ketika perubahan OI 24 jam sempat turun mendekati minus 40.000 BTC. Setelah itu, tekanan negatif mulai berangsur mengecil menjelang akhir bulan.
Kondisi ini menciptakan paradoks bagi Bitcoin. Breakout US$79.400 dapat memancing trader mengejar kenaikan menuju US$80.000 hingga US$81.000, tetapi kenaikan funding dan open interest justru bisa memperbesar risiko long squeeze.

Karena itu, pembelian Strategy dan rebound harga memang memperkuat narasi bullish, tetapi pasar belum sepenuhnya aman. Konfirmasi terpenting tetap berada di US$79.400, sementara US$76.200 menjadi area yang perlu diperhatikan jika skenario tersebut gagal.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


