Bitcoin Bisa Meledak ke US$500 Ribu? Skenarionya Bikin Penasaran!

Bitcoin kembali memancing spekulasi besar. Harga BTC saat ini bergerak di sekitar US$79.000 hingga US$81.000, namun sebuah channel pertumbuhan jangka panjang membuka skenario yang jauh lebih ekstrem dan menarik.

Pola Jangka Panjang Buka Jalan BTC ke US$500 Ribu

Grafik Bitbo yang dibagikan analis CryptoJack pada Kamis (03/09/2026) menunjukkan Bitcoin masih bergerak di dalam channel pertumbuhan jangka panjang yang telah membingkai pergerakan harga BTC selama lebih dari satu dekade.

Dalam beberapa siklus sebelumnya, harga sempat menyimpang cukup jauh dari jalur utama. Namun, Bitcoin berulang kali kembali mendekati tren besarnya setelah fase koreksi maupun euforia berakhir.

“Harga BTC masih berada jauh di bawah resistance atas, sehingga masih menyisakan potensi kenaikan jangka panjang yang cukup besar jika struktur ini tetap bertahan,” tuturnya di X.

Proyeksi Pergerakan Harga BTC - CryptoJack
Proyeksi Pergerakan Harga BTC – CryptoJack

Pada grafik tersebut, area sekitar US$500.000 berada di sekitar batas atas channel dalam beberapa tahun mendatang. Angka ini bukan target pasti, melainkan skenario bullish jika pola pertumbuhan lama terus berlanjut.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Bisa Turun 10 Persen, tetapi Pola Ini Beri Harapan Baru

Dengan kata lain, peluang menuju US$500.000 bergantung pada satu syarat utama, yakni Bitcoin tetap mengikuti struktur pertumbuhan jangka panjang tanpa mengalami perubahan besar yang benar-benar mematahkan pola tersebut.

Likuiditas Bitcoin Mulai Pulih, Tapi Demand Masih Rapuh

Masalahnya, kondisi jangka pendek belum sepenuhnya mendukung skenario besar tersebut. Data CryptoQuant yang dibagikan Axel Adler Jr menunjukkan periode arus keluar stablecoin selama 113 hari akhirnya berakhir.

Perubahan ini memberi sinyal bahwa tekanan likuiditas mulai mereda. Namun, netflow positif stablecoin justru menyusut cukup tajam dalam waktu singkat, sehingga pemulihannya masih terlihat rapuh.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Netflow positif saat ini menyusut 51 persen dalam dua hari, sementara ketiga SSR Oscillator masih berada di atas nol,” jelas Adler di X, Kamis (03/09/2026).

Bitcoin Demand - Darkfost
Bitcoin Demand – Darkfost

Meski likuiditas mulai stabil, kondisi tersebut belum otomatis berarti permintaan Bitcoin kembali kuat. Adler menilai pasar masih membutuhkan konfirmasi bahwa modal baru benar-benar masuk dan mendorong pembelian BTC secara konsisten.

BACA JUGA:  Bull Market Bitcoin Baru Mulai? Arthur Hayes Ingatkan Koreksi Brutal

Tekanan serupa juga terlihat pada apparent demand 30 hari. Darkfost mencatat indikator tersebut kembali negatif, sementara short-term holder masih merealisasikan keuntungan sehingga tekanan jual tetap terasa.

Darkfost memperingatkan bahwa tanpa pemulihan permintaan dalam waktu dekat, Bitcoin berpotensi memasuki leg penurunan berikutnya dan kembali menekan struktur bullish yang sedang berusaha dipertahankan.

“Hal ini juga terlihat dari struktur harga BTC yang semakin melemah. Tanpa pemulihan permintaan dalam waktu dekat, Bitcoin berpotensi memasuki fase penurunan berikutnya,” tulisnya di X, Kamis (03/09/2026).

Bitcoin Stablecoin Supply Ratio - Axel Adler Jr
Bitcoin Stablecoin Supply Ratio – Axel Adler Jr

M2 Capai US$23,218 Triliun, Angin Segar untuk Bitcoin?

Di tengah sinyal jangka pendek yang masih campuran, faktor makro justru menghadirkan cerita berbeda. Data FRED per Jumat (04/09/2026) menunjukkan M2 Amerika Serikat mencapai rekor US$23,218 triliun pada Juli 2026.

Kenaikan M2 menunjukkan jumlah uang dalam sistem keuangan terus bertambah. Secara teori, kondisi ini dapat mendukung aset berisiko apabila sebagian likuiditas akhirnya mengalir ke pasar saham maupun kripto.

BACA JUGA:  Bitcoin 2030: Apa yang Sebenarnya Bisa Membuat BTC Bernilai Jauh Lebih Tinggi?

Bagi Bitcoin, rekor M2 tentu bukan tombol otomatis menuju reli. Dampaknya tetap bergantung pada suku bunga, sentimen risiko, arus modal, serta apakah permintaan terhadap BTC kembali menguat.

Likuiditas M2 AS - FRED
M2 AS – FRED

Karena itu, skenario US$500.000 memang terlihat menarik, tetapi jalannya masih panjang. Channel historis memberi ruang, sementara likuiditas, demand, dan kondisi makro akan menentukan apakah skenario kenaikan BTC akan tetap bertahan.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait