Bitcoin Bisa Terkoreksi 40 Persen, US$5.800 Jika…

Analis profesional, Peter Brandt mengingatkan FOMO (fear of missing opportunities) akan kerap terjadi pada garis parabolik saat ini. Katanya, kendati kenaikan akan terus berlangsung, aksi jual terhadap Bitcoin akan terus terjadi.

Senada dengan Brandt, trader kripto lainnya, Walter Wyckoff menegaskan, mengingat Bitcoin memiliki siklus naik dua tahunan, Bitcoin melakukan reli dari titik rendah 0,382 Fibonacci Retracement dari harga tinggi sebelumnya.

“Dengan demikian Bitcoin kemungkinan besar akan mengalami koreksi hingga 40 persen sebelum ia naik kembali. 0,382 Fibonacci Retracement mungkin berposisi di level US$9.500, lalu terkoreksi hingga 40 persen di US$5.800,” kata Wyckoff.

Josh Olszewicz, analis di Brave New Coin, menyebutkan exponential moving average (EMA) 100 dan daily moving average (SMA) 100 pada Bitcoin hanya terjadi selama 6 kali sejak ia lahir pada tahun 2009.

 

“Belum lama ini EMA 100 telah melewati SMA 100, yang menandakan ‘bull cross’ [14 Mei 2019, US$8.030]. Sinyal terakhir seperti ini terjadi pada akhir 2015 sebagai ‘pre bull run‘. Beberapa bulan berikutnya Bitcoin melakukan reli parabolik dan memuncak di US$20 ribu pada medio Desember 2017 silam,” jelas Olszewicz di Twitter belum lama ini.

Analis sekaligus vlogger kripto, Josh Rager, dengan menggunakan indikator tak lazim “3D Super Guppy” menyimpulkan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk membeli Bitcoin, karena dinamikanya menunjukkan bull trend.

“Kendati indikator ini memberikan sinyal palsu, tetapi 3D Super Guppy memberikan sinyal yang bagus untuk mulai membeli lagi Bitcoin, sekaligus memberikan gambarkan kelanjutan kenaikannya. Indikator 3D Super Guppy juga terkonfirmasi pada uptrend 25 bulan, yang mana membawa Bitcoin naik dari US$200 menjadi US$20 ribu pada pertengahan Desember 2017 lalu,” kata Rager. [Ethereumworldnews.com/red]

Terkini

Warta Korporat

Terkait