Bitcoin Core 32.0 Bawa Pembaruan Besar, Apa yang Berubah pada Jaringan BTC?

Pengembang Bitcoin resmi menandai kode final Bitcoin Core 32.0 pada Rabu (21/10/2026), membawa serangkaian pembaruan penting yang menyasar privasi transaksi, efisiensi penyimpanan data, hingga kemampuan komunikasi antar-node di jaringan BTC.

Pembaruan tersebut mencakup peningkatan batas koneksi otomatis dari 125 menjadi 200, perbaikan mekanisme penyiaran transaksi privat, serta optimalisasi indeks transaksi yang dapat mengurangi kebutuhan ruang penyimpanan lebih dari separuh.

Berdasarkan halaman rilis Bitcoin Core 32.0 di GitHub, versi final tersebut ditandai melalui commit 465dde2 dengan tanda tangan digital yang telah terverifikasi. Langkah ini menandai selesainya tahap pengembangan kode untuk pembaruan besar tersebut.

Meski demikian, hingga pemeriksaan pada Kamis (22/10/2026), berkas instalasi final belum terlihat dalam direktori unduhan resmi. Direktori tersebut masih menampilkan sejumlah versi kandidat rilis atau release candidate yang digunakan dalam proses pengujian.

Kehadiran Bitcoin Core 32.0 menjadi perkembangan penting karena perangkat lunak ini digunakan untuk menjalankan node yang bertugas memvalidasi blok dan transaksi sesuai aturan konsensus Bitcoin.

Pembaruan perangkat lunak tersebut tidak secara otomatis mengubah aturan konsensus jaringan atau memaksa seluruh pengguna BTC melakukan peningkatan versi secara bersamaan.

Privasi BTC Diperketat, Koneksi Node Naik 60 Persen

Salah satu perubahan penting dalam Bitcoin Core 32.0 adalah penguatan fitur Private Broadcast, yang dirancang untuk mengurangi risiko identitas jaringan pengirim transaksi Bitcoin terungkap kepada pihak lain.

Menurut catatan rilis resmi Bitcoin Core 32.0, mekanisme ini menggunakan koneksi khusus melalui jaringan privasi seperti Tor atau I2P ketika transaksi dikirim menggunakan fitur yang sesuai.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Sebelumnya, terdapat kondisi tertentu yang memungkinkan koneksi transaksi privat kembali menggunakan jaringan biasa ketika proses komunikasi antarnode mengalami kegagalan. Kondisi tersebut berisiko mengekspos alamat IP pengirim transaksi.

BACA JUGA:  Kripto Hari Ini 27 September 2026: CC, PUMP, FLOKI, INJ dan PEPE Punya Cerita Besar di Grafiknya

Namun, persoalan kebocoran IP itu bukan kerentanan yang baru ditemukan pada Oktober. Pengembang telah memperbaikinya melalui pembaruan Bitcoin Core 31.1 yang diterbitkan pada Juli 2026. Versi terbaru kini turut menyertakan perbaikan tersebut bersama sejumlah penguatan lainnya.

Bitcoin Core 32.0 juga menetapkan batas maksimal 10.000 transaksi dalam antrean Private Broadcast dan 1.000 percobaan pengiriman untuk setiap transaksi.

Pembatasan ini bertujuan menjaga penggunaan sumber daya agar proses penyiaran privat tidak berlangsung tanpa kendali. Kendati demikian, fitur tersebut masih bersifat eksperimental dan tidak menjamin anonimitas pengguna sepenuhnya.

Di luar privasi, perubahan yang cukup mencolok adalah peningkatan batas maksimum koneksi otomatis antar-node Bitcoin sebesar 60 persen, dari sebelumnya 125 menjadi 200 koneksi.

Tambahan kapasitas tersebut terutama ditujukan untuk koneksi masuk yang hanya meneruskan blok atau block-relay-only. Sementara itu, koneksi masuk yang meneruskan transaksi secara default dibatasi hingga 50 persen dari slot yang tersedia, dan jumlah koneksi keluar otomatis tidak berubah.

Node sendiri merupakan bagian penting dari infrastruktur Bitcoin karena membantu memeriksa dan menyebarkan informasi transaksi serta blok. Peran perangkat tersebut sebelumnya juga pernah dibahas Blockchainmedia dalam artikel mengenai fungsi node Bitcoin dan kontribusinya terhadap jaringan.

Meski kapasitas koneksi meningkat 60 persen, angka tersebut tidak berarti kemampuan memproses transaksi Bitcoin atau kecepatan konfirmasi BTC ikut bertambah dengan persentase yang sama.

Pembaruan lain terdapat pada mekanisme penerusan informasi transaksi antar-node. Bitcoin Core 32.0 kini menggunakan antrean global untuk mengendalikan lalu lintas transaksi keluar, menggantikan mekanisme pembatasan yang sebelumnya dikelola secara terpisah untuk setiap koneksi.

BACA JUGA:  Uptober 2026 Dimulai Tanpa FOMO Bitcoin, Meme Coin Justru Curi Perhatian

Perubahan tersebut ditujukan untuk menekan konsumsi memori dan CPU ketika jaringan menghadapi volume transaksi yang tinggi, sehingga pengoperasian node dapat berlangsung lebih efisien.

Bitcoin Core 32.0 Pangkas Penyimpanan, Estimasi Biaya BTC Diperbarui

Selain memperkuat komunikasi jaringan, Bitcoin Core 32.0 membawa optimalisasi pada sistem penyimpanan indeks transaksi atau txindex, yang digunakan untuk mempermudah pencarian informasi transaksi Bitcoin.

Melalui usulan pengembangan yang diajukan Andrew Toth, pengembang menjelaskan bahwa perubahan metode penyimpanan dapat mengurangi ukuran indeks dari sekitar 66 GB menjadi 26 GB berdasarkan pengujian yang dipaparkan pada Juni 2026.

Pengurangan sekitar 40 GB tersebut setara dengan penghematan ruang penyimpanan sekitar 60,6 persen dibandingkan metode sebelumnya.

Peningkatan efisiensi ini dicapai dengan mengubah cara indeks menyimpan pengenal transaksi dan posisi data, sehingga informasi yang diperlukan untuk melakukan pencarian dapat disimpan secara lebih ringkas.

Namun, penghematan itu tidak berlaku otomatis bagi seluruh pengguna Bitcoin Core. Operator node yang telah memiliki indeks transaksi perlu membangun ulang indeksnya untuk memperoleh manfaat penyimpanan secara penuh.

Optimalisasi tersebut juga tidak berarti ukuran keseluruhan blockchain Bitcoin akan menyusut lebih dari separuh, sebab perubahan hanya berlaku pada komponen indeks tertentu.

Perubahan berikutnya menyasar mekanisme estimasi biaya transaksi BTC. Bitcoin Core 32.0 memperkenalkan estimator tambahan yang memanfaatkan kondisi transaksi tertunda dalam mempool, yaitu kumpulan transaksi yang belum dimasukkan ke dalam blok.

Dalam pembaruan yang dikembangkan Ismael Sadeeq, sistem estimasi biaya menggabungkan informasi dari riwayat blok dan kondisi mempool untuk menghasilkan perhitungan yang lebih sesuai dengan situasi jaringan.

BACA JUGA:  Uptober Cardano Makin Panas, Harga ADA Naik di Tengah Deretan Katalis Baru

Ketika kondisi mempool memungkinkan, estimator baru dapat menghasilkan rekomendasi biaya yang lebih rendah dibandingkan metode berbasis riwayat blok saja. Tujuannya adalah mengurangi kemungkinan pengguna membayar biaya lebih tinggi daripada yang diperlukan.

Meski begitu, perubahan tersebut tidak menjamin biaya transaksi Bitcoin secara keseluruhan akan turun, karena biaya aktual tetap dipengaruhi permintaan ruang blok dan kondisi jaringan.

Bitcoin Core 32.0 turut menghadirkan peningkatan proses validasi melalui pengambilan data input transaksi secara paralel, dengan delapan worker thread secara default. Mekanisme ini memungkinkan proses tertentu berjalan lebih cepat ketika node harus membaca data dari penyimpanan.

Di sisi keamanan dan kompatibilitas, pengembang juga memperbarui sejumlah antarmuka perangkat lunak, termasuk penggunaan PSBT versi 2 secara default pada beberapa perintah pembentukan transaksi. Operator yang menggunakan perangkat lunak penandatanganan eksternal perlu memperhatikan kompatibilitas perubahan tersebut.

Bersamaan dengan pembaruan besar ini, dokumentasi Bitcoin Core 32.0 menyatakan bahwa versi 29.x dan yang lebih lama memasuki akhir masa pemeliharaan atau End of Life, sehingga tidak lagi dijadwalkan menerima pembaruan rutin.

Secara keseluruhan, perubahan dalam Bitcoin Core 32.0 menunjukkan bahwa pengembangan infrastruktur BTC terus berfokus pada peningkatan privasi, efisiensi sumber daya dan kemampuan node dalam berkomunikasi, tanpa harus mengubah aturan dasar konsensus Bitcoin.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait