Bitcoin Dapat Angin Segar, Inflow ETF Jaga Peluang ke US$70.000

Meski harga Bitcoin turun 2 persen ke kisaran US$63.000 setelah bertahan di level US$65.000 pada Senin lalu, sentimen pasar belum sepenuhnya berubah negatif. Bitcoin Spot ETF yang masih mencatat inflow dan sejumlah sinyal teknikal tetap menjaga optimisme investor.

ETF Masih Menampung Bitcoin, Tekanan Jual Belum Terlihat

Harga Bitcoin memang bergerak melemah hari ini. Namun, koreksi tersebut belum diikuti perubahan signifikan pada perilaku investor institusional melalui Bitcoin Spot ETF di Amerika Serikat.

Analis CryptoQuant, Darkfost, mengungkapkan bahwa arus ETF selama beberapa waktu terakhir nyaris tidak berubah. Bahkan, seluruh pekan tersebut ditutup positif, bukan outflow besar seperti yang dikhawatirkan sebagian pelaku pasar.

“Pada kenyataannya, hampir tidak ada perubahan inflow ETF selama tiga pekan terakhir. Semuanya ditutup di zona hijau, tercatat inflow sebesar 2.931 BTC, 1.255 BTC, dan 281 BTC. Artinya, tidak ada outflow dalam jumlah besar,” tulis Darkfost di X, Senin (27/07/2026).

Bitcoin Spot ETF Netflow di AS - Darkfost
Bitcoin Spot ETF Netflow di AS – Darkfost

Data tersebut menunjukkan bahwa minat investor institusional memang melambat dibanding beberapa pekan sebelumnya. Meski begitu, belum muncul sinyal kepanikan yang biasanya ditandai dengan gelombang outflow Bitcoin ETF.

BACA JUGA:  Benteng Bearish Ini Runtuh, Harga Bitcoin Siap Ngebut?

Harga Minyak Turun, Bitcoin Diuntungkan

Selain ETF, pasar juga mendapat dorongan dari sentimen makro. Analis James Van Straten menyoroti harga minyak mentah Brent yang turun cukup tajam setelah menutup gap sekaligus membentuk pola lower high pada grafik hariannya.

Menurutnya, kondisi ini berpotensi menjadi katalis positif bagi Bitcoin maupun aset berisiko lainnya. Penurunan harga minyak umumnya dapat meredakan tekanan inflasi sehingga membuka ruang bagi kebijakan moneter yang lebih longgar.

“Harga minyak mentah Brent turun 12 persen, menutup gap dan kembali membentuk pola lower high. Kondisi ini menjadi sentimen positif bagi Bitcoin dan aset berisiko,” ungkap Van Straten di X, Senin (27/07/2026).

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan
Penurunan Harga Minyak Mentah Brent - James Van Straten
Penurunan Harga Minyak Mentah Brent – James Van Straten

Di sisi lain, analis Michaël van de Poppe juga optimistis terhadap prospek pasar kripto. Dalam unggahannya di X pada Senin (27/07/2026), ia menilai awal pekan berjalan positif saat BTC bertahan di atas US$65.000, sementara ETH mendekati US$2.000.

BACA JUGA:  Bitcoin Belum Bottom? Peter Brandt Prediksi BTC Turun ke US$40.000

“Awal pekan ini berlangsung luar biasa karena Bitcoin terus bertahan di atas US$65.000, sementara Ethereum (ETH) mendekati US$2.000. Saya rasa sudah saatnya ETH mencatat reli yang kuat,” ujar Van de Poppe.

Meski harga Bitcoin hari ini telah terkoreksi ke kisaran US$63.000, pandangan tersebut mencerminkan optimisme terhadap tren secara keseluruhan. Selama support penting tetap terjaga dan sentimen makro membaik, peluang pemulihan masih terbuka.

Sinyal Teknikal BTC Menarik, tapi Investor Perlu Waspada

Dari sisi teknikal, beberapa indikator juga sangat menarik. Grafik RSI bulanan yang dibagikan Quinten Francois pada Senin (27/07/2026) menunjukkan bahwa harga Bitcoin mendekati area yang pada siklus sebelumnya menjadi titik pembalikan tren, seperti pada 2018, 2020, dan 2022.

Selain itu, struktur kanal naik (ascending channel) jangka panjang pada grafik bulanan juga masih terjaga. Selama harga Bitcoin mampu bertahan di dalam pola tersebut, peluang melanjutkan tren naik dinilai masih terbuka dalam jangka panjang.

BACA JUGA:  Bitcoin Masih Bullish? EMA 200 Jadi Kunci Menuju US$68.000

“Suatu hari nanti, cucu-cucu Anda akan bertanya di mana Anda berada saat Bitcoin masih murah. Saya harap jawabannya bukan, ‘menunggu satu kali koreksi lagi’,” tuturnya.

RSI Bitcoin - Quinten Francois
RSI Bitcoin – Quinten Francois

Meski demikian, investor tetap perlu menjaga ekspektasi. Perlambatan inflow ETF menunjukkan permintaan mulai kehilangan momentum, sementara harga Bitcoin kini berada di kisaran US$63.000 setelah terkoreksi sekitar 2 persen.

Artinya, peluang menuju level psikologis US$70.000 masih terbuka apabila sentimen positif berlanjut. Namun, jika inflow ETF terus melemah atau tekanan makro meningkat, BTC berpotensi lebih dulu menguji area support sebelum melanjutkan reli berikutnya.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait