Bitcoin Dapat Lampu Hijau ke-2, Harga US$64.000 Jadi Titik Penting?

Harga Bitcoin masih bergerak di kisaran US$63.000 hingga US$64.000, tetapi kondisi pasar menunjukkan perubahan. Sejumlah data terbaru memperlihatkan dorongan bullish mulai muncul, meski kekuatannya belum sepenuhnya solid.

Futures Mulai Panas, tetapi Bitcoin Spot Masih Tertinggal

Grafik yang dibagikan CEO CryptoQuant Ki Young Ju pada Rabu (12/08/2026) menunjukkan struktur permintaan Bitcoin mulai berubah. Pertumbuhan permintaan perpetual futures 30 hari kembali positif saat harga BTC bertahan di sekitar US$64.000.

Dorongan tersebut terlihat setelah permintaan futures sempat jatuh tajam pada Mei hingga Juni 2026. Kini, bar futures kembali menanjak, menandakan aktivitas spekulatif mulai hidup, tetapi sayangnya belum diikuti kondisi serupa di pasar spot.

“Harga Bitcoin saat ini digerakkan oleh pasar futures. Open interest (OI) terlihat terus meningkat, sementara permintaan spot secara on-chain masih berada di wilayah negatif,” ujar Ju.

Bitcoin Spot and Perpetual Futures Demand Growth - Ki Young Ju
Bitcoin Spot and Perpetual Futures Demand Growth – Ki Young Ju

Menurutnya, reli yang berkelanjutan membutuhkan dukungan permintaan spot dan futures. Kondisi April menjadi contoh ketika dorongan futures akhirnya kehilangan tenaga karena tidak memperoleh dukungan cukup dari pasar spot.

BACA JUGA:  Hore! Harga Bitcoin Bentuk Sinyal Bullish, Analis Sebut Targetkan 73 Ribu Dolar

Saat ini, area US$63.000 hingga US$64.000 menjadi zona bertahan terdekat. Jika tekanan meningkat, US$60.000 menjadi support penting, sedangkan US$65.000 hingga US$66.000 menjadi penghalang awal menuju pemulihan.

3.881 BTC Keluar dari Metaplanet, Pasar Mulai Bertanya

Saat pasar masih mencari arah, pergerakan besar datang dari Metaplanet. Data on-chain menunjukkan perusahaan asal Jepang tersebut memindahkan 3.881 BTC keluar dari address yang selama ini menampung akumulasi Bitcoin mereka.

Pergerakan itu cukup mencolok karena Metaplanet agresif menambah Bitcoin sejak April 2024. Grafik menunjukkan saldo address mereka berkembang dari hampir nol hingga melampaui 40.000 BTC dalam kurun sekitar dua tahun.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Maartunn dari CryptoQuant menyoroti transaksi ini karena menjadi perubahan saldo negatif yang cukup besar. Garis kepemilikan pada grafik ikut turun setelah sebelumnya sempat mencapai wilayah sekitar 45.000 BTC.

“Metaplanet baru saja memindahkan 3.881 BTC keluar. Mereka telah agresif mengakumulasi BTC sejak April 2024, dengan target jangka panjang mencapai 210.000 BTC. Apakah ini sekadar pengelolaan wallet, atau ada sesuatu?” pungkasnya di X, Rabu (12/08/2026).

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Siap Uji US$67.000? Reclaim Teknikal Didukung Akumulasi Whale
Simpanan Bitcoin Metaplanet - Maartunn
Simpanan Bitcoin Metaplanet – Maartunn

Meski demikian, perpindahan 3.881 BTC belum otomatis berarti Metaplanet menjual Bitcoin. Transaksi tersebut dapat berkaitan dengan pengelolaan wallet, restrukturisasi penyimpanan, atau aktivitas lain yang belum diketahui secara pasti.

Namun, waktunya menarik. Ketika permintaan Bitcoin spot masih lesu, perpindahan besar dari salah satu perusahaan besar menambah faktor yang patut diperhatikan dalam membaca kekuatan pasar berikutnya.

Lampu Hijau Kedua Muncul, BTC Mulai Bentuk Bottom?

Menariknya, ketika pasar spot masih lemah dan Metaplanet memindahkan ribuan BTC, indikator siklus yang dibagikan CryptoQuant justru memberikan gambaran berbeda. Bitcoin Bull-Bear Market Cycle Indicator memunculkan early bull signal.

Grafik historis menunjukkan sinyal tersebut muncul untuk kedua kalinya pada 2026. Indikator utama masih berada di area bearish, tetapi kemunculan early bull memberi petunjuk bahwa tekanan ekstrem mulai mereda.

BACA JUGA:  Prediksi Harga Bitcoin, Analis: Sasar Hingga 70 Ribu Dolar

“Sinyal awal bullish kedua muncul ketika pasar sedang membentuk titik terendah dan tren kenaikan mulai terbentuk,” tulis CryptoQuant, mengutip analis CW8900 pada Rabu (12/08/2026).

Kondisi ini membuat area US$64.000 menarik. Bitcoin belum mendapat bahan bakar yang cukup karena spot demand masih negatif, tetapi pemulihan pasar futures dan early bull signal mulai membuka peluang perubahan struktur pasar.

Bitcoin Spot and Perpetual Futures Demand Growth - Ki Young Ju
Bitcoin Spot and Perpetual Futures Demand Growth – Ki Young Ju

Karena itu, penembusan US$65.000 hingga US$66.000 dengan dukungan spot bisa menjadi konfirmasi kuat. Sebaliknya, kehilangan US$60.000 berpotensi menggagalkan skenario pemulihan dan membawa Bitcoin kembali menghadapi fase bearish.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait