Harga Bitcoin kembali mendekati area teknikal penting setelah reli kuat dalam beberapa hari terakhir. Meski momentum mulai membaik, sejarah menunjukkan bahwa satu sinyal belum cukup untuk memastikan fase bearish benar-benar berakhir.
Bitcoin Reclaim MA 50 Hari, tapi Sejarah Minta Waspada
Analisis Galaxy Research pada Jumat (21/08/2026) menyoroti keberhasilan Bitcoin merebut kembali MA 50 hari. Sinyal ini cepat menangkap perubahan momentum, tetapi historinya cukup berisik dan kerap menghasilkan false signal.
Dari enam bear market yang telah selesai, Galaxy mencatat cukup banyak reclaim MA 50 hari berakhir gagal dan kemudian diikuti lower low. Bahkan, reclaim pertama gagal dalam seluruh enam periode tersebut.
“MA 50 hari bergerak cepat, tetapi juga cukup noisy. Dari enam bear market yang telah selesai, 43 dari 106 reclaim gagal dan diikuti lower low,” jelas Galaxy Research.

Bear market 2013–2015 menjadi contoh paling ekstrem. Bitcoin sempat merebut kembali MA 50 hari sebanyak 13 kali sebelum menyentuh titik terendah final, termasuk reli yang bertahan hingga 57 hari sebelum kembali melemah.
Meski begitu, MA 50 hari tetap berguna untuk membaca pantulan awal. Pada seluruh bear market sebelumnya, reclaim terjadi sekitar lima hingga 56 hari setelah bottom, ketika harga sudah naik sekitar 7–47 persen.
MA 50 Minggu Jadi Gerbang Konfirmasi Bitcoin
Berbeda dengan MA 50 hari, rekam jejak MA 50 minggu terlihat jauh lebih solid. Galaxy menemukan hanya dua kegagalan dari 13 reclaim yang tercatat sepanjang bear market Bitcoin sebelumnya.
Kedua kegagalan itu muncul saat pola double top 2021–2022. Harga Bitcoin sempat kembali berada di atas MA 50 minggu pada Desember 2021 dan Maret 2022 sebelum akhirnya jatuh ke US$15.758.
Sebaliknya, reclaim pada Maret 2023 muncul sekitar 130 hari setelah bottom dan kemudian bertahan selama 973 hari. Pola serupa terlihat pada 2013–2015, ketika reclaim berikutnya bertahan hingga 945 hari.

Konsekuensinya, sinyal mingguan memang datang lebih lambat. Pada tiga bear market BTC panjang, reclaim pertama muncul sekitar 130–284 hari setelah bottom, ketika BTC sudah naik sekitar 63–80 persen.
“Bottom selalu menghasilkan reclaim MA 50 hari, tetapi reclaim MA 50 hari tidak membuktikan bahwa bottom sudah terbentuk,” tulis Galaxy, menegaskan perbedaan antara sinyal awal dan konfirmasi.
Untuk siklus sekarang, Galaxy menempatkan MA 50 minggu di sekitar US$82.470. Level itu menjadi ujian utama karena weekly reclaim dinilai dapat memperkuat argumen bahwa cycle low kali ini sudah terbentuk.
Sebelum US$82.470, BTC Bisa Koreksi Dulu
Namun, perjalanan menuju area tersebut kemungkinan tidak mulus. Dalam jangka pendek, Bitcoin masih bergerak di kisaran US$76.000–US$77.000 setelah melesat hingga sekitar US$78.960.
Kegagalan menembus area itu membuat harga kembali memasuki fase konsolidasi. Di tengah kondisi tersebut, analisis R Linda pada Sabtu (22/08/2026) masih melihat struktur lokal cenderung bullish.
Menurutnya, resistance terdekat berada di US$79.550 dan US$82.460. Menariknya, level kedua hampir berimpit dengan MA 50 minggu Galaxy Research, sehingga area tersebut semakin relevan sebagai penghalang utama.
“Secara lokal, setelah reli kuat, Bitcoin memasuki fase konsolidasi US$76.000–US$79.500. Dalam tren bullish lokal, pasar masih bisa menguji support US$76.400–US$75.700,” jelas R Linda.

Area support tersebut menjadi titik penting sebelum BTC mencoba melanjutkan reli. Grafik R Linda memperlihatkan potensi sapuan likuiditas ke bawah terlebih dahulu sebelum harga kembali masuk ke dalam range.
Jika skenario tersebut berjalan, BTC berpeluang menguji US$79.550 sebelum bergerak menuju US$82.460–US$82.500. Namun, kegagalan mempertahankan US$75.770 dapat membuka ruang koreksi lebih dalam menuju US$73.450.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


