Pasar Bitcoin dinilai sedang mengalami perubahan struktur besar setelah arus modal institusional terus mengalir melalui Bitcoin ETF spot di AS.
Analis on-chain XWIN Japan di CryptoQuant menilai kondisi tersebut membuat Bitcoin kini semakin didorong oleh kekuatan pasar keuangan tradisional atau TradFi, sementara sebagian besar altcoin justru mulai kehilangan momentum dan likuiditas internal pasar kripto.
Pandangan itu muncul setelah CEO CryptoQuant, Ki Young Ju, menyebut bahwa ETF kripto di pasar TradFi bersifat bullish, sedangkan saham-saham terkait kripto di bursa justru menunjukkan kecenderungan bearish.
Menurut XWIN Japan, perubahan tersebut memperlihatkan bahwa basis pembeli aset kripto kini mulai bergeser dari trader kripto biasa menuju institusi keuangan besar seperti Wall Street, Registered Investment Advisors (RIA), hingga dana pensiun.
Dominasi Institusi Dinilai Ubah Struktur Pasar Bitcoin
XWIN Japan menjelaskan bahwa sejak persetujuan Bitcoin ETF spot pada 2024, kepemilikan BTC oleh ETF terus meningkat sementara cadangan Bitcoin di bursa justru menurun.
Kondisi itu dinilai menunjukkan bahwa Bitcoin semakin banyak diserap ke dalam kustodian institusional jangka panjang dan tidak lagi aktif diperdagangkan di pasar spot seperti sebelumnya.

Menurutnya, perubahan tersebut membuat pergerakan Bitcoin tidak lagi hanya bergantung pada likuiditas internal industri kripto. Kini, modal institusional melalui jalur investasi tradisional mulai memainkan peran yang lebih besar dalam pembentukan harga BTC dibanding fase-fase siklus sebelumnya.
“TradFi membeli Bitcoin, sementara trader kripto tidak membeli altcoin secara luas,” ujar XWIN Japan.
Ia juga menyoroti bahwa dominasi Bitcoin masih bertahan tinggi di tengah melemahnya performa banyak altcoin. Pair ETH/BTC terus underperform, sedangkan volume perdagangan spot di CEX atau bursa terpusar disebut cenderung turun sejak akhir 2025.
Data on-chain juga menunjukkan aktivitas aggressive buying dan minat spekulatif trader kripto biasa mulai melemah dibanding fase bull market sebelumnya.
Akibatnya, arus modal dinilai semakin terkonsentrasi pada Bitcoin dan sejumlah aset besar tertentu, bukan lagi menyebar luas ke pasar altcoin seperti yang sering terjadi pada siklus kripto terdahulu.
XWIN Japan menilai kondisi itu menjadi sinyal bahwa pasar saat ini mungkin sedang bergerak dari “crypto-native cycle” menuju “TradFi-driven Bitcoin market.”
Bitcoin di Titik Kritis, Seller Intai Kejatuhan Baru
Di tengah perubahan struktur pasar tersebut, analis teknikal Klondike melihat area US$74.500 kini menjadi level paling krusial bagi Bitcoin dalam jangka pendek. Dalam time frame 4 jam yang dibagikannya, BTC disebut telah breakdown dari support sebelumnya dan saat ini masih bergerak di bawah resistance utama.

Menurut Klondike, reaksi harga saat kembali mendekati area US$74.500 akan menentukan apakah Bitcoin masih memiliki peluang rebound atau justru melanjutkan tekanan bearish yang lebih dalam. Ia menilai skenario bearish masih dominan apabila harga gagal menunjukkan reaksi bullish kuat ketika kembali menguji area tersebut.
Dalam proyeksinya, kegagalan mempertahankan momentum di dekat US$74.500 dapat membuka peluang penurunan menuju area US$65.000 yang dianggap sebagai target likuiditas berikutnya. Zona itu dipandang berpotensi menjadi tujuan seller apabila struktur pasar tetap lemah dan tekanan jual terus bertahan di bawah resistance penting.
Sementara itu, Klondike menilai skenario bullish baru dianggap valid apabila Bitcoin mampu breakout secara terkonfirmasi di atas resistance US$75.900.
Jika level tersebut berhasil ditembus, peluang recovery menuju area US$80.000 kembali terbuka. Namun selama resistance belum berhasil direbut, kondisi pasar dinilai masih berada dalam tekanan bearish jangka pendek.
ETF Jebol, Siklus Lama BTC Disebut Kembali Terulang
Tekanan terhadap Bitcoin juga disoroti analis Linda yang melihat BTC sempat turun ke level terendah enam minggu di dekat US$72.000 di tengah derasnya arus keluar dana dari ETF kripto dan memburuknya sentimen makro global.
Menurutnya, aliran dana ETF kini menjadi penggerak utama arah pasar dan saat ini narasi yang dominan masih berada dalam mode risk-off.
Linda menilai tekanan bearish dipicu oleh kombinasi berlanjutnya arus keluar ETF, sikap hawkish The Fed, penguatan dolar AS, serta breakdown yang telah terkonfirmasi di bawah support US$72.000.
Di sisi lain, ia melihat peluang pemulihan baru akan terbuka apabila arus masuk ETF kembali meningkat, The Fed mulai melunak dan tensi geopolitik global mereda.

Secara teknikal, Linda menilai Bitcoin masih berada dalam tren bearish baik secara lokal maupun global. Sebelum melanjutkan pelemahan berikutnya, pasar disebut masih berpotensi melakukan retest ke area resistance US$73.700, US$74.200, hingga US$74.800.
Namun hingga kini belum terlihat jelas di level mana penolakan utama berikutnya akan muncul sehingga reaksi pasar terhadap pengujian level-level tersebut masih menjadi perhatian utama trader.
Pandangan lain datang dari analis Bitcoinsensus yang melihat Bitcoin kembali mengikuti pola siklus historis yang telah berulang sejak 2015.

Dalam grafik jangka panjang yang dibagikannya, BTC tampak beberapa kali mengalami fase ekspansi besar selama sekitar 1.065 hari sebelum akhirnya memasuki periode koreksi berkisar 365 hari.
Pola serupa disebut muncul pada siklus 2015–2018, kemudian kembali terulang pada periode 2019–2022, dan kini mulai terlihat lagi sejak bottom 2022. Menurut Bitcoinsensus, Bitcoin saat ini tampak mulai bergerak memasuki fase post-expansion setelah reli panjang yang sebelumnya sempat membawa harga ke area di atas US$100.000.
Meski demikian, struktur koreksi tersebut masih dinilai berada di dalam tren bullish jangka panjang yang lebih besar. Karena itu, pelaku pasar kini memantau apakah Bitcoin akan kembali membentuk base baru sebelum memasuki fase ekspansi berikutnya di siklus mendatang.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


