Data on-chain terbaru menunjukkan perubahan besar dalam struktur pasokan Bitcoin di pasar kripto global.
Analis on-chain Arab Chain di CryptoQuant mengungkapkan bahwa jumlah Bitcoin yang tersimpan di bursa kini turun ke level terendah sejak 2018, menandakan semakin banyak investor memindahkan aset mereka ke dompet pribadi.
Berdasarkan indikator Bitcoin Exchange Supply Ratio, rasio pasokan Bitcoin di seluruh bursa kripto saat ini berada di sekitar 0,13386 ketika harga aset tersebut diperdagangkan di kisaran US$73.000. Angka tersebut menunjukkan persentase Bitcoin yang berada di bursa dibandingkan dengan total pasokan yang beredar.

Penurunan rasio tersebut mencerminkan arus keluar Bitcoin dari bursa menuju dompet pribadi atau solusi cold storage. Pola ini sering dikaitkan dengan perubahan perilaku investor yang lebih memilih menyimpan aset dalam jangka panjang dibandingkan melakukan perdagangan jangka pendek.
“Penurunan rasio ini menunjukkan arus keluar koin dari bursa ke dompet pribadi atau cold storage yang biasanya terkait dengan preferensi investor untuk menahan aset dalam jangka panjang,” ungkap Arab Chan.
Pasokan Bitcoin di Bursa Kian Menyusut
Tren penarikan Bitcoin juga terlihat jelas pada Binance yang merupakan bursa kripto dengan likuiditas terbesar di dunia. Data menunjukkan rasio pasokan Bitcoin di Binance kini berada di sekitar 0,03237, level terendah sejak Januari tahun lalu.
Penurunan rasio tersebut menunjukkan bahwa jumlah Bitcoin yang tersimpan di dompet bursa kian kecil dibandingkan dengan total pasokan yang beredar. Hal ini dapat terjadi karena investor menarik aset mereka dari platform perdagangan atau memindahkannya ke dompet pribadi untuk penyimpanan jangka panjang.
Secara historis, penurunan pasokan BTC di bursa sering kali berdampak pada dinamika pasar. Ketika jumlah koin yang tersedia untuk dijual di bursa berkurang, pasar cenderung menjadi lebih sensitif terhadap peningkatan permintaan.
Dalam situasi tersebut, lonjakan arus beli dapat memicu pergerakan harga yang lebih besar karena suplai yang siap dijual semakin terbatas.
Indikator Sentimen Pasar Masih Berisiko
Namun, di tengah penurunan pasokan Bitcoin di bursa, sejumlah indikator on-chain lain menunjukkan bahwa pasar belum sepenuhnya keluar dari potensi tekanan bearish.
Analis TopNotch di CryptoQuant menyoroti indikator Net Unrealized Profit/Loss (NUPL) yang sering digunakan untuk mengukur sentimen pasar.

Dalam pengamatannya, nilai NUPL yang berada di atas nol menandakan sebagian besar investor berada dalam kondisi cuan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan tekanan jual ketika keuntungan tersebut direalisasikan.
Menurut analisis tersebut, pada awal 2026 indikator NUPL sempat turun dari zona 0,5–0,75 yang dikenal sebagai fase “belief atau greed” menuju kisaran 0–0,25 yang mencerminkan kondisi “hope atau fear.” Pergeseran tersebut dinilai sering terjadi dalam transisi menuju fase pasar yang lebih lemah.
TopNotch juga menilai bahwa secara historis dasar siklus pasar biasanya terbentuk ketika NUPL jatuh ke wilayah negatif, yang mencerminkan fase kapitulasi total. Namun indikator tersebut saat ini justru kembali naik ke kisaran 0,25–0,50, yang menurutnya dapat membuka peluang terbentuknya bull trap di pasar.
Biaya Produksi Bitcoin Turun
Pandangan yang lebih berhati-hati juga disampaikan oleh analis pasar Ted. Ia menyoroti indikator Bitcoin Electrical Cost, yang menggambarkan perkiraan biaya listrik untuk menambang satu koin BTC.

Dalam pengamatannya, biaya tersebut kini turun ke bawah US$50.000, yang secara historis sering dianggap sebagai salah satu indikator dasar harga bagi aset tersebut.
Penurunan biaya produksi tersebut mengindikasikan bahwa potensi dasar harga BTC dapat bergerak lebih rendah dibandingkan level sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun pasokan Bitcoin di bursa menurun, tekanan pasar yang lebih luas masih dapat memengaruhi pergerakan harga dalam siklus berikutnya.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



