Bitcoin ETF Terlihat Ribut, Data On-Chain Ungkap Fakta Lain

Arus dana Bitcoin ETF kembali menjadi sorotan pasar setelah fluktuasi harga Bitcoin memicu persepsi meningkatnya ketidakpastian.

Namun, analisis on-chain terbaru dari XWIN Research Japan yang dipublikasikan di CryptoQuant menegaskan bahwa pergerakan arus ETF tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi permintaan dan pasokan Bitcoin yang sebenarnya di pasar spot.

Dalam analisis terbarunya, XWIN Research Japan menjelaskan bahwa pada 2025 ETF kripto di AS mencatat arus masuk bersih sekitar US$32 miliar, dengan Bitcoin ETF berkontribusi sekitar US$21,4 miliar.

Yang menjadi perhatian, arus masuk kumulatif tersebut relatif bertahan meskipun terjadi koreksi harga di paruh akhir tahun. Fakta ini menunjukkan bahwa modal jangka menengah tidak keluar secara signifikan dari pasar, walaupun volatilitas jangka pendek meningkat.

IKLAN
Chat via WhatsApp

XWIN Research Japan menilai bahwa pembacaan pasar yang terlalu berfokus pada arus harian Bitcoin ETF berisiko menyesatkan. Pasalnya, arus tersebut lebih merefleksikan mekanisme produk keuangan dibandingkan keyakinan arah pasar.

BACA JUGA:  Spekulasi Skyholic Muncul di Podcast AH, Damai dengan Oscar Darmawan?

Penerbit ETF besar, termasuk BlackRock, tidak mengambil keputusan beli atau jual berdasarkan pandangan terhadap prospek jangka panjang Bitcoin, melainkan mengikuti penyesuaian posisi investor, kebutuhan rebalancing portofolio, serta manajemen risiko.

“Arus ETF sering disalahartikan sebagai sinyal keyakinan institusional, padahal data on-chain menunjukkan struktur pasar Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi yang stabil,” ungkap XWIN Research Japan.

Arus Bitcoin ETF dan Tekanan Pasokan di Pasar Spot

Analisis ini menekankan bahwa pertanyaan terpenting bukanlah seberapa besar arus keluar-masuk Bitcoin ETF, melainkan apakah fluktuasi tersebut benar-benar menciptakan tekanan pasokan di pasar spot.

Cadangan Bursa BTC

Berdasarkan data cadangan Bitcoin di bursa, XWIN Research Japan mencatat bahwa total Bitcoin yang tersimpan di bursa justru terus menurun, meskipun harga sempat mengalami pelemahan.

Secara teori, apabila arus keluar Bitcoin ETF mencerminkan kontraksi permintaan yang nyata, Bitcoin hasil penebusan ETF seharusnya kembali ke bursa, sehingga cadangan meningkat. Namun, pola tersebut tidak terlihat.

BACA JUGA:  Tak Setengah Hati, Morgan Stanley Kembangkan Infrastruktur Crypto Sendiri

Tren penurunan cadangan bursa menunjukkan bahwa pasokan Bitcoin yang tersedia untuk diperdagangkan tetap terbatas, sehingga tidak ada indikasi tekanan jual struktural yang besar.

Coinbase Gap Bitcoin

Selain itu, indikator Coinbase Premium Gap bergerak ke wilayah negatif. Kondisi ini mengindikasikan berkurangnya pembelian agresif dari investor AS, bukan terjadinya aksi jual besar-besaran.

Yang krusial, pelemahan permintaan ini juga tidak diikuti oleh peningkatan saldo Bitcoin di bursa, sehingga memperkuat pandangan bahwa pasar tidak sedang mengalami distribusi masif.

Pasar Konsolidasi, Bukan Memburuk

Kombinasi antara arus Bitcoin ETF, tren cadangan bursa, dan pergerakan Coinbase Premium Gap membawa XWIN Research Japan pada kesimpulan bahwa struktur pasar Bitcoin saat ini lebih mencerminkan fase konsolidasi daripada pelemahan fundamental.

Tekanan harga jangka pendek masih mungkin terjadi seiring sentimen ETF, tetapi dinamika pasokan dasar tetap relatif stabil.

BACA JUGA:  Malaysia Akan Uji Stablecoin Ringgit dan Tokenisasi Deposito di 2026

XWIN Research Japan menegaskan bahwa perubahan pandangan baru akan diperlukan apabila terjadi kenaikan cadangan bursa secara berkelanjutan yang disertai Coinbase Premium negatif dan penjualan spot yang konsisten.

Selama kondisi tersebut belum muncul, interpretasi paling masuk akal adalah pasar Bitcoin sedang bergerak mendatar dengan fondasi struktural yang masih terjaga.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia