Raksasa manajemen aset global BlackRock secara resmi meluncurkan Exchange-Traded Product (ETP) berbasis Bitcoin di London Stock Exchange (LSE), setelah memperoleh persetujuan dari otoritas keuangan Inggris, FCA.
Langkah ini menandai berakhirnya larangan panjang terhadap akses investor ritel Inggris terhadap produk investasi kripto yang terdaftar di bursa.
Berdasarkan laporan ETF Stream, produk baru yang diberi kode IB1T ini memungkinkan investor di Inggris untuk memperoleh eksposur terhadap pergerakan harga Bitcoin tanpa harus membeli atau menyimpan aset digital tersebut secara langsung.
Peluncuran ini dilakukan menyusul perubahan kebijakan FCA yang kini memperbolehkan investor ritel membeli produk ETP dan ETN kripto melalui lembaga keuangan dan platform yang teregulasi.
Produk Bitcoin ETP BlackRock dan Mekanisme Perdagangannya
ETP milik BlackRock ini bersifat physically backed, artinya setiap unit produk didukung oleh kepemilikan Bitcoin secara nyata. Aset digital tersebut disimpan secara aman menggunakan sistem kustodian institusional yang dikelola oleh Coinbase, dengan penggunaan cold wallet untuk mencegah risiko peretasan atau kehilangan aset.
BlackRock juga menetapkan biaya pengelolaan (TER) sebesar 0,15 persen per tahun hingga 31 Desember 2025. Setelah periode promosi berakhir, biaya tersebut akan meningkat menjadi 0,25 persen per tahun mulai 1 Januari 2026.
Struktur biaya ini dinilai kompetitif dibandingkan dengan produk serupa di pasar global, terutama di tengah meningkatnya minat terhadap instrumen investasi berbasis kripto.
Produk IB1T diperdagangkan di LSE menggunakan pound sterling, dengan sistem perdagangan yang mengikuti regulasi bursa konvensional.
Investor dapat membeli produk ini melalui broker atau platform investasi yang telah mendapatkan izin dari FCA. Dengan demikian, ETP ini memberi jalan bagi masyarakat untuk berinvestasi dalam Bitcoin di bawah pengawasan hukum dan standar keamanan finansial yang ketat.
Regulasi Baru dan Implikasi bagi Pasar Keuangan Inggris
Persetujuan FCA terhadap peluncuran Bitcoin ETP menandai perubahan besar dalam pendekatan regulator Inggris terhadap aset digital.
Sejak 2021, FCA sempat melarang penjualan produk investasi kripto kepada investor ritel karena dinilai berisiko tinggi dan spekulatif. Namun, seiring meningkatnya minat institusi keuangan global terhadap aset digital dan keberhasilan AS dalam meluncurkan produk serupa, regulator Inggris mulai melonggarkan kebijakan tersebut.
Dalam pernyataannya, FCA menegaskan bahwa izin ini diberikan setelah melakukan penilaian risiko yang menyeluruh terhadap struktur produk, mekanisme kustodian, dan sistem pengawasan transaksi.
Otoritas menilai produk seperti IB1T dapat membantu memperluas akses ke pasar kripto melalui mekanisme yang lebih aman dan teratur.
Analis pasar menyebut langkah ini sebagai upaya Inggris untuk mempertahankan daya saing finansial di tengah pesatnya pertumbuhan aset digital global.
Dengan kehadiran produk BlackRock di LSE, London diharapkan dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat keuangan global yang ramah inovasi blockchain dan aset kripto.
Di sisi lain, peluncuran ini juga menjadi sinyal kuat bagi lembaga keuangan besar lainnya untuk mengikuti langkah serupa. Sejumlah manajer aset, termasuk WisdomTree dan 21Shares, dikabarkan juga sedang mempersiapkan produk ETP berbasis kripto untuk pasar Inggris.
Meski demikian, otoritas keuangan tetap mengingatkan masyarakat bahwa investasi pada aset kripto memiliki risiko tinggi. Nilai Bitcoin yang menjadi dasar produk ini dapat mengalami fluktuasi tajam dalam waktu singkat.
FCA juga menegaskan bahwa produk ETP seperti IB1T tidak memberikan jaminan keuntungan dan hanya cocok untuk investor dengan toleransi risiko yang tinggi.
Dengan dukungan reputasi dan skala global BlackRock sebagai pengelola aset terbesar di dunia, peluncuran Bitcoin ETP ini dinilai sebagai tonggak penting dalam perjalanan adopsi aset digital di pasar keuangan tradisional Inggris.
Langkah ini tidak hanya memperluas pilihan investasi, tetapi juga memperkuat legitimasi Bitcoin di mata regulator dan investor institusional di kawasan Eropa. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



