Bitcoin Gagal Melaju Usai FOMC, Pasar Kripto Waspadai Desember

Keputusan The Fed mempertahankan suku bunga acuan AS ternyata belum cukup untuk mendorong reli besar di pasar kripto. Bitcoin (BTC) sempat menguat setelah pengumuman FOMC pada Kamis (29/10/2026) dini hari WIB, tetapi sebagian kenaikannya kemudian memudar.

Berdasarkan data CoinMarketCap, Bitcoin hanya naik sekitar 0,5 persen dalam satu jam setelah keputusan tersebut. Respons yang relatif terbatas ini menunjukkan bahwa kebijakan menahan bunga sudah banyak diperhitungkan investor sebelumnya.

Yang lebih menarik, keputusan tersebut justru memperlihatkan adanya perbedaan pandangan di internal The Fed mengenai perlunya menaikkan suku bunga lagi. Bagi pasar kripto, kondisi ini membuat prospek kebijakan moneter Desember menjadi perhatian berikutnya.

Bitcoin dan Altcoin Sempat Menguat, tetapi Momentum Mulai Melemah

Berdasarkan data pasar pada Kamis pukul 03.00 WIB, Bitcoin diperdagangkan sekitar US$81.473,50, naik 1,2 persen dalam 24 jam. Ethereum (ETH) berada di US$2.368,45, Solana (SOL) mencapai US$102,83, sedangkan XRP diperdagangkan sekitar US$1,33.

Namun demikian, kondisi mulai berubah beberapa jam kemudian.

Pada pagi hari ini, Bitcoin tercatat di US$80.834,44. Ethereum ikut turun ke US$2.343,35, Solana berada di US$101,44, sementara XRP melemah ke US$1,32.

Meskipun seluruh pergerakan tersebut tidak bisa dikaitkan langsung dengan FOMC, perubahan harga menunjukkan bahwa optimisme awal belum menghasilkan momentum beli yang bertahan.

Tekanan juga terlihat di pasar derivatif. Berdasarkan data CoinGlass, hampir US$260 juta posisi kripto dilikuidasi dalam periode 24 jam, termasuk sekitar US$155 juta posisi long.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Pada saat bersamaan, open interest Bitcoin turun 1,31 persen. Penurunan kontrak terbuka ketika harga masih mencatat kenaikan harian dapat menunjukkan berkurangnya penggunaan leverage, bukan semata-mata masuknya posisi bullish baru.

BACA JUGA:  Jejak Whale Bitcoin di Binance Berubah Drastis, Sinyal Jual Mulai Redup?

Perlu dicatat bahwa data likuidasi tersebut mencakup periode sebelum dan sesudah pengumuman FOMC, sehingga tidak seluruhnya merupakan akibat langsung keputusan The Fed.

Dua Pejabat The Fed Ingin Bunga Naik, Mengapa Ini Penting?

Melalui pernyataan resmi FOMC, The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,75–4,00 persen dengan hasil pemungutan suara 10 berbanding 2.

Dua pejabat yang menolak keputusan tersebut, Lisa Cook dan Beth Hammack, justru menginginkan kenaikan sebesar 25 basis poin.

Perbedaan pandangan ini penting karena menunjukkan bahwa tekanan untuk memperketat kebijakan moneter belum sepenuhnya mereda.

The Fed juga menyatakan aktivitas ekonomi AS masih berkembang dengan kuat, didukung belanja domestik yang tangguh, pertumbuhan produktivitas, serta investasi modal. Namun, inflasi tetap berada pada tingkat tinggi sehingga diperlukan data tambahan sebelum kebijakan selanjutnya ditentukan.

Bagi Bitcoin dan aset kripto lainnya, persoalannya bukan sekadar apakah suku bunga dinaikkan hari ini, melainkan berapa lama biaya pendanaan akan tetap tinggi.

Suku bunga tinggi membuat instrumen berimbal hasil seperti obligasi pemerintah AS relatif menarik. Sebaliknya, aset berisiko yang tidak memberikan imbal hasil tetap, termasuk Bitcoin, dapat menghadapi persaingan lebih besar dalam memperebutkan alokasi modal investor.

BACA JUGA:  PPATK Perkuat Pelacakan Dana, Jejak Penipuan Kripto Jadi Sorotan

Dengan demikian, keputusan menahan bunga tidak otomatis menciptakan kondisi likuiditas yang lebih longgar. Apalagi, pasar masih harus mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga dalam pertemuan berikutnya.

Arus ETF Belum Kuat, Bitcoin Hadapi Ujian US$81.500

Selain arah kebijakan The Fed, terdapat persoalan lain yang berpotensi membatasi pemulihan Bitcoin, yakni lemahnya permintaan institusional melalui ETF spot.

Menurut data Farside Investors, Bitcoin ETF spot AS sempat mencatat arus masuk bersih sebesar US$110,3 juta pada 26 Oktober, disusul US$176 juta pada 27 Oktober.

Namun, arus masuk selama dua hari tersebut belum cukup untuk menghapus seluruh tekanan penjualan pada pekan sebelumnya. Pada 22 Oktober saja, Bitcoin ETF mengalami arus keluar bersih sebesar US$635,6 juta.

Gambaran ini sejalan dengan riset terbaru Glassnode, yang menemukan bahwa volume perdagangan ETF relatif rendah dan sebagian besar arus masuk besar pada 19 Oktober telah kembali keluar.

Glassnode juga menyoroti level US$81.500, yang diperkirakan menjadi harga beli rata-rata Bitcoin milik ETF spot AS. Ketika BTC bergerak di bawah level tersebut, posisi gabungan ETF secara estimasi berada dalam kerugian belum terealisasi.

Dalam laporan yang disusun menjelang keputusan FOMC itu, Glassnode mencatat bahwa penawaran beli besar di pasar spot Binance telah bergeser menuju US$78.000–US$79.000, sementara zona US$84.000–US$85.000 masih menjadi resistance penting.

BACA JUGA:  Apa Itu PhP yang Bikin Dunia Panas Dingin?

Level-level tersebut bukan jaminan harga akan bergerak ke arah tertentu, terlebih karena kondisi order book dapat berubah dengan cepat. Namun, data ini memberikan gambaran mengenai area yang patut dipantau jika volatilitas Bitcoin kembali meningkat.

Perhatian pasar kini juga beralih ke dua laporan ekonomi AS yang akan dirilis malam ini, Kamis (29/10/2026), pukul 19.30 WIB.

Menurut kalender resmi Bureau of Economic Analysis (BEA), laporan tersebut meliputi estimasi awal pertumbuhan PDB AS kuartal III dan Personal Income and Outlays September, yang mencakup indikator inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE).

Apabila inflasi kembali melampaui perkiraan, ekspektasi kenaikan suku bunga pada Desember dapat menguat dan menambah tekanan terhadap aset berisiko. Sebaliknya, data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan berpotensi mengurangi kekhawatiran pengetatan moneter.

Dengan pertemuan FOMC berikutnya dijadwalkan pada 8–9 Desember 2026, pergerakan Bitcoin saat ini kemungkinan tidak hanya ditentukan oleh keputusan menahan bunga semalam, tetapi juga oleh kemampuan pasar menyerap tekanan jual, mempertahankan permintaan ETF, serta merespons data inflasi terbaru.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait