Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah laporan terbaru dari analis on-chain XWIN Japan di CryptoQuant menunjukkan bahwa aset kripto terbesar tersebut kini diperdagangkan hanya sekitar 9 persen di atas Realized Price, level yang secara historis sering berdekatan dengan titik terendah pasar.
Data on-chain menunjukkan Realized Price Bitcoin saat ini berada di kisaran US$53.600, sementara harga pasar bergerak tidak jauh di atas level tersebut. Kondisi ini membuat sebagian pelaku pasar mulai mempertimbangkan apakah fase koreksi yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir telah mendekati area bottom atau dasar siklus.
Bitcoin Dekati Zona Bottom, Tapi Sinyal Kapitulasi Belum Muncul
Dalam laporan terbarunya, XWIN Japan menjelaskan bahwa kedekatan harga dengan Realized Price selama beberapa siklus sebelumnya kerap muncul saat pasar memasuki fase valuasi yang menarik bagi investor jangka panjang.

Namun demikian, indikator permintaan masih menunjukkan kondisi yang lemah. Total permintaan Bitcoin telah menyusut sekitar 652.000 BTC, menjadi kontraksi terbesar sejak Januari 2022. Pada saat yang sama, pertumbuhan permintaan dari produk Bitcoin ETF turun ke level terendah sepanjang siklus saat ini.
Penurunan tersebut mengindikasikan bahwa aktivitas pembelian dari institusi, yang selama ini menjadi salah satu pendorong utama reli pasar, mulai mengalami perlambatan signifikan.
“Menurut pandangan saya, Bitcoin semakin menarik dari perspektif valuasi. Namun, pemulihan yang berkelanjutan kemungkinan memerlukan permintaan yang lebih kuat, arus dana ETF yang membaik dan tanda-tanda stabilisasi pasar yang lebih jelas,” tulis XWIN Japan.
XWIN Japan juga menyoroti bahwa kerugian terealisasi atau realized losses saat ini masih berada jauh di bawah level yang biasanya muncul saat kapitulasi besar terjadi. Pada siklus-siklus sebelumnya, pembentukan dasar pasar sering didahului oleh gelombang panic selling yang lebih ekstrem dibandingkan kondisi saat ini.
Pandangan tersebut sejalan dengan pengamatan analis siklus pasar Benjamin Cowen yang menilai bahwa titik terendah pasar umumnya baru dapat dikonfirmasi setelah sejumlah indikator penting memberikan sinyal persilangan atau crossover tertentu.
Dengan kata lain, proses pembentukan bottom pasar biasanya membutuhkan waktu dan tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan satu indikator saja.
Karena itu, meskipun area harga saat ini mulai terlihat menarik dari sisi valuasi, XWIN menilai belum terdapat bukti yang cukup untuk menyatakan bahwa Bitcoin telah membentuk titik terendah siklus secara definitif.
Whale Geser Zona Akumulasi, Skenario Bottom Masih Diperdebatkan
Sementara itu, sejumlah analis lain melihat pergerakan pasar masih berada dalam fase transisi yang penting.
Analis CryptoReviewing mengungkapkan bahwa sejumlah besar order dari pelaku pasar besar di area US$60.700 hingga US$64.000 telah tersapu saat penurunan harga terbaru menuju kisaran US$60.700. Setelah likuidasi tersebut terjadi, perhatian whale mulai bergeser ke area yang lebih rendah.

Menurutnya, rentang US$57.000 hingga US$60.500 kini menjadi zona yang sedang dipenuhi bid dalam ukuran besar oleh investor berkantong tebal.
Di sisi lain, area US$63.500 hingga US$65.000 disebut sebagai target utama berikutnya karena terdapat penumpukan order jual dan beli dalam jumlah signifikan yang menunjukkan minat pasar terhadap wilayah tersebut.
Sinyal positif jangka pendek juga datang dari analis Trader Cash. Ia mengungkapkan bahwa Bitcoin telah berhasil mencapai target kenaikan pertama yang sebelumnya diproyeksikan setelah harga menyentuh area US$62.654.
Menurutnya, pencapaian tersebut mengonfirmasi skenario bullish jangka pendek yang telah dibentuk sebelumnya.

Menurut analis tersebut, selama Bitcoin mampu bertahan di atas support jangka pendek yang terbentuk pasca-rebound, peluang melanjutkan kenaikan masih terbuka.
Ia menyoroti area US$65.155 sebagai target kenaikan berikutnya sekaligus resistance menengah yang perlu ditembus. Jika momentum beli tetap terjaga, Bitcoin dinilai berpeluang melanjutkan penguatan menuju kisaran US$67.810 sebagai target selanjutnya.
Dengan target pertama yang telah tercapai, perhatian pasar kini tertuju pada kemampuan harga mempertahankan struktur bullish jangka pendeknya.
Namun, pandangan yang lebih hati-hati datang dari analis Aralez. Ia menilai struktur harga saat ini masih mengikuti pola Wyckoff Accumulation dan belum memasuki fase akumulasi besar oleh whale.

Berdasarkan peta jalan yang ia susun untuk tiga hingga enam bulan ke depan, Bitcoin berpotensi terlebih dahulu bergerak naik menuju area US$67.000 hingga US$72.000 sebelum menghadapi pengujian resistance.
Setelah itu, pasar diperkirakan memasuki fase konsolidasi yang dapat diikuti penurunan menuju area di bawah US$55.000 hingga bahkan menembus US$48.000 sebelum siklus bottom benar-benar terbentuk.
Dalam skenario tersebut, fase pemulihan yang lebih kuat baru diperkirakan muncul setelah proses pembentukan bottom selesai, dengan target jangka menengah kembali ke atas US$80.000 dan potensi breakout menuju area US$105.000.
Untuk saat ini, Aralez menilai target terdekat pasar masih berupa upaya kembali menembus area US$68.000 sebelum kemungkinan koreksi lanjutan menuju zona yang lebih rendah. Ia juga berpendapat bahwa harga saat ini masih relatif mahal untuk menarik akumulasi besar-besaran dari whale dalam skala penuh.
Perbedaan pandangan tersebut menunjukkan bahwa pasar masih berada pada fase yang penuh ketidakpastian.
Meskipun indikator valuasi mulai mengarah ke zona yang secara historis menarik, kekuatan permintaan dan aktivitas institusi masih menjadi faktor utama yang akan menentukan apakah Bitcoin benar-benar sedang membangun dasar siklus baru atau masih memerlukan waktu lebih lama untuk mencapai bottom yang sesungguhnya.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


