Bitcoin hari ini masih bergerak datar tanpa dorongan kuat. Euforia awal tahun 2026 tampaknya belum cukup kuat untuk mengangkat BTC. Menariknya, di saat BTC lesu, perhatian pasar justru beralih ke XRP yang mulai menunjukkan tanda-tanda breakout dan membuka peluang menuju area US$2,1.
Bitcoin Masih Loyo, US$90.000 Jadi Resistance Krusial
Berdasarkan prediksi harga Bitcoin terbaru dari GainMuse pada Rabu (31/12/2025), BTC masih bergerak di bawah tekanan jual. Harga BTC belum mampu kembali ke atas struktur tren turun, menandakan seller masih memegang kendali pada awal 2026 ini.
“Pergerakan BTC menunjukkan keraguan di dekat area resistance, memperkuat struktur pasar yang bearish. Selama upaya pemulihan masih tertahan, kelanjutan pergerakan menuju target yang lebih rendah tetap lebih diunggulkan,” tulisnya.
Grafik menunjukkan Bitcoin telah keluar dari fase compression dan mengalami breakdown yang tegas. Struktur harga membentuk lower high dan lower low, memperkuat tren bearish jangka menengah meski sempat terjadi pantulan teknikal terbatas.

Area US$90.000 kini menjadi resistance kunci. Level ini berfungsi sebagai bekas support yang berubah menjadi resistance sekaligus zona break and retest pada trendline turun. Rejection berulang di area ini mengindikasikan lemahnya dorongan beli.
Di sisi bawah, support terdekat berada di kisaran US$85.000–US$82.000. Harga BTC saat ini bergerak rapuh di atas area tersebut, dengan ruang penurunan masih terbuka jika tekanan jual kembali meningkat.
Selama BTC bertahan di bawah US$90.000, bias pasar tetap bearish. Tanpa penembusan valid ke atas resistance level tersebut, risiko penurunan menuju area target bawah tetap dominan dibandingkan skenario pemulihan.
XRP Tertekan, Namun Peluang Rebound Masih Terbuka
Saat Bitcoin melemah, XRP justru menunjukkan dinamika berbeda. Pada hari yang sama, GainMuse mencatat bahwa Ripple berada dalam tren turun, namun pergerakannya mulai memasuki fase konsolidasi yang membuka ruang bagi rebound terbatas.
Secara teknikal, XRP bergerak di dalam descending channel sejak September. Upaya pemulihan berulang kali gagal di area falling resistance, menegaskan bahwa tekanan seller belum hilang. Meski demikian, momentum penurunan cenderung melemah dan tidak agresif.
Saat ini, harga XRP bertahan tepat di atas support diagonal jangka menengah di kisaran US$1,7 hingga US$1,8, area yang beberapa kali berhasil menahan penurunan. Selama level ini tetap terjaga, peluang pantulan teknikal masih terbuka.
Di sisi lain, XRP membentuk konsolidasi sempit pasca-breakdown yang mengindikasikan fase akumulasi jangka pendek. Namun, konfirmasi pembalikan tren baru akan muncul jika harga mampu merebut kembali area resistance di US$2,1.
“Harga terus menghormati resistance menurun sambil berkonsolidasi tepat di atas support yang rapuh. Tanpa keberhasilan merebut kembali level–level yang telah ditembus, kelanjutan pergerakan ke bawah masih menjadi skenario dominan,” tegasnya.

Singkatnya, Bitcoin masih berada dalam tekanan dan belum menunjukkan tanda pemulihan. Sementara itu, XRP mulai membuka peluang rebound terbatas, namun konfirmasi selanjutnya bergantung pada keberhasilan menembus resistance level kunci.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



