Bitcoin Hari Ini Makin Moncer, US$90.000 Siap Didobrak?

Laju Bitcoin hari ini cukup mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, setelah tertahan di level US$81.700, BTC kini berhasil menanjak hingga US$85.000 dan memicu spekulasi bahwa US$90.000 bisa menjadi target berikutnya. 

Bitcoin Tembus US$85.000, Struktur Harga Mulai Berubah

Pergerakan harga mulai berubah setelah Bitcoin berhasil keluar dari area US$81.000 hingga US$82.000. Breakout tersebut membawa BTC menuju US$85.000 sampai US$86.000 sekaligus memperkuat struktur harga.

Analis kripto, Jelle, menilai pergerakan tersebut sebagai weekly break in structure, sinyal yang membuatnya mempercepat akumulasi. Ia bahkan menambah eksposur setelah breakout karena bull market dinilai datang lebih cepat.

Bull market BTC tampaknya dimulai lebih cepat dari yang awalnya saya perkirakan. Artinya, saya harus segera mempercepat proses akumulasi,” tuturnya melalui X, Senin (21/09/2026).

Skenario Pergerakan Harga Bitcoin - Jelle
Skenario Pergerakan Harga Bitcoin – Jelle

Setelah penambahan posisi tersebut, eksposurnya kini berada di 45 persen. Fokus berikutnya adalah melihat apakah harga BTC mampu membentuk higher low yang dapat membuka ruang untuk akumulasi lanjutan.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Lagi Diuji Pasar Obligasi, US$73.000 Berpotensi Jadi Tujuan Berikutnya

Grafik yang dibagikannya menempatkan area sekitar US$52.500 hingga US$93.000 sebagai zona “buy bitcoin”. Artinya, harga BTC saat ini masih berada di wilayah akumulasi menurut skenario yang ia gunakan.

Tekanan Jual Holder Lama Turun Tajam, Likuiditas Ikut Menumpuk

Di balik penguatan harga BTC hari ini, data on-chain ikut menunjukkan perubahan menarik. Analis Axel Adler Jr mencatat penjualan long-term holder melambat hampir lima kali lipat, dari sekitar 105.000 menjadi 21.000 BTC.

Grafik memperlihatkan bar perubahan posisi LTH negatif yang mengecil dibandingkan fase distribusi sebelumnya. Artinya, LTH masih melepas Bitcoin, tetapi intensitas penjualannya kini jauh lebih ringan.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

“Bitcoin telah naik ke US$81.200 dalam beberapa hari terakhir, tetapi koin milik long-term holder (LTH) masih dijual dalam kondisi rugi,” pungkasnya melalui X pada Senin (21/09/2026).

Bitcoin Weekly LTH Position - Axel Adler Jr
Bitcoin Weekly LTH Position – Axel Adler Jr

Namun, sinyal berbeda muncul dari Binance. Berdasarkan data yang dibagikan CryptoQuant  pada Jumat (18/09/2026), netflow Bitcoin tercatat positif 4.617,90 BTC, menandakan lebih banyak BTC masuk ke bursa dibandingkan keluar.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Dekati Zona Panas, Bull Trap Siap Telan Pembeli yang Telat?

Secara teknis, inflow BTC yang besar dapat menambah suplai siap jual di bursa. Namun, grafik yang sama menunjukkan inflow stablecoin Binance ikut melonjak, sehingga amunisi likuiditas untuk membeli aset juga bertambah.

Di sisi lain, Coinbase Premium Index tujuh hari masih berada di wilayah negatif. Kondisi ini menunjukkan permintaan spot dari pasar AS belum terlalu kuat, meski likuiditas di Binance terlihat menumpuk.

Bitcoin Exchange Netflow Divergence Binance and Coinbase - CryptoQuant
Bitcoin Exchange Netflow Divergence Binance and Coinbase – CryptoQuant

US$90.000 Makin Dekat, Apa yang Perlu Ditembus Bitcoin?

Dengan harga Bitcoin hari ini yang berada di kisaran US$85.000 hingga US$86.000, jarak menuju US$90.000 tinggal sekitar lima persen. Level ini menjadi area psikologis terdekat sebelum BTC menguji zona US$93.000.

Zona US$93.000 juga cukup penting. Dalam grafik Jelle, area tersebut menjadi batas atas zona akumulasi agresif, sementara kisaran US$93.000 hingga US$145.000 masuk wilayah yang ditandai sebagai “do nothing”.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Bisa Sentuh US$80 Ribu, tapi Jebakan Besar Menanti

Analis lain, Michaël van de Poppe, sebelumnya menyoroti US$82.000 sebagai titik awal penting yang kini sudah berhasil ditembus. Menurutnya, pergerakan di atas level tersebut dapat membuka fase bullish yang lebih besar.

“US$82.000 per Bitcoin hanyalah awal dari siklus bullish terbesar yang pernah ada. Sudah mulai antusias? Tunggu sampai kita melangkah lebih jauh dalam siklus ini. Keseruannya benar-benar baru dimulai,” tulisnya di X, Senin (21/09/2026). 

Menariknya, pandangan tersebut muncul sebelum harga BTC bergerak ke kisaran US$85.000 hingga US$86.000. Artinya, sejumlah titik breakout awal sudah terlewati dan pasar crypto kini mulai menguji apakah momentum tersebut masih mampu berlanjut.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita Bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait