Bitcoin Hari Ini Masuk Zona Rawan, Manuver Jepang Bisa Picu Gelombang Likuidasi

Pergerakan Bitcoin hari ini, Sabtu (2/5/2026), masuk ke fase yang dinilai rawan setelah analis on-chain dari XWIN Japan di CryptoQuant mengungkap dampak tidak langsung dari dugaan intervensi valuta asing besar-besaran oleh Japan terhadap pasar kripto global.

Intervensi itu diyakini terjadi pada 30 April 2026 melalui aksi pembelian yen senilai sekitar ¥5 triliun, yang memicu pembalikan tajam pair USD/JPY dari level 160-an ke area pertengahan 150-an.

Dalam laporan terbarunya, XWIN Japan menilai manuver itu bukan sekadar upaya stabilisasi mata uang, tetapi sinyal adanya perubahan arus likuiditas global yang bisa berdampak langsung pada aset berisiko, termasuk Bitcoin hari ini.

Menurutnya, efek utama dari pembelian yen bukan pada kurs, melainkan penyedotan likuiditas dari sistem keuangan domestik Jepang yang dapat mengurangi modal spekulatif di pasar global.

“Bitcoin tidak punya korelasi langsung yang kuat dengan pasar valas, tetapi sangat sensitif terhadap perubahan likuiditas global dan selera risiko investor,” ungkap XWIN Japan.

Tekanan itu datang ketika harga Bitcoin hari ini tercatat berada di kisaran US$78.199, setara Rp1,35 miliar. Level tersebut menjadi area sensitif karena pasar derivatif Bitcoin saat ini menunjukkan tanda pembangunan ulang posisi leverage, yang dalam kondisi likuiditas ketat dapat memperbesar risiko likuidasi massal.

BACA JUGA:  Harga XRP Hari Ini Merosot 1 Persen, Terseret ke Level Rp22.500

Open Interest Naik, Risiko Likuidasi Bitcoin Membesar

XWIN Japan menyoroti bahwa indikator Open Interest Bitcoin kembali mengalami kenaikan dalam beberapa sesi terakhir. Kondisi ini menunjukkan pelaku pasar mulai membangun posisi baru, tetapi di saat yang sama meningkatkan eksposur leverage di pasar.

Bitcoin open interest 2 mei

Dalam struktur seperti ini, guncangan eksternal seperti intervensi valas berpotensi menjadi pemicu pelepasan posisi secara paksa. XWIN menilai pasar Bitcoin hari ini masih sangat bergantung pada mekanisme derivatif, sehingga kapasitas margin trader menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga.

Data tambahan dari analis pasar Ali Martinez memperlihatkan bahwa indikator MVRV Pricing Bands masih menjadi acuan utama untuk membaca titik ekstrem siklus Bitcoin. Berdasarkan pola historis sejak 2010, area dasar utama Bitcoin biasanya terbentuk di zona 1,0 hingga 0,8 MVRV band, yang saat ini berada di kisaran US$54.145 hingga US$43.316.

BACA JUGA:  Harga Kripto Hari Ini 27 April 2026: SHIB dan FLOKI Punya Potensi Lonjakan yang Jadi Sorotan

BTC MVRV 2 Mei

Ali menilai meski momentum jangka pendek Bitcoin hari ini masih positif, area itu tetap menjadi batas bawah utama jika koreksi makro yang lebih dalam benar-benar terjadi.

BTC likuidasi 2 mei

Di sisi order book, analis Ted mengungkap adanya sekitar US$100 juta order jual Bitcoin yang menumpuk di area US$78.500 hingga US$80.000. Zona itu kini menjadi hambatan utama yang harus ditembus pembeli untuk membuka ruang kenaikan lanjutan.

Bitcoin Masuk Fase Kritis, Satu Gerakan Bisa Ubah Segalanya

Sementara itu, analis teknikal GainMuse melihat Bitcoin hari ini sedang berada dalam fase kompresi harga berlapis, yakni pola wedge di dalam channel yang semakin menyempit. Menurutnya, pola seperti ini sering menjadi pertanda bahwa pasar sedang menyiapkan pergerakan besar.

Bitcoin analisis 2 mei

GainMuse mencatat candle 8 jam terakhir berhasil ditutup di atas batas atas pola dengan momentum yang cukup kuat dan tanpa penolakan berarti di bagian atas. Struktur itu dinilai memperlihatkan pembeli masih menyerap tekanan jual dengan cukup solid.

BACA JUGA:  USDC Dipakai Hacker, Circle Digugat dalam Kasus Peretasan Drift

Namun, ia mengingatkan bahwa arah berikutnya akan ditentukan dalam dua hingga tiga candle berikutnya. Jika resistance berhasil ditembus dan dipertahankan, tekanan terhadap posisi short bisa memicu short squeeze yang mempercepat kenaikan harga.

Sebaliknya, jika harga kembali jatuh ke bawah struktur wedge, breakout dinilai gagal dan potensi koreksi akan kembali terbuka.

Secara garis besar, yang sedang dipertaruhkan dalam pergerakan Bitcoin saat ini bukan sekadar arah harga, melainkan perubahan likuiditas global akibat intervensi yen oleh Jepang.

Selama pasar derivatif masih dipenuhi leverage dan open interest terus meningkat, Bitcoin tetap berada di zona sensitif yang rentan terhadap gelombang likuidasi mendadak jika tekanan makro kembali membesar.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait