Pergerakan harga Bitcoin hari ini terlihat lesu setelah turun ke bawah US$90.000 beberapa waktu lalu. Saat ini, BTC bergerak di kisaran US$86.000–US$87.000 tanpa arah tren yang jelas, sementara dua altcoin ini justru menunjukkan pergerakan yang menarik.
Bitcoin Stagnan, Namun Peluang Breakout Terbuka
Walaupun harga Bitcoin hari ini stagnan, sejumlah analis masih melihat potensi kenaikan. Salah satunya Captain Faibik, melalui analisis teknikal yang diunggah pada Rabu (17/12/2025), menilai BTC masih berada dalam struktur bullish dan berpotensi memulai breakout.
“Saya masih bullish terhadap Bitcoin (BTC) dan saya memperkirakan akan terjadi breakout ke atas dalam waktu dekat ini,” tegasnya.

Pada timeframe 8 jam, terlihat bahwa Bitcoin telah keluar dari tekanan turun dan kini mulai bergerak sideways dengan volatilitas yang mengecil, mengindikasikan fase konsolidasi atau akumulasi.
Area support kuat berada di kisaran US$85.000–US$87.000 dan sejauh ini masih terjaga. Sementara itu, resistance krusial berada di area US$93.000–US$95.000 yang akan menentukan arah pergerakan BTC selanjutnya.
Jika resistance tersebut berhasil ditembus, peluang kenaikan terbuka menuju US$100.000 hingga area US$120.000. Namun sebelum breakout terkonfirmasi, pergerakan Bitcoin masih cenderung terbatas dalam range konsolidasi.
Analis lain juga senada dengan Faibik. Rekt Fencer, lewat prediksi Bitcoin terbaru yang dibagikan pada Selasa (16/12/2025), menjelaskan bahwa pergerakan BTC saat ini mirip dengan siklus 2021. Ia menyoroti pola double top yang diikuti penurunan, rebound, lalu masuk fase “final flush” sebelum koreksi besar.

Pada grafik, BTC terlihat memantul dari zona demand setelah distribusi. Namun pantulan ini masih dinilai sebagai relief rally karena struktur belum kembali bullish dan tekanan jual tetap dominan, sehingga Bitcoin berpotensi naik ke area US$100.000 sebelum terkoreksi.
“Hal ini berpotensi mendorong harga Bitcoin ke kisaran US$100.000 hingga ke level US$105.000 sebelum terjadi koreksi besar,” tegasnya.
Saat BTC Melemah, Altcoin Ini Mencuri Perhatian
Melemahnya harga Bitcoin hari ini tampaknya menjadi momentum bagi sejumlah altcoin. Salah satunya Fartcoin (FARTCOIN), meme coin yang tercatat melonjak lebih dari 7,4 persen di tengah tekanan yang melanda pasar kripto.
Selain itu, Hey Anon (ANON) juga mencatat kenaikan tajam, melonjak 70 persen dalam 24 jam terakhir. Token ini kini diperdagangkan di kisaran US$1,68, setelah sebelumnya bergerak stagnan di rentang US$1–US$1,1 dalam beberapa waktu terakhir.

Pergerakan ini menunjukkan bahwa saat Bitcoin melemah, investor dan trader mulai mencari peluang di altcoin berkapitalisasi kecil. Meski demikian, perlu diingat bahwa volatilitas altcoin jenis ini cenderung jauh lebih tinggi dibandingkan aset kripto dengan market cap yang besar.
Secara keseluruhan, pasar kripto saat ini berada di fase krusial. Bitcoin masih menunggu konfirmasi arah berikutnya, sementara pergerakan agresif di sejumlah altcoin menunjukkan rotasi minat pasar yang perlu dicermati dengan manajemen risiko yang matang.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



