Saat banyak investor khawatir melihat harga Bitcoin, emas, dan perak turun, Robert Kiyosaki justru melihat peluang. Menurut penulis Rich Dad Poor Dad itu, koreksi pasar bukan alasan untuk panik, melainkan momen yang layak dicermati lebih dalam.
Bukan Soal Harga, Kiyosaki Fokus pada Kondisi Ekonomi
Lewat unggahan di X pada Sabtu (20/06/2026), Kiyosaki membuka diskusi dengan pertanyaan sederhana. Saat harga emas dan perak turun, apakah ia membeli atau justru menjual aset tersebut?
Alih-alih memberikan jawaban langsung, Kiyosaki mengaku pernah melakukan kesalahan yang cukup umum dilakukan investor. Menurutnya, terlalu fokus pada harga membuat seseorang kehilangan gambaran besar yang sebenarnya sedang terjadi.
“Salah satu kesalahan yang saya buat adalah membiarkan harga menjadi alasan utama untuk membeli atau menjual aset,” tulis Robert Kiyosaki.
Untuk menjelaskan pandangannya, Kiyosaki mengambil contoh dari pasar properti. Saat harga turun, ia tidak hanya melihat angka, tetapi juga mencermati pertumbuhan lapangan kerja, perkembangan wilayah, dan kondisi ekonomi.
Robert Kiyosaki: Banyak Investor Bitcoin Rugi Karena Alasan Ini
Menurutnya, prinsip yang sama juga berlaku untuk aset lain seperti emas, perak, Bitcoin, dan Ethereum. Karena itu, ia menilai kondisi politik serta kebijakan ekonomi global sering kali lebih penting dibanding fluktuasi harga jangka pendek.
Pandangan tersebut membuat Kiyosaki lebih fokus mengamati arah kebijakan pemimpin dunia dibanding sekadar pergerakan harga. Ia bahkan menilai banyak pemimpin saat ini belum mampu mengatasi berbagai persoalan ekonomi global.
“Saya pikir para pemimpin saat ini tidak kompeten dan membuat keadaan menjadi semakin buruk. Karena itu, saya terus memantau harga emas, perak, Bitcoin, dan Ethereum melalui grafik teknikal, dan akan membeli ketika tren penurunannya berbalik arah,” tambahnya.
Bitcoin hingga Ethereum Jadi Pilihan Robert Kiyosaki
Meski saat ini masih menunggu sinyal pembalikan tren, Kiyosaki menegaskan bahwa keyakinannya terhadap Bitcoin, Ethereum, emas, dan perak tidak berubah.
Optimisme tersebut sejalan dengan pandangan yang beberapa kali ia sampaikan sebelumnya. Pada pertengahan Juni lalu, ia mengkritik sistem mata uang fiat yang menurutnya terus kehilangan nilai akibat pencetakan uang dalam jumlah besar.
“Saya percaya mereka yang menyimpan dolar adalah pihak yang kalah. Uang tunai itu sampah. Tukarkan uang tunai Anda dengan emas, perak, Bitcoin, dan Ethereum agar menjadi pemenang,” tulisnya saat itu.
Tidak hanya itu, Kiyosaki juga pernah menyebut inflasi sebagai “pencuri senyap” yang secara perlahan menggerus daya beli masyarakat. Menurutnya, konflik geopolitik dan kebijakan ekonomi yang longgar dapat mempercepat proses tersebut.
Berangkat dari pandangan itu, ia berulang kali memasukkan emas, perak, Bitcoin, dan juga Ethereum ke dalam daftar aset yang memiliki kemampuan lebih baik untuk mempertahankan nilai kekayaan dalam jangka panjang.
Di tengah ketidakpastian pasar, Kiyosaki kembali menekankan pentingnya melihat gambaran yang lebih besar. Menurutnya, memahami konteks ekonomi dan kondisi pasar sama pentingnya dengan memantau pergerakan harga sebelum mengambil keputusan.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


