Bitcoin memasuki hari terakhir September 2026 dalam posisi bulanan yang masih hijau, membuka jalan menuju narasi Uptober yang kembali menghangat di kalangan investor kripto. Namun, kondisi pasar tahun ini membuat pola musiman tersebut tidak sesederhana melihat kalender.
Momentum Bitcoin menguat menjelang pergantian bulan. Dalam laporan terbarunya, CoinShares mencatat BTC naik 3,8 persen sepanjang pekan ke-39, meski pasar menghadapi lingkungan makro yang tidak ramah terhadap aset berisiko.
Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun saat itu telah menembus 5,2 persen, tertinggi sejak 2007, sementara dolar AS mencapai level tertinggi dalam delapan pekan. Kondisi tersebut membuat ketahanan harga Bitcoin menjelang Uptober semakin menarik untuk diperhatikan.
Tekanan makro juga datang dari The Fed. Dalam keputusan pada 16 September, The Fed menaikkan target federal funds rate sebesar 25 basis poin menjadi 3,75–4,00 persen. Bank sentral AS menilai aktivitas ekonomi masih berkembang solid, tetapi inflasi tetap tinggi.
Dengan kata lain, Bitcoin menuju Uptober bukan setelah mendapat dorongan dari pelonggaran moneter, melainkan setelah mampu bertahan di tengah kenaikan suku bunga dan lonjakan yield obligasi AS.
Pembeli Besar Belum Meninggalkan Bitcoin
Di luar pergerakan harga, salah satu faktor yang memperkuat perhatian terhadap Bitcoin menjelang Uptober adalah masih aktifnya akumulasi dari perusahaan besar.
Strategy kembali menambah kepemilikannya pada pekan terakhir September. Berdasarkan dokumen 8-K yang diserahkan kepada SEC pada Senin (28/9/2026), perusahaan membeli 1.665 BTC senilai sekitar US$142,7 juta sepanjang 21–27 September.
Harga pembelian rata-ratanya mencapai US$85.681 per BTC. Transaksi tersebut membawa total kepemilikan Strategy menjadi 847.666 BTC, dengan biaya akumulasi keseluruhan sekitar US$63,95 miliar.
Aktivitas tersebut memberikan konteks berbeda dibandingkan kondisi pada awal 2026, ketika melemahnya pembelian korporasi dan arus ETF menjadi salah satu tekanan utama terhadap pasar Bitcoin.
Namun, permintaan bukan satu-satunya alasan mengapa Oktober mendapat perhatian.
Riset NYDIG yang diterbitkan pada Juni 2026 menemukan bahwa Agustus dan September secara historis menjadi dua bulan musiman terlemah bagi Bitcoin, baik berdasarkan rata-rata maupun median return.
Pola tersebut biasanya berbalik pada Oktober, ketika rata-rata return mulai membaik sekaligus membuka periode musiman yang relatif lebih kuat hingga akhir tahun. Dari pola inilah istilah Uptober memperoleh tempat dalam narasi pasar kripto.
Uptober Bukan Jaminan Bitcoin Naik
Meski sejarah terlihat mendukung Bitcoin dan Uptober, menggunakan kalender sebagai dasar prediksi harga tetap memiliki kelemahan besar.
Penelitian Coinbase Institutional yang menguji seasonality Bitcoin menemukan bahwa pola bulanan tidak cukup signifikan secara statistik untuk menjadi indikator arah harga yang dapat diandalkan.
Coinbase menggunakan sejumlah pengujian, termasuk model regresi dan pengujian di luar sampel. Kesimpulannya, kenaikan yang kerap dikaitkan dengan Uptober memang menarik secara statistik historis, tetapi tidak cukup kuat untuk dijadikan prediktor bahwa Bitcoin pasti naik hanya karena kalender berganti ke Oktober.
Ujian nyata Bitcoin pada Uptober 2026 bahkan akan datang cukup cepat.
Menurut kalender resmi Bureau of Labor Statistics AS, laporan ketenagakerjaan September akan dirilis pada 2 Oktober, disusul data inflasi konsumen atau CPI pada 14 Oktober dan PPI pada 15 Oktober.
Pasar kemudian menghadapi rapat FOMC pada 27–28 Oktober. Kalender resmi The Fed juga menunjukkan risalah rapat September akan dipublikasikan pada 7 Oktober, sehingga investor bisa memperoleh gambaran lebih jelas mengenai seberapa agresif The Fed melihat jalur suku bunga ke depan.
Satu hari setelah rapat FOMC, Bureau of Economic Analysis dijadwalkan merilis estimasi awal PDB AS kuartal ketiga sekaligus data Personal Income and Outlays September pada 29 Oktober.
Karena itu, sejarah memang memberi Bitcoin alasan untuk menyambut Uptober dengan optimisme, tetapi Oktober 2026 akan lebih banyak ditentukan oleh arus modal, inflasi, kondisi ekonomi AS dan arah kebijakan The Fed daripada nama bulan itu sendiri.
Jika Bitcoin mampu mempertahankan momentum September di tengah rangkaian katalis tersebut, Uptober tahun ini bisa memperoleh dukungan yang lebih nyata daripada sekadar reputasi musiman. Sebaliknya, sejarah tetap menunjukkan bahwa kalender saja tidak pernah menjamin ke mana harga BTC akan bergerak berikutnya.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


