Bitcoin Keok Lebih 7 Persen, Emas Melejit 4 Persen

Terpantau pagi ini Bitcoin keok lebih dari 7 persen dalam 24 jam terakhir di pasar spot, terantuk di kisaran US$8.057. Sedangkan emas kian kokoh melejit hingga 4 persen di kisaran Rp798.598 per gram, di pasar spot berdasarkan data dari Goldprice.com.

Analis aset kripto Muhammad Kurnia Bijaksana kemarin menyoroti skenario bearish Bitcoin. Menurutnya, jikalau Bitcoin terus meluncur di bawah US$8.500, potensi penurunan akan terus terjadi. Bitcoin kian rubuh, ketika 7 Maret lalu tak sanggup menembus level US$9.200. Dalam 30 hari pun Bitcoin masih melemah signifikan.

Pagi ini Kurnia menegaskan bahwa Bitcoin berpotensi menemui batas support di kisaran US$8.000, US$7.500 bahkan hingga US$7.300.

Bitcoin keok abis dalam 24 jam terakhir. Sumber: Coin360.com.

Efek Domino Makro dan Skenario Bullish

“Efek domino makro ini menciptakan rantai sentimen negatif, yang pada gilirannya memicu aksi jual Bitcoin,” kata Jehan Chu, Managing Partner Kenetic Capital. Bitcoin selalu menjadi sasaran volatilitas jangka pendek yang terkadang kejam, tetapi penurunan hari ini bukanlah sesuatu yang belum pernah kita lihat sebelumnya. Dan itu bisa bergerak lebih rendah lagi,” katanya kepada Bloomberg hari ini.

Namun ada skenario bullish, menurut Chu, bahwa kelemahan dalam ekonomi global, kehancuran harga minyak dan wabah virus Corona, bisa menopang investasi masuk ke aset kripto.

Dengan aksi jual terbaru ini, Bitcoin masih naik 12 persen pada tahun ini, dengan banyak perdebatan apakah Raja Aset Kripto itu bisa naik setelah Bitcoin Halving pada Mei 2020 nanti, termasuk menekan inflasinya ke kisaran 3 persen per tahun.

Crypto Fear & Greed Index. Sumber: Alternative.

Sementara itu emas batangan melonjak terus bergerak naik dalam sepekan terakhir. Hal ini karena faktor global yang mengalami ketidakpastian akibat gonjang-ganjing virus corona yang mewabah ke banyak negara.

Lonjakan harga emas di pasar spot. Sumber: GoldPrice.com.

Akhir pekan lalu saja di Indonesia, harga emas sudah menembus rekor tertingginya pada Sabtu, sekitar Rp842.000 per gram, naik Rp5.000 dibandingkan hari sebelumnya Rp837.000 per gram.

Lonjakan harga emas diperkirakan belum berhenti. Bahkan, ada diprediksi bisa menembus Rp900.000 per gram.

Dilansir dari Detik.com pagi ini, Business Manager Indosukses Futures Suluh Adil Wicaksono menjelaskan harga emas berpeluang terus naik dalam waktu dekat.

“Besar sekali peluang harga emas Antam untuk pecahan 1 gram menyentuh level Rp900 ribu per gram dalam waktu dekat,” kata Suluh.

Dia menjelaskan pergerakan harga ini terjadi karena harga emas spot (xauusd) saat ini sudah menyentuh level US$ 1.691 per toz.

“Harga ini berpeluang akan menembus level psikologis US$1.700 per troy ounce pada pekan depan,” imbuhnya.

Selain itu, faktor nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang kembali melemah di kisaran Rp14.200 per dolar AS juga membuat harga emas fisik berpeluang naik hingga menjadi Rp900 ribu per gram.

“Namun, untuk mencapai Rp1 juta per gram, masih akan susah ditembus. Hal ini disebabkan emas fisik masih akan dipengaruhi faktor permintaan. Jika harga emas terlalu tinggi, permintaan akan berkurang,” ujarnya. [red]

Terkini

Warta Korporat

Terkait